Pasuruan (Radar96.com) – Dua bulan terakhir, hati Supina diliputi rasa gelisah akibat tidak menentunya harga dan ketersediaan minyak goreng. Sebagai penjual gorengan, perempuan berusia 54 tahun ini langsung merasakan dampaknya.
“Seharusnya saya memang harus menaikkan harga gorengannya, tapi takut nanti malah tidak ada yang beli. Jadi bingung harus bagaimana,” kata warga Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini.
Di saat yang sama, lanjut Supina, sudah lama ia ingin mengganti rak kayu dan kompor yang sudah mulai sulit dinyalakan. Namun di tengah situasi kenaikan harga beberapa kebutuhan yang ada ia tak punya cukup biaya untuk membelinya.
Untuk itulah, Pimpinan Wilayah (PW) NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Timur menyalurkan bantuan modal usaha kepada Supina. Bantuan diwujudkan dalam bentuk etalase kaca, kompor, tabung gas, gelas dan beberapa perangkat lainnya pada Jumat (18/3) siang di rumahnya.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur ada bantuan ini. Sudah lama saya ingin beli ini tapi tidak bisa. Apalagi harga minyak goreng dan lain-lainnya naik,” ungkapnya bahagia.

Ketua PW NU Care-Lazisnu Jatim Ahmad Afif Amrullah yang hadir dalam penyerahan mengatakan, ini merupakan program reguler Bina Desa Nusantara. Kali ini, pihaknya bekerjasama dengan NU Care-Lazisnu Kota Pasuruan dengan mendistribusikan zakat produktif sebesar Rp. 10 juta untuk bantuan modal usaha bagi empat penerima.
“Alhamdulillah, inilah salah satu wujud aksi kemanusiaan NU di bidang ekonomi melalui pengelolaan dana zakat, infaq dan shadaqah. Kami selalu berkomitmen untuk membantu masyarakat dhuafa berdasarkan kebutuhan dasarnya dan berorientasi pada pemberdayaan maupun peningkatan kesejahteraan,” kata Afif.
Sementara itu, Ketua NU Care-Lazisnu Kota Pasuruan Ustadz Zainullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja sama ini. Menurutnya ini juga sekaligus memotivasi para penggerak NU Care-Lazisnu Kelurahan Bakalan dan NU Care-Lazisnu Kecamatan Bugul Kidul untuk terus meningkatkan kinerjanya.
“Alhamdulillah, sebelum penyerahan tadi Ketua PW Lazisnu Jatim juga sudah menyampaikan arahan kepada para pengurus Lazisnu agar terus bersemangat dan meningkatkan aksi-aksi kemanusiaan NU di wilayah kerja masing-masing,” ungkapnya.
Selain Supina, tiga tetangga yang mendapat bantuan modal usaha adalah Rismawati (penjual es oyen), Umi Kulsum (penjual bakso) dan Ispanudin (penjual nasi goreng). Sedangkan para undangan yang menyaksikan antara lain Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Pasuruan, Camat Bugul Kidul, Lurah Bakalan bersama para pengurus MWC NU, Ranting NU dan sejumlah pengurus badan otonom NU.(*)



