Surabaya, radar96.com – Ketua Umum PBNU Terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menyatakan dirinya tidak akan melupakan pengurus dan kantor PWNU Jawa Timur, meski dirinya sudah di PBNU, karena dirinya menjadi pimpinan PBNU atas penugasan PWNU Jatim.
“Saya bersyukur muktamar berjalan lancar dan Keputusan PWNU Jatim menugasi saya juga sukses, namun saya tidak akan melupakan Jatim, meski saya akan banyak waktu di Jakarta,” katanya dalam Tasyakuran dan Maulid Nabi Muhammad SWA di Kantor PWNU Jatim, Selasa.
Di hadapan jajaran pengurus dan “khodam” PWNU Jatim, Gus Kikin berjanji akan tetap sering mampir/singgah ke Kantor PWNU Jatim. “Saya akan tetap mengupayakan mampir, mungkin satu bulan sekali saat hari Selasa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Jawahir juga menyatakan syukur atas lancarnya Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, serta sukses mengantarkan Ketua PWNU Jatim menjadi Ketua Umum PBNU.
“Bukan hanya itu (terpilihnya Gus Kikin), tapi perjuangan PWNU Jatim untuk pemilihan pimpinan PBNU, baik Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU, melalui AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) juga berhasil, setelah Muktamar 2015 hanya AHWA untuk Rais Aam,” katanya.
Dengan pemberlakuan AHWA, katanya, maka proses pemilihan di NU berlangsung melalui musyawarah untuk mufakat dan proses pemilihan melalui AHWA juga menandai bahwa mandataris tunggal dalam muktamar adalah Rais Aam PBNU.
Dalam kesempatan itu, khodam PWNU Jatim yang juga peserta tasyakuran H Zaini Ilyas juga mengaku bersyukur atas sukses PWNU Jatim dalam Muktamar ke-35 NU, namun ada ganjalan sedikit dengan terpilihnya KH MIftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU untuk kedua kalinya.
“Terpilihnya Gus Kikin masih relatif lancar, tapi terpilihnya Kiai Miftah masih diikuti isu yang kurang bagus di medsos, karena mungkin dari pihak yang kalah, tapi tuduhan medsos itu tanpa tabayyun/klarifikasi. Kiai Miftah dianggap membangun pondok karena jabatan Rais Aam, padahal Kiai Miftah menjual tanah di desa untuk membangun pondok,” katanya.
Sementara itu, menjelang tasyakuran, Tim PWNU Jatim menerima kunjungan tamu dari Masyarakat Muslim Patani, Thailand, yang tergabung dalam “Charity Foundation for Relief”, yang dipimpin ketuanya, Dr Fakhruddin Sa-ah.
“Kami datang untuk silaturrahmi dengan tokoh-tokoh NU dan mungkin ke depan bisa menjalin kerja sama dalam bidang pendidikan, pembelajaran Al-Qur’an, dan social-ekonomi,” katanya dalam kunjungan yang diterima Wakil Ketua PWNU Jatim Dr H Hakim Jayli dan dua pengurus lainnya. (*/fpnu)



