Surabaya, radar96.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur mengusulkan 16 nama masyayikh/ulama sepuh untuk masuk Tim AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdy) yang berhak memilih Rais Aam Syuriyah PBNU dalam Muktamar ke-35 NU di Pesantren Tambakberas, Jombang pada 27-31 Agustus 2026.
“Setelah beberapa kali rapat pengurus syuriyah dan tanfidziyah PWNU Jatim dan melakukan rapat koordinasi dengan PCNU se-Jatim (21/7), kami sepakat mengusulkan 16 nama masyayikh masuk Tim AHWA dan menugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz menjadi kandidat Ketua Umum PBNU,” kata Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir di Surabaya, Rabu.

Ke-16 ulama AHWA usulan PW Jatim bersama PCNU se-Jatim adalah KH Anwar Mansyur (Jatim), KH Makruf Amin (Banten), KH Nurul Huda (Jatim), KH Mustofa Bisri (Jateng), KH Miftahul Ahyar (Jatim), KH. Anwar Iskandar (Jatim), KH Afifuddin Muhajir (Jatim), KH. Said Aqil Siroj (Jakarta), KH Tuan Guru Turmudzi (NTB), KH Buya Muhtadin (Banten), KH Wildan (Kalsel), Tengku KH. Nailuzzahri (Aceh), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Jateng), KH Zaunul Abidin (Sulsel), KH Khozien Adnen (Sumbar), dan Syech KH Ali Akbar Marbun (Sumut)

“Selain itu, Jatim juga mengusulkan agar Muktamar ke-35 NU juga memberlakukan pemilihan Ketua Umum PBNU melalui usulan PCNU tentang sejumlah nama kandidat yang diserahkan kepada Rais Aam untuk memilih salah satu kandidat usulan PCNU itu dengan persetujuan AHWA, sehingga meminimalisir kompetisi dan mengangkat kolaborasi,” katanya.
Tentang pemilihan 16 nama masyayikh yang masuk AHWA itu, ia menjelaskan awalnya ada 27 nama ulama dari berbagai daerah di Indonesia yang dijaring PWNU Jatim, lalu diperas menjadi 16 nama dalam rapat Syuriyah PWNU Jatim dan akhirnya disampaikan ke PCNU se-Jatim dalam rapat koordinasi persiapan muktamar itu (21/7), namun nantinya 16 nama itu akan dipilih 9 nama masyayikh sebagai Tim AHWA oleh muktamirin.
“Yang jelas, pemilihan masyayikh untuk Tim AHWA itu didasarkan pada kriteria, antara lain alim, memiliki integritas moral, bersikap adil, tawadhu, berpengaruh, memiliki pengetahuan untuk memilih pemimpin yang munadzim dan muharrik, wara’, dan zuhud,” katanya, didampingi Tim PWNU Jatim, Prof Masykuri Bakri dan Prof Kacung Marijan. (*/fpnu)



