By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Khilafah dan propaganda gagal di Hari Arafah 1443 H/2022
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Khilafah dan propaganda gagal di Hari Arafah 1443 H/2022
Kontrahoax

Khilafah dan propaganda gagal di Hari Arafah 1443 H/2022

09/07/2022 Kontrahoax
Ilustrasi - Idul Adha (*/NUO)
SHARE

Oleh Ayik Heriansyah *)

Tanpa mengurangi rasa toleransi kepada umat Islam Indonesia yang mengadopsi konsep rukyah Amir Mekkah sebagai penentu hari-hari haji sehingga berpuasa Hari Arafah pada hari Jumat (8/7/2022), saya ingin mengkritisi konsistensi nalar mereka. Saya melihat ada kekacauan cara berpikir terkait konsep Hari Arafah dan praktik puasa mereka.

Kelompok tersebut berpendapat bahwa, khusus waktu-waktu dalam ibadah haji, Amir Mekkah yang berwenang menetapkan kapan harinya setelah me-rukyat hilal, atau menerima menerima rukyat hilal dari warga Mekkah di hadapan saksi-saksi.

Dengan kata lain, tanggal 8, 9 dan 10 Dzulhijjah mulai dihitung sejak magrib di sana. Satu hari dihitung dari maghrib ke maghrib. Sudah barang tentu dalam praktiknya tidak ada masalah bagi jamaah haji dan kaum Muslim yang ada di sana terkait waktu-waktu shalat dan puasa.

Waktu puasa dihitung sejak adzan subuh sampai adzan maghrib di tempat seseorang melaksanakan puasa. Jika sedang berada di Mekkah, harus mengikuti jadwal di sana. Jika berada di Bandung, ikut jadwal adzan subuh dan maghrib di Bandung.

Konsekuensi logis dari pendapat yang mengikuti rukyat Amir Mekkah, adalah pergantian hari dimulai saat adzan maghrib waktu Mekkah. Mekkah menjadi patokan, menjadi titik 1 detik. Detik pertama tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dimulai dari sana, bukan dari Bandung.

Jika dihitung dari Indonesia ke Arab Saudi, jarak waktunya 4 jam. Jika dihitung dari Arab Saudi ke Indonesia, jarak waktunya 20 jam.

Jika mereka konsisten mengikuti rukyat Amir Mekkah, maka 9 Dzulhijjah dimulai ketika adzan magrib berkumandang di Mekkah, bukan di Bandung. Hari Arafah bagi mereka baru wujud 20 jam setelah adzan subuh berkumandang pada tanggal 9 Dzulhijjah di Mekkah, bukan 4 jam sebelumnya.

Lalu, mengapa Hari Arafah mereka, 4 jam lebih cepat dari Mekkah? Karena ternyata, secara sadar atau tidak, mereka menggunakan GMT sebagai patokan, bukan rukyat Amir Mekkah. Padahal, katanya, khusus Idul Adha harus mengikuti rukyat Amir Mekkah, yang berarti menjadikan Mekkah sebagai patokan, bukan GMT.

Justru, jika konsisten dengan konsep rukyat Amir Mekkah, puasa Arafah dikerjakan pada hari Sabtu (9/7/2022) ini, karena 20 jam setelah adzan subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah di Mekkah (04.18), jatuh pada pukul 24.18 atau 00.18 WIB hari Sabtu (9/7/2022). Resminya dimulai saat adzan subuh tadi.

Meskipun umat Islam Indonesia yang puasa Arafah hari Sabtu (9/7/2022) ini berdasarkan hasil rukyat lokal, pada faktanya lebih konsisten dan linear dengan hasil rukyat Amir Mekkah.

Artinya, membesar-besarkan masalah ikut rukyat Amir Mekkah, tidak lebih dari sekadar propaganda dari kelompok yang memang sudah dikenal tergila-gila dengan khilafah. Maksud hati mereka, ingin menunjukkan kepada umat, seolah-olah umat sulit bersatu tanpa khilafah, sampai masalah haji pun berpecah belah, padahal mereka sendiri yang tidak konsisten dengan pendapat mereka. (*)

*) Penulis adalah pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kemenag cabut izin Pesantren Shiddiqiyyah, Jombang
Next Article Idul Adha, Gubernur Khofifah: Momentum Berlomba Menebar Manfaat dan Kesholehan Sosial

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PDIP Jatim: Bulan Bung Karno Momentum Bumikan Ideologi Lewat Kerja Nyata
Uncategorized
“Liga Kampung Bung Karno” Disiapkan PDIP Bondowoso Jadi Kawah Candradimuka Pesepak Bola Muda
Sospol
Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan
Nahdliyyin
Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro
Nahdliyyin

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?