SURABAYA — Hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) yang menempatkan elektabilitas Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di angka 1,1 persen menjadi sinyal penting bagi perjalanan politik partai tersebut menuju Pemilu 2029.
Survei yang melibatkan 1.200 responden itu menunjukkan Perindo hanya terpaut 0,4 poin persentase dari PPP. Selisih tersebut memperlihatkan bahwa persaingan di antara partai-partai dengan tingkat elektabilitas yang berdekatan masih sangat terbuka.
Bagi Perindo Jawa Timur, angka 1,1 persen tidak harus dibaca sebagai keterbatasan. Justru angka tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengukur sekaligus memperbesar ruang pertumbuhan politik dalam tiga tahun ke depan.

Ketua DPW Perindo Jawa Timur Zazuli menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan terhadap kerja-kerja Perindo.
“Terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur yang mempercayai kerja-kerja kami, Perindo Jawa Timur. Semoga kepercayaan ini menjadi modal kami untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” ujar Zazuli.
Menurutnya, kepercayaan publik tidak boleh berhenti pada angka survei. Kepercayaan tersebut harus diterjemahkan menjadi kerja nyata dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
Bagi Perindo Jawa Timur, hasil survei itu sekaligus menjadi pengingat bahwa masih terdapat pekerjaan politik yang harus dilakukan. Konsolidasi organisasi, penguatan struktur hingga tingkat bawah, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Bukan Sekadar Mengejar Elektabilitas
Menuju Pemilu 2029, Perindo tidak cukup hanya mengejar kenaikan angka elektabilitas. Tantangan yang lebih besar adalah membangun alasan mengapa masyarakat Jawa Timur perlu mempercayai Perindo.
Kerja politik harus mampu menjawab persoalan konkret masyarakat—mulai dari kesejahteraan, kesempatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan sosial yang dirasakan masyarakat sehari-hari.
Dalam konteks itu, angka 1,1 persen dapat menjadi baseline politik Perindo Jawa Timur. Dari titik tersebut, partai memiliki ruang untuk melakukan evaluasi, memperbaiki strategi dan memperluas basis dukungan.
Apalagi selisih dengan PPP yang hanya 0,4 persen menunjukkan bahwa peta dukungan partai politik di kelompok tersebut belum sepenuhnya terkunci.
Perjalanan menuju 2029 masih panjang. Konstelasi politik, figur, isu publik, kinerja pemerintahan, serta kemampuan partai membangun hubungan dengan masyarakat akan sangat menentukan perubahan elektabilitas ke depan.
Karena itu, bagi Perindo Jawa Timur, 1,1 persen bukanlah garis finis. Ia adalah angka awal untuk memulai kerja politik yang lebih serius.
“Kepercayaan masyarakat ini akan kami jaga. Kami ingin membuktikan bahwa keberadaan Perindo bukan hanya untuk kepentingan politik, tetapi juga untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” tegas Zazuli.



