By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Panca Harokah NU
(In Memoriam KH. Syafruddin Syarif)
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Panca Harokah NU
(In Memoriam KH. Syafruddin Syarif)
Kolom

Panca Harokah NU
(In Memoriam KH. Syafruddin Syarif)

11/05/2022 Kolom
Almarhum KH. Syafruddin Syarif yang merupakan Katib Syutiah PWNU Jatim saat memberikan taujihad terkait Panca Harokah NU, dalam sebuah kegiatan Turba PWNU Jatim ke PCNU se-Madura yang dipusatkan di MWCNU Gapura, Sumenep, Madura, 30 Mei 2021. (*/AW)
SHARE

Oleh Ahmad Wiyono *)

Dalam sebuah kegiatan Turba PWNU Jatim ke PCNU se-Madura yang dipusatkan di MWCNU Gapura, Sumenep, Madura, 30 Mei 2021, Almarhum KH. Syafruddin Syarif yang merupakan Katib Syutiah PWNU Jatim hadir dan memberikan taujihad terkait Panca Harokah NU, yang isinya membuat saya –mungkin juga semua hadirin- semakin yakin akan kehebatan NU.

Panca harokah NU (Lima Gerakan NU) meliputi:

  1. Kaderisasi,
  2. Literasi Dakwah,
  3. Pendidikan,
  4. Fasilitas Kesehatan (Faskes)
  5. Ekonomi.

Panca Harokah NU ini menjadi penting untuk dipahami dan dilaksanakan karena itu diyakini menjadi pilar pergerakan perjuangan Jam’iyah di masa kini dan akan datang.

Pertama Kaderisasi: keberlanjutan organisasi sangat ditentukan oleh seberapa besar kegiatan kaderisasi di tubuh organisasi tersebut, termasuk di NU, maka beliau menyebut bahwa kaderisasi menjadi gerakan utama yang harus dilakukan untuk memastikan organisasi tetap eksis dan berjalan sesuai visi yang sudah dibangun oleh para muassis atau pendirinya.

Kedua Literasi Dakwah: gerakan perjuangan NU tidak bisa lepas dari kegiatan dakwah, maka harus selalu lahir juru dakwah yang bisa mentrasnformasikan misi Islam dan pengetahuan kepada umat dengan cara yang ramah. Literasi dakwah ini harus mengintegrasikan pengetahuan (ilmu), pengalaman serta metodologi yang mencerminkan kedamaian, sehingga terumuskan menjadi dakwah yang ramah bukan dakwah yang marah.

Selain itu, digitalisasi dakwah juga perlu digalakkan oleh para ulama dan kader NU disemua level, sebagai jawaban atas sikap adabtif jam’iyah aklan kemajuan teknologi informasi.

Ketiga Pendidikan: Penguatan SDM NU harus dipacu dari semua lini, salah saunya dari sektor pendidikan, baik formal maupun informal. Maka, kader-kader NU perlu meningkatkan kualitas pendidikannya melalui jalur dan jejaring yang bisa ditempuh sesuai kapasitas masing-masing. Dalam konteks ini, harokah pendidikan juga bias dimaknai sebagai gerakan membangun ruang pendidikan yang berbasis NU, mulai dari level pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Keempat Faskes: KH. Syafruddin juga menegaskan pentingnya penyediaan Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang berbasis NU, maka satu dari lima gerakan NUmenurut beliau adalah perjuangan membangun Faskes NU, baik di tingkat cabang, Wilayah maupun pusat.

Kelima Ekonomi: sebagaimana menjadi mimpi besar NU sejak beberapa waktu terakhir terkait kemandirian ekonomi NU, maka gerakan kelima NU adalah penguatan ekonomi Jam’iyah dan Jemaah. Ini bisa dilakukan dengan berbagai model dan pendekatan, seperti pendirian koperasi, BMT, UMKM, dan beragam jenis usaha lainnya, yang semua itu berbasis Jemaah dan kemudian berimplikasi untuk kemandirian jam’iyah.

Paparan (almarhum) ini seakan membuka jalan terang masa depan NU, ada optimisme yang luar biasa bahwa NU di masa yang akan datang akan betul-betul menjadi organisasi dambaan umat. Maka, Panca Harokah NU sebagaimana telah disebut di atas menjadi kunci untuk diaktualisasikan dalam pergerakan perjuangan NU.

Sebagai tambahan, sebelum beliau mengakhiri taujihadnya, beliau sempat mengisahkan dawuh Habib Lutfi. Dalam kisahnya beliau menyampaikan bahwa Habib Lutfi berdoa kepada Allah, ingin berhenti ngurus NU, atau ingin berhenti jadi pengurus karena usia sudah 70 tahun, namun beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah: “Jangan tinggalkan NU, dampingi NU, terus sampean di Nahdlatul Ulama, itulah ijtihad kamu, toriqot kamu, supaya kamu terus di Nahdlatul Ulama”.

“Ini sekelas Habib Lutfi, apalagi kita yang banyak dosanya, maka beruntunglah kita ada di Nahdlatul Ulama, semoga sampai mati tetap di Nahdlatul Ulama dan diakui sebagai santrinya Hadratusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari,” kata KH. Syafruddin, mengakhiri taujihad-nya. (*)

*) Penulis adalah Ketua Lakpesdam NU Pamekasan

Iklan.

You Might Also Like

Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah

Superpower Keikhlasan: Mengurai Akar Akuntabilitas dalam Tradisi NU

Menegakkan Panji NU di Muktamar ke-35: Belajar dari Hajar Aswad Memasuki Abad Kedua NU

‘Haramkah’ NU Berpolitik?

Menakar Usulan Kiai Sepuh dalam Penyusunan AHWA

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Partisipasi Publik Demi Legitimasi Penjabat Kepala Daerah
Next Article Hoaks, Video Wapres Ma’ruf Amin (Islam Nusantara) Shalat Jenazah Pakai Rukuk dan Sujud

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah
Kolom
Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus
Sospol
BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya
Sospol
Superpower Keikhlasan: Mengurai Akar Akuntabilitas dalam Tradisi NU
Kolom

You Might also Like

Kolom

Harapan Muktamar NU ke-35 Jombang : Refleksi, Muhasabah, dan Dinamika NU Menyongsong Abad Kedua

21/08/2026
Kolom

NU dalam Akuarium: Menjaga Air Tetap Jernih Menjelang Muktamar

21/08/2026
Kolom

Sejarah Bukan Sekadar untuk Menenangkan, tetapi untuk Belajar

20/08/2026
KolomOpini

Adab Berbeda Pendapat Menjelang Muktamar ke-35 NU

18/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?