By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Prof. Halim Soebahar Raih “The Religious Leadership, Education, and Social Harmony Award”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Prof. Halim Soebahar Raih “The Religious Leadership, Education, and Social Harmony Award”
Sospol

Prof. Halim Soebahar Raih “The Religious Leadership, Education, and Social Harmony Award”

21/08/2026 Sospol
SHARE

Jember, radar96.com — Dedikasi Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, M.A. dalam dunia keilmuan, pendidikan Islam, pesantren, dan kehidupan sosial mendapat pengakuan melalui penghargaan The Religious Leadership, Education, and Social Harmony Award dalam ajang “Radar Jember Awards 2026”.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara di Convention Hall Letkol dr. R.M. Soebandi Jember, Kamis (20/8/2026). Penghargaan ini menjadi apresiasi atas perjalanan panjang Prof. Halim dalam mengabdikan keilmuan sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Sebagai Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur dan guru besar UIN KHAS Jember, Prof. Halim memiliki ruang pengabdian yang bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. Jawa Timur sendiri merupakan wilayah dengan kekayaan tradisi, kultur, organisasi keagamaan, dan latar belakang sosial yang beragam.

Di tengah kondisi tersebut, kepemimpinan keumatan tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik. Lebih dari itu, diperlukan kebijaksanaan untuk menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi jarak.

Prof. Halim menempatkan ilmu sebagai bagian dari pengabdian. Pengetahuan tidak cukup hanya disampaikan dalam ruang akademik, tetapi harus diterjemahkan menjadi sikap, pelayanan, pendidikan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Gagasan tersebut berjalan seiring dengan kiprahnya dalam dunia pesantren dan pendidikan tinggi. Tradisi keilmuan Islam tidak diposisikan berseberangan dengan perkembangan zaman, melainkan dipertemukan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Dalam pandangan seperti itu, pendidikan tidak sekadar menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual. Pendidikan juga harus membentuk manusia yang memiliki akhlak, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kemampuan menghormati perbedaan.

Kerukunan pun tidak berarti seluruh masyarakat harus berada dalam satu pandangan. Justru, kerukunan diuji ketika perbedaan hadir. Kemampuan untuk tetap menghormati, berdialog, dan mencari titik temu menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan bersama.

Nilai tersebut menjadi semakin relevan ketika masyarakat menghadapi perubahan sosial yang begitu cepat. Di tengah mudahnya informasi berkembang dan perbedaan pendapat menyebar, diperlukan figur yang mampu menjadi penyejuk sekaligus jembatan antarkelompok.

Seorang pemimpin umat, dalam konteks itu, tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara. Ia harus memiliki kesediaan untuk mendengar, memahami sebelum menilai, serta merangkul sebelum mengarahkan.

Penghargaan yang diterima Prof. Halim kemudian memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pencapaian personal. The Religious Leadership, Education, and Social Harmony Award sekaligus menjadi penghormatan terhadap nilai-nilai kepemimpinan yang menempatkan ilmu, pendidikan, pengabdian, dan harmoni sosial dalam satu tarikan napas.

Perjalanan panjang tersebut juga memperlihatkan bahwa semakin besar amanah yang diterima seseorang, semakin besar pula tanggung jawab sosial yang melekat di dalamnya.

Ilmu membutuhkan keteladanan agar tidak berhenti sebagai teori. Kepemimpinan membutuhkan kerendahan hati agar tidak berubah menjadi sekadar kekuasaan. Sementara keberagamaan membutuhkan kebijaksanaan agar mampu menghadirkan kemaslahatan.

Pada akhirnya, merawat umat bukan hanya tentang memberikan nasihat. Merawat umat berarti menghadirkan ruang di mana masyarakat merasa dihargai, didengar, diarahkan, dan memiliki harapan.

Di situlah penghargaan ini menemukan maknanya.

Sebab ilmu yang benar-benar hidup bukan hanya ilmu yang diketahui, tetapi ilmu yang memberi manfaat. Kepemimpinan yang benar-benar kuat bukan yang paling keras bersuara, melainkan yang mampu membuat perbedaan tetap berjalan dalam satu ruang kebersamaan.

Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar telah menempuh jalan panjang tersebut—menjadikan ilmu sebagai cahaya, pendidikan sebagai pengabdian, dan keteladanan sebagai cara merawat umat.

Dan pada akhirnya, seorang ulama tidak hanya dikenang karena banyaknya ilmu yang pernah disampaikan, tetapi karena seberapa banyak kebaikan yang tumbuh dari ilmu tersebut dan seberapa teduh masyarakat yang pernah disentuh oleh keteladanannya. (*/Rif)

Iklan.

You Might Also Like

Agnostik Prancis Ikrarkan Masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya

Santri Jember Zaky Faizal Huda Buktikan Santri Bisa Juara MQK Jatim

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, BAZNAS Salurkan 81 Paket Bantuan Bedah Rumah

BASSRA Bantah Tolak Industri di Bangkalan

270 Warga Binaan Lapas Bondowoso Terima Remisi Kemerdekaan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article NU dalam Akuarium: Menjaga Air Tetap Jernih Menjelang Muktamar
Next Article KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Harapan Muktamar NU ke-35 Jombang : Refleksi, Muhasabah, dan Dinamika NU Menyongsong Abad Kedua
Kolom
Agnostik Prancis Ikrarkan Masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya
Sospol
KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar
Milenial
NU dalam Akuarium: Menjaga Air Tetap Jernih Menjelang Muktamar
Kolom

You Might also Like

Sospol

Guru Besar UIJ Prof. Hamdanah Utsman: Pendidikan Islam Tak Boleh Kalah oleh AI

17/08/2026
Sospol

KETUA UMUM DPP LPKAN INDONESIA TERIMA BUKU “EKONOMI PANCASILA” ABAH DJONI: KEMERDEKAAN HARUS HADIR DI MEJA RAKYAT

16/08/2026
Sospol

Jemaat Tiga Gereja di Sidoarjo Berikan Donasi untuk Muktamar NU

16/08/2026
Sospol

Harjabo ke-207, Bupati Hamid Tekankan Pentingnya Merawat Warisan Sejarah

16/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?