Bojonegoro (Radar96.com) – Tim ISNU Jawa Timur terus mendukung percepatan Provinsi Jawa Timur menjadi “Halal Center (Pusat Halal) Indonesia” melalui Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang dilakukan di Malang, Madiun, Lamongan, Surabaya, hingga akhirnya di Bojonegoro dan seterusnya di seluruh Jatim.
Di Bojonegoro, sebanyak 100 orang pendamping PPH dari Bojonegoro mengikuti pelatihan di Aula SMA Negeri Model Terpadu Bojonegoro, Minggu (20/3/2022), yang berlangsung selama dua hari untuk melatih mereka menjadi pendamping Usaha Mikro dan Kecil guna mendapatkan sertifikasi halal melalui jalur “self declare” (pernyataan mandiri).

Dalam acara yang juga dihadiri Ketua PC ISNU Bojonegoro Dr Yogi Prana Izza itu, Ketua PW ISNU Jatim Prof HM Mas’ud Said, menyatakan, pelatihan ini merupakan upaya untuk meng-upgrade pengetahuan dan keterampilan para pendamping yang dari awalnya tidak tahu menjadi paham dan ahli.
“Oleh karena itu para pendamping harus bersungguh-sungguh. Sebab, persoalan halal haram perlu penguasaan materi yang mumpuni dan pemahaman menyeluruh sehingga masyarakat khususnya umat Islam benar-benar mendapatkan suguhan halal dari produk-produk yang disertifikasi”, paparnya.
Alumni program doktoral Flinders University Australia ini menjelaskan, baik Gubernur Jawa Timur maupun Bupati Bojonegoro sudah sepemahaman terkait dengan pengarusutamaan isu-isu halal dalam kegiatan perekonomian masyarakat. Tujuannya agar keinginan provinsi Jawa Timur menjadi halal center Indonesia didukung sepenuhnya ole masyarakat Bojonegoro.
“Saya ini tiga tahun menjadi Ketua Dewan Riset Kabupaten Bojonegoro, dan saya bukan orang asing di Bojonegoro. Antara Bu Khofifah dan Bu Ana Muawanah sudah saling mendukung terkait isu ini. Nanti pencapaian Pusat Halal Jawa Timur bisa lebih cepat, karena Presiden dan Wapres juga mendukung sepenuhnya,” katanya.
Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah mendukung penuh pelatihan yang diselenggarakan ISNU Jatim ini. Ia menjelaskan semenjak pandemi berakhir perekonomian masyarakat Bojonegoro berangsur-angsur membaik dan naik terus, termasuk sektor pertanian dan industri pengolahan, bahkan mengalami kenaikan yang signifikan.
Bupati Anna Muawanah optimistis perkembangan perekonomian Bojonegoro dan Jawa Timur akan terus membaik. Beberapa hal yang dilakukannya untuk mendukung upaya itu adalah dengan memperluas perekekonomian.
Bidang halal, menurut Bupati Ana, menjadi sumber ekonomi baru yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat. Meski posisi Indonesia saat ini di peringkat ke-4 di industri halal global. Namun ia melihat justru hal ini menjadi potency sekaligus peluang bagi kabupaten Bojonegoro untuk mengisinya dengan meningkatkan industri halal.
“Tahun lalu IPM kami mengalami kenaikan 0,55 persen yang itu menjadi terbaik keempat se-Jawa Timur. Tentu hal ini juga menjadi modal kami untuk mengakselerasi industri halal di Jawa Timur,” ujar Bupati yang bergelar Doktor Manajemen Lingkungan dari Universitas Negeri Jakarta ini.
Kasi Bimas Kemenag Bojonegoro, Dr. Abdullah Hafidz menjelaskan, selain umat Islam, produk-produk halal juga ditujukan kepada masyarakat non-muslim. Kemenag Bojonegoro akan menindaklanjuti program-program yang diinisiasi ISNU terkait isu halal melalui penyuluh-penyuluh halal yang ada di masing-masing kecamatan.
Ia mengakui saat ini masih banyak produk-produk yang belum bersertifikat halal, bukan hanya makanan, melainkan juga kosmetik, fashion, obat-obatan dan sebagainya. Menurutnya, isu halal harus di-masif-kan kepada masyarakat sehingga Bojonegoro bisa menjadi pusat halal di Jawa Timur.
“Jika yang dikonsumsi bukan makanan halal, maka kemungkinan hidup susah itu semakin besar. Oleh karena itu, kami siap mendukung. Kami punya satgas halal juga yang bisa bergerak dengan penyuluh-penyuluh,” pungkasnya. (*/pna)

