Surabaya, radar96.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) menyambut Pataka Resolusi Jihad yang diantar pasukan Napak Tilas Resolusi Jihad Jombang-Surabaya yang singgah ke halaman Kantor PWNU Jawa Timur, Kamis (22/10/2026) pukul 16.00 WIB.
Penyambutan tersebut turut dihadiri Sekretaris PWNU Jawa Timur, Ir. H. Muhammad Faqih, MSA., Ph.D., Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PWNU Jawa Timur, . M. Musta’in, serta jajaran pengurus PWNU Jawa Timur lainnya. Hadir pula pengurus dari PCNU Sidoarjo, karena Pataka Resolusi Jihad itu menempuh rute dari Jombang (Pesantren Tebuireng) ke PCNU Mojokerto, lalu PCNU Sidoarjo dan PWNU Jatim hingga terakhir ke PCNU Surabaya.





Dalam penyerahan itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH. M. Zainal Abidin, M.Pd., menyerahkan bendera simbolik kepada Ketua PWNU Jatim Gus Firjaun. “Perjalanan kirab Resolusi Jihad dari Sidoarjo ke Surabaya cukup lancar, karena itu kami sekarang menyerahkan kepada Ketua PWNU Jatim dengan penuh kerendahan hati sebagai bentuk penghormatan dan ikhtiar melanjutkan semangat juang para ulama,” katanya.
Napak tilas ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 untuk mengenang dan meneladani semangat Resolusi Jihad yang menjadi salah satu tonggak perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pataka Resolusi Jihad tersebut menjadi simbol pengingat atas peran ulama dan santri dalam mempertahankan NKRI.
Sementara itu, Gus Firjaun menegaskan bahwa semangat Resolusi Jihad merupakan salah satu tonggak penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para ulama harus terus dirawat dan diwujudkan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, serta dalam pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.
“Semoga seluruh yang mengikuti kirab ini diakui sebagai santri Mbah Hasyim Asy’ari. Semoga semua yang terlibat, baik dari jajaran kepengurusan NU maupun seluruh warga NU, dianugerahi semangat layaknya semanagat Mbah Hasyim Asy’ari dalam merawat NU. Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar,” ungkap Gus Firjaun dengan suara tersedu.
Dengan mengucapkan La haula wa la quwwata illa billah, Gus Firjaun pun berpesan agar semangat Resolusi Jihad senantiasa membara di tengah perubahan zaman. Meskipun tantangan yang dihadapi generasi saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan, tapi semangat pengabdian, keberanian, dan tanggung jawab untuk menjaga agama, bangsa, serta jam’iyah/organisasi harus tetap hidup sesuai bentuk zamannya.
“Melalui napak tilas dan kirab Pataka Resolusi Jihad ini, nilai-nilai perjuangan para ulama dan santri tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus merawat persatuan, menjaga keutuhan bangsa, serta memperkuat khidmah kepada agama, masyarakat, dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” katanya.
Apel PWNU dan HBNO
Pagi harinya (22/10), PWNU Jatim melaksanakan Apel Hari Santri Nasional 2026 yang diikuti 300-an pengurus dan jajaran badan otonom serta lembaga di lingkungan PWNU yang berlangsung di Aula KHM Hasyim Asy’ari PWNU Jatim mulai pukul 08.30 WIB dengan suasana tertib dan penuh khidmat, meski dalam ruangan di lantai atas gedung PWNU itu.
Dalam apel kali ini, para peserta di Kantor PWNU Jawa Timur mengikuti pembacaan amanat dan rangkaian upacara secara langsung melalui tayangan live video yang disambungkan dari pusat peringatan Hari Santri Nasional oleh PBNU di Pondok Pesantreng Tebu Ireng Jombang yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).
Dalam amanatnya, Gus Kikin menyatakan bahwa Indonesia telah merdeka lebih dari delapan decade, namun persoalan bangsa masih sangat besar, karena itu ia menyerukan supaya para santri tetap menghidupkan Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari (muassis/pendiri NU).
“Bukan melalui bambu runcing dan mengangkat senjata, melainkan melalui pemikiran, dan gerakan untuk ikut serta dalam mengatasi kemiskinan, kebodohan, kerusakan hutan dan lingkungan, praktik korupsi dan tantangan yang lainnya. Untuk itu, semangat persatuan yang digaris bawahi KH Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari merupakan modal kita semua,” katanya.
Setelah penyerahan Pataka Resolusi Jihad di PWNU Jatim itu, pasukan pengawal melakukan kirab Pataka Resolusi Jihad dari PWNU ke PCNU Surabaya (HBNO) dengan pengawalan 99 banser yang menggunakan motor dan mobil antik. Di PCNU/HBNO, pataka diserahkan ke PBNU yakni Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Gus Kikin dalam acara Mujahadah HSN 2026.
“Kami juga berencana mengadakan Mujahadah HSN, tapi PBNU-PCNU juga mengadakan Mujahadah, maka kami bergabung saja, sehingga acara HSN di PWNU Jatim tinggal HSN Super League (27-31/10), Apel Kader, Lomba Kinerja Antar-PRNU, dan NUConomic yang dirangkai dengan Konser Amal. Agenda yang sudah tuntas adalah Kick Off HSN, Ziarah Muassis/Muharrik, Apel HSN, Mujahadah, dan sebagaian dari acara HSN oleh Lembaga di lingkungan PWNU Jatim,” kata Ketua HSN PWNU HM Musta’in. (*/pwnu)



