Bondowoso, radar96.com — Fakultas Tarbiyah Universitas At-Taqwa Bondowoso, memperkenalkan Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan arah pengembangan prodi itu kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Program Studi pada Sabtu, 5 September 2026.
Materi pengenalan disampaikan oleh Kepala Program Studi PIAUD Fakultas Tarbiyah Universitas At-Taqwa Bondowoso, Kurnia Astutik, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan akademik program studi, tetapi juga diajak memahami visi, misi, serta profil lulusan yang menjadi arah pendidikan PIAUD.
Kurnia menjelaskan bahwa PIAUD Universitas At-Taqwa Bondowoso memiliki visi untuk menjadi program studi unggul dalam mengembangkan pembelajaran ramah anak melalui kearifan lokal yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah pada tahun 2029.
Visi tersebut menjadi pijakan dalam membangun karakter akademik PIAUD. Pendidikan anak usia dini tidak hanya dipandang sebagai proses memberikan pengetahuan kepada anak, tetapi juga sebagai tahap penting dalam membentuk karakter, sikap, kebiasaan, dan nilai yang akan menjadi bekal anak dalam menjalani kehidupan.
Karena itu, konsep pembelajaran ramah anak menjadi salah satu perhatian utama PIAUD. Mahasiswa dipersiapkan untuk memahami bahwa anak memiliki karakter, kebutuhan, potensi, serta tahapan perkembangan yang berbeda sehingga proses pendidikan membutuhkan pendekatan yang tepat, humanis, dan tidak mengabaikan dunia anak.
Selain itu, visi PIAUD juga menempatkan kearifan lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan pembelajaran. Nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan masyarakat Bondowoso dan tradisi keislaman yang berkembang di tengah masyarakat menjadi potensi yang dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan anak usia dini.
Menurut Kurnia, calon pendidik PAUD perlu memiliki kemampuan untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual. Anak tidak harus selalu dikenalkan dengan sesuatu yang jauh dari lingkungan kehidupannya. Justru lingkungan terdekat dapat menjadi sumber belajar yang kaya untuk membangun pengetahuan sekaligus karakter anak.
Untuk mewujudkan visi tersebut, PIAUD memiliki sejumlah misi yang mencakup bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama dan kemitraan.
Pada bidang pendidikan dan pengajaran, mahasiswa diarahkan untuk memahami pembelajaran ramah anak melalui kearifan lokal dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Sementara dalam bidang penelitian, PIAUD mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada pembelajaran anak usia dini yang aman, inklusif, dan berkebinekaan melalui pendekatan berbasis kearifan lokal.
Tidak berhenti di ruang kelas, misi PIAUD juga diarahkan pada pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa nantinya diharapkan mampu mengambil peran dalam memberikan edukasi serta berkontribusi terhadap penguatan pendidikan anak usia dini di tengah masyarakat.
Adapun kerja sama dan kemitraan menjadi bagian lain dari strategi pengembangan program studi. PIAUD membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat regional, nasional, maupun internasional dalam rangka memperkuat pengembangan pembelajaran anak usia dini.
Kurnia juga memperkenalkan sejumlah profil lulusan yang dipersiapkan oleh PIAUD. Lulusan tidak hanya diarahkan menjadi pendidik PAUD Islami, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang sebagai pengembang program PAUD, peneliti pendidikan anak usia dini, praktisi pengabdian masyarakat, serta konsultan dan fasilitator PAUD.
Dengan profil tersebut, mahasiswa sejak awal didorong untuk melihat pendidikan PIAUD secara lebih luas. Dunia PAUD tidak hanya membutuhkan guru yang mampu mengajar, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu melakukan riset, mengembangkan program, mendampingi masyarakat, serta menciptakan inovasi pendidikan anak.
Pengalaman Kurnia Astutik sendiri tidak terlepas dari dunia pendidikan anak usia dini. Sebelum menjabat sebagai Kepala Program Studi PIAUD Universitas At-Taqwa Bondowoso, ia pernah dipercaya sebagai Kepala TK At-Taqwa Bondowoso, lembaga pendidikan yang berada dalam satu yayasan dengan Universitas At-Taqwa Bondowoso.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membawa perspektif praktis ke dalam pengembangan akademik PIAUD. Pengalaman bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan anak memberikan gambaran bahwa teori dan praktik harus berjalan beriringan dalam menyiapkan calon pendidik PAUD.
Bagi mahasiswa baru, pengenalan visi dan misi tersebut menjadi langkah awal untuk memahami arah perjalanan akademik mereka selama menempuh pendidikan di PIAUD Universitas At-Taqwa Bondowoso.
Lebih jauh, visi tersebut menunjukkan bahwa PIAUD ingin membangun lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan pedagogis, tetapi juga memiliki karakter, adab, kepedulian sosial, serta kemampuan membaca potensi lingkungan sebagai bagian dari proses pendidikan.
Melalui visi “Mendidik Generasi Rabbani, Berakar pada Kearifan Lokal, Berkontribusi untuk Bangsa,” PIAUD Universitas At-Taqwa Bondowoso menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian penting dari investasi masa depan.
Sebab pendidikan anak bukan sekadar mempersiapkan anak untuk memasuki jenjang sekolah berikutnya. Lebih dari itu, pendidikan pada usia dini merupakan proses awal untuk membangun manusia yang berilmu, beradab, memiliki karakter, dan mampu tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Pengenalan program studi kepada mahasiswa baru akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda akademik. Ia menjadi momentum untuk memperkenalkan arah perjuangan PIAUD sekaligus mengajak mahasiswa sejak awal memahami bahwa pilihan mereka untuk belajar pendidikan anak usia dini membawa tanggung jawab besar: ikut mempersiapkan generasi masa depan.
Dari ruang kelas PIAUD, pendidikan anak usia dini diharapkan tidak hanya melahirkan pendidik yang mampu mengajar, tetapi juga manusia yang mampu mendidik dengan ilmu, adab, kearifan lokal, dan keteladanan. (*/Rif)



