By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah: Hardiknas 2022 jadi momentum Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gubernur Khofifah: Hardiknas 2022 jadi momentum Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi
Sospol

Gubernur Khofifah: Hardiknas 2022 jadi momentum Pemulihan Pendidikan Pasca Pandemi

13/05/2022 Sospol
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei Tahun 2022 di Gedung Negara Grahadi, Jumat (13/05). Upacara ini baru dilakukan hari ini karena tanggal 2 Mei bertepatan dengan 1 Syawal 1443 Hijriah. (*/hmn)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei Tahun 2022 di Gedung Negara Grahadi, Jumat (13/05). Upacara ini baru dilakukan hari ini karena tanggal 2 Mei bertepatan dengan 1 Syawal 1443 Hijriah.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Hari Pendidikan Nasional ini adalah momentum bersama untuk bergerak bersinergi menjadi pemimpin di sektor masing-masing.

Dengan semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani, ia menekankan pentingnya untuk bersama-sama memulihkan pendidikan Indonesia, khususnya Jawa Timur.

“Kita harus tetap bergerak untuk menjaga komitmen bersama demi memajukan pendidikan dengan tujuan mencetak SDM (Sumber Daya Manusia) Unggul,” ungkap Gubernur Khofifah dalam paparannya.

Menurut Khofifah, di era digital saat ini, masyarakat dituntut untuk mampu berpikir dan bergerak out of the box sebagai upaya membawa pendidikan lebih baik melalui kemerdekaan dalam belajar. Muaranya tentu sejalan dengan arah pembangunan manusia yaitu SDM unggul yang akan mengantarkan kepada kemajuan Indonesia.

Khofifah menambahkan, pendidikan bukan hanya sebagai wahana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. “Namun pendidikan adalah sarana untuk mengembangkan kreativitas menuju bangsa yang beradab, berkarakter dan berbudi luhur” ujarnya.

Sementara itu, bagi penyelenggara sekolah luar biasa dan bagi anak berkebutuhan khusus, Khofifah mengatakan bahwa pendidikan amat diperlukan untuk mengakomodir keragaman, kemampuan, dan karakteristik siswa.

“Saya ingin mengingatkan kembali adanya keberagaman siswa dan bagaimana seharusnya assessment dikembangkan. Semoga kemerdekaan dalam belajar menjadi suatu yang nyata dan teraplikasi dengan baik,” harapnya.

Hingga saat ini, kata Gubernur Khofifah, seluruh sekolah dan guru penggerak di Jawa Timur ini terus bergerak guna mewujudkan visi Pendidikan Indonesia, yakni Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.

“Marilah kita menjadi agen-agen penggerak bagi kemajuan pendidikan karena pendidikan merupakan pembangunan peradaban satu negara,” cetusnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Prov Jatim total sekolah penggerak di Jatim sebanyak 200 sekolah. Lalu dirinya pun berharap bahwa kurikulum merdeka kelak juga dapat dilaksanakan dengan baik.

Khofifah menyebut fleksibilitas dari siswa untuk bisa mengambil mata pelajaran tertentu sebagai penguat jurusan utama merupakan wujud implementasi kurikulum merdeka di sekolah-sekolah penggerak. Bersama guru yang juga sebagai nafas penggerak, langkah itu mendukung Prodi Utama yang siswa ambil serta memungkinkan mereka mendapatkan banyak ilmu. Artinya, para siswa bisa terdorong melakukan kemandirian dalam berkreatif dengan bekal yang relatif komprehensif.

“Misalnya siswa ada di jurusan Tata Boga. Di ilmu Tata Boga ini memungkinkan perlu ilmu Akuntansi dan Pemasaran. Maka dengan hadirnya kurikulum merdeka, ini menjadi sebuah peluang untuk siswa memaksimalkan potensinya dengan mengikuti mata pelajaran terkait yang mendukung jurusan utama,” jelasnya

“Nah, ini menurut saya, menjadi bagian yang sangat penting karena banyak yang bisa memproduksi tapi kemudian mengakses pasarnya kesulitan,” imbuhnya.

Semangat Hardiknas tahun ini adalah agar Keketuaan/Presidensi G20 di Indonesia mampu menjadi komandan pemulihan, kebangkitan ekonomi dan kebangkitan semangat. “Itu terkait bagaimana kita bergerak bisa membangun merdeka belajar. Semangat pemulihan dari perspektif Presidensi G20 menjadi bagian yang sangat penting di Hardiknas 2022,” tuturnya.

“Kita ingin memastikan bahwa kita punya semangat untuk bangkit dan Indonesia siap untuk memimpin pemulihan melalui presidensi G20. Semangat itulah yang harus terus digerakkan,” tambah Khofifah.

Dalam amanatnya, ia juga menyampaikan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Nadiem Makarim menyebut bahwa kurikulum Merdeka Belajar adalah jawaban dari tantangan dunia pendidikan selama masa pandemi Covid-19 berlangsung. Bahkan, lebih dari 140.000 satuan pendidikan telah menerapkan kurikulum merdeka.

“Kurikulum Merdeka Belajar terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kurikulum ini justru menghadirkan suasana belajar yang lebih merdeka dan menyenangkan,” ungkap Gubernur Khofifah dalam amanatnya.

Kurikulum ini juga, lanjutnya, dirasa tidak membebani mental pelajar dalam menghadapi asesmen tes kelulusan nasional. “Justru ini yang menjadi bahan refleksi bagi guru agar terus belajar. Bukan bermaksud untuk ‘menghukum’ guru dan murid,” jelasnya

“Bahkan, kurikulum ini bisa memotivasi kepala sekolah untuk mengingkatkan kualitas sekolah menjadi inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar dunia pendidikan,” imbuh Mantan Menteri Sosial itu.

Dengan semangat kebangkitan pendidikan dan diiringi kebudayaan yang lebih aktif serta merdeka, kegigihan untuk melahirkan terobosan pun muncul bersautan. “Tak lagi ada batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi. Semangat untuk terus menggerakan kemajuan kebudayaan pun masif digaungkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa usaha positif memajukan dunia pendidikan dan sektor kebudayaan ini bukan hanya dirasakan oleh warga Indonesia saja. Melainkan, telah digaungkan hingga presidensi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. “Ini bukti bahwa kita bukan lagi sebagai pengikut, tapi kini kita menjadi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia,” ujar Khofifah.

Masih dalam pidato yang sama, Khofifah menjelaskan beragam capaian positif yang telah diperoleh dan dirasakan manfaatnya oleh banyak pihak bukanlah standar untuk dijadikan rasa puas. Melainkan dengan gerakan yang semakin serentak dan cepat akan menjadi suntikan semangat untuk menembus rintangan.

“Karena kita belum sampai di garis finish. Masih ada halang rintang yang jauh lebih besar dan tinggi. Maka bersama-sama, kita akan terus memimpin pemulihan dan bergerak untuk merdeka belajar,” ajaknya.

Di akhir penyampaian amanat, Khofifah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh para guru, para tenaga pendidik dan kependidikan, dan seluruh penyelenggara lembaga pendidikan. Sebab, jasanya dalam memajukan taraf pendidikan sangat nyata.

“Akhir kata, saya mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Bangkitkan semangat untuk pimpin pemulihan, bergerak untuk merdeka belajar. Terima kasih dan selamat dan untuk semuanya,” pungkasnya

Dalam gelaran Upacara Hardiknas Tahun 2022 tersebut, juga turut dilakukan penyematan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya kepada tiga orang penerima. Ketiganya adalah Dra. Tri Nastiti, S.Pd, M.Pd, dari SMAN XI Surabaya atas Pengabdian 30 Tahun, Asyharuddin, S.Pd, S.ST, M.Pd, dari SMKN 12 Surabaya atas Pengabdian 20 Tahun dan Imam Mahfud dari SMKN 1 Buduran Sidoarjo atas Pengabdian 10 Tahun.

Tidak hanya penyematan Satya Lancana, Gubernur Khofifah juga berkesempatan untuk menyerahkan berbagai penghargaan bagi SMA/SMK di Jawa Timur, atas prestasi di tingkat nasional, regional maupun internasional.

Untuk kategori SMA, penghargaan yang diberikan antara lain Juara I Kompetisi 12rd Regional Congress Search for SEAMEO Young Scientists, Juara I Asian Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair, Juara I Kompetisi Search for SEAMEO Young Scientists 2022 tingkat Asia Tenggara hingga Juara I The International Criminal Police Organization “Pursuing Global Peace and Prosperity”.

Sementara di kategori SMK, turut diserahkan pula penghargaan atas Juara I Kompetisi Search for SEAMEO Young Scientists 2022 tingkat Asia Tenggara, Juara I Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tahun 2021, hingga Juara I Festival dan Lomba Seni Siswa (FLS2N) STahun 2021. Penghargaan tersebut diberikan kepada sebanyak 39 siswa sesuai dengan capaian prestasi pada bidang yang dilombakan.

Usai upacara peserta yang hadir dapat menyaksikan atraksi menarik gelar Marching Band “Taruna Nala” dari Malang. Khofifah juga meninjau stan pameran yang dihadirkan. Adapun stan yang hadir yakni stan milik PGRI yang memerkan hasil karya batik pemenang lomba dan stan SMA/SMK/PK-PLK.

Hari Perawat Internasional

Sebelumnya (12/5), Gedung Negara Grahadi Surabaya dipenuhi keakraban dalam Halalbihalal bersama tenaga kesehatan pada hari yang bertepatan dengan Hari Perawat Internasional yang jatuh pada 12 Mei 2022. Gubernur didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan PJ Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi.

Dakam halalbihalal khusus bersama para tenaga kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim, perguruan tinggi dan Asosiasi Rumah Sakit Daerah ini, Gubernur Khofifah menyampaikan segenap rasa terima kasihnya kepada para dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, serta asosiasi rumah sakit daerah, terutama dalam menangani pasien Covid-19.

“Terima kasih kepada seluruh nakes termasuk perawat sebagai garda terdepan. Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Terima kasih telah senantiasa bertahan dalam proses perjalanan panjang yang mempertaruhkan banyak hal, utamanya dari dunia profesi kesehatan,” ungkap Khofifah.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah pun mengenang jasa-jasa para tenaga kesehatan yang telah gugur dalam perjuangan menghadapi pandemi yang berlangsung 2 tahun lamanya.

“Yang perlu diingat dari para pejuang yang gugur bukanlah momen menyedihkan dan kehilangan. Tetapi, bagaimana mereka dapat menjadi inspirasi dan pahlawan kemanusiaan,” kenangnya.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Jatim itu mengajak para tenaga kesehatan untuk terus mengirimkan doa terhadap para pejuang kesehatan yang gugur dalam perjuangan dua tahun terakhir ini.

“Mari kita panjatkan doa bersama-sama untuk nakes yang telah berjuang. Para dokter, komandan rumah sakit, sudah berikhtiar, para perawat yang luar biasa pula pertaruhannya, para supir ambulans untuk Covid-19, semuanya adalah garda terdepan dalam menghadapi Pandemi Covid-19,” sebutnya.

Tak lupa, kepada para tenaga kesehatan, dan semua elemen strategis pada pelayanan kesehatan, Khofifah berpesan untuk bersama belajar dari kasus Covid-19 dalam menghadapi hal ini. Yaitu, dengan mengedepankan kolaborasi dan sinergi bersama.

“Bagi para dokter, perawat, penyedia fasilitas kesehatan (faskes) dan alat kesehatan (alkes), khususnya perguruan tinggi, pandemi covid-19 memberi pelajaran bagi kita bahwa strong collaboration dan strong partnership dapat menguatkan kita semua untuk menghadapi ,” tutur Khofifah.

Selanjutnya, mantan Mensos RI ini mengajak kepada seluruh tenaga kesehatan untuk waspada menghadapi kasus Hepatitis Akut yang tengah dihadapi masyarakat, terutama anak-anak. Mohon tetap tenang dan tidak panik. Nakes dan faskes kita siap memberikan pelayanan maksimal.

“Kita harus saling menjaga dan mawas atas kesehatan satu sama lain. Yang tua mengawasi yang muda serta anak-anak, dan sebaliknya. Kita sudah membuktikan, apabila saling menjaga dan bersinergi maka masa kritis dapat kita lewati bersama,” imbuhnya.

Ia mengajak pada nakes untuk terus meningkatkan kesadaran bersama di tengah masyarakat. Terlebih lagi untuk meredam kepanikan yang mungkin muncul akibat ketidaktahuan atas penyakit yang dihadapi.

“Semua orang dari berbagai kalangan, berbagai rentang usia, harus punya awareness akan bahaya penyakit ini. Sebagai nakes, harus punya kepekaan dan bisa gercep melihat gejalanya. Karena semakin cepat ditangani, peluang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan semakin besar,” ujar Khofifah.

Di akhir, Khofifah berharap agar silaturahmi antara Pemprov Jatim dan para nakes dapat senantiasa terjalin dengan baik, serta menjadi penguatan dalam berbagai program kesehatan nasional ke depannya.

“Makanya silaturahmi ini kami khususkan bagi mereka yang terlibat dalam penanganan Covid-19. Harapan kami bahwa kedekatan dan ikatan dari penanganan sebuah wabah dan penyakit dapat kita jaga dengan baik dan jadikan pelajaran,” harapnya.

“Apa yg sudah kita bangun ini saya harap dapat menjadi proses yang mendekatkan secara hati dan kebersamaan serta kekompakan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kita ,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum IDI Jatim Dr. Sutrisno pun menyampaikan terimakasih atas dukungan pemerintah terhadap segala upaya tenaga kesehatan. Pihaknya mengatakan bahwa ini merupakan usaha para nakes dalam mendukung harapan pemerintah untuk membangun kualitas kehidupan yang lebih baik.

“Kami yakin bahwa kami semua dari insan para dokter, perawat, ingin berbuat yang terbaik dan kami sangat senang bahwa pemerintah telah mendukung yang terbaik. Bersama pemerintah, kami membangun kualitas kehidupan yang lebih baik,” katanya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern

Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H

IPNU-IPPNU dan LBH Ansor Perkuat Advokasi dan Kesadaran Hukum Pelajar

100-an Santri Ikuti “Ngaji Soccer II” di Masjid Al-Akbar

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pemerintah Tegaskan Sudah Jalankan Prosedur Antisipasi Kasus Hepatitis Akut
Next Article Puan Desak Penculik yang Cabuli Anak Dijerat dengan UU TPKS

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

7 Mahasiswa Unusa Lulus di Taiwan, Rektor Sampaikan Sambutan Wisuda
Uncategorized
Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H
Sospol
OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Masjid Al-Akbar Surabaya Sembelih Sapi Presiden, Gubernur, dan Puluhan Sapi-Kambing

28/05/2026
Sospol

Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, Menteri Agama RI Menyerahkan Sapi Qurban kepada PWNU Jawa TImur

27/05/2026
Sospol

Di hadapan 40.000 Jamaah Masjid Al-Akbar, Prof Halim Soebahar: Idul Adha Ajarkan Kesabaran Paling Tinggi

27/05/2026
Sospol

PWNU Jatim Terima Sapi Kurban 1,1 ton dari Gubernur Jatim

26/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?