Jakarta (Radar96.com/NUO) – Harapan kepada sosok Muh Agil Nuruz Zaman yang terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) masa khidmah 2022-2025 pada Kongres XX IPNU, Selasa (16/8/2022) pagi, langsung disampaikan sejumlah pimpinan cabang.
Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Cirebon Ahmad Yusuf berharap, Ketua Umum PP IPNU yang terpilih dalam Kongres ke XX IPNU ini mampu menggerakkan roda organisasi secara menyeluruh, mulai tingkat pusat hingga ke tingkat yang paling bawah, yaitu ranting dan komisariat.
“Pola gerakan pelajar IPNU belum dilakukan secara kolektif menyeluruh hingga ke bawah. Maka sudah sepatutnya IPNU harus memiliki grand desain rencana program kerja jangka menengah yang akan diejawahantahkan hingga tingkat pimpinan ranting dan komisariat. Misalnya IPNU back to school. Semua harus seirama dari pusat sampai ranting fokus terhadap back to school. Program lain juga harus menyeluruh dari pusat ke bawah,” kata Yusuf pada Senin (15/8/2022).
Yusuf juga berharap bahwa pengembangan dan inovasi yang telah dilakukan oleh kepengurusan PP IPNU masa khidmah 2019-2022 tidak berhenti di situ. Misalnya, persoalan data base yang masih terus membutuhkan pengembangan agar semakin sempurna. Sebab, hal tersebut menjadi kunci untuk distribusi kader.
“Selama ini, kaderisasi hanya berhenti pada pelatihan dan tanpa kelanjutan yang dapat mengantarkan kader ke jenjang pencapaian yang lebih tinggi. Seorang ketua umum, katanya, diharapkan mampu membaca IPNU dalam kacamata jauh apa yang akan terjadi di masa mendatang secara komprehensif,” katanya.
Yusuf menyebut tugas besar IPNU adalah kaderisasi. “Tetapi sekali lagi proses kaderisasi tidak hanya pada level pelatihan. Namun lebih dari itu yakni memastikan proses distribusi kader kita benar-benar dilakukan. Di luar itu, PP IPNU juga harus bisa mengadvokasi pelajar di level pemerintahan, maka dari itu harus punya kemampuan teknokrasi yang baik. Jika dia tidak paham dengan aturan main pemerintahan, maka IPNU sebagai bagian dari civil society akan tertinggal. Alhasil tidak beradaptasi dengan kondisi bangsa Indonesia,” ucapnya.
Yusuf mencontohkan dengan kondisi bangsa Indonesia yang tengah menyiapkan generasi emas, atau sedang mempersiapkan fenomena bonus demografi. “Maka jika tidak dipersiapkan sebagai bagian dari civil society, khawatirnya kader IPNU akan ditinggal dan kemampuan kader akan mentah. Contohnya pasca ber IPNU ya sudah selesai juga kemampuan dan skillnya karena tidak terdistribusi dengan baik,” katanya.
Senada, Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Sulawesi Utara Moh Adli Kadili berharap PP IPNU dapat menyentuh wilayah Indonesia bagian timur. Kehadiran PP IPNU dapat memberikan semangat psikologis bagi kader-kader di sana.
“Kami harapkan untuk PP IPNU selanjutnya harus bisa memberikan perubahan yang dapat mengakomodasi semua wilayah lebih khususnya wilayah Indonesia bagian timur terkait program serta perhatiannya, karena dengan kehadiran serta perhatian PP IPNU kami meyakini mampu untuk memberikan semangat kepada kader-kader IPNU dalam menjalankan roda organisasi yang pada akhirnya mereka merasa bangga menjadi bagian dari IPNU,” lanjutnya.
Adli juga berharap pengelolaan administrasi dan database dapat terus dikembangkan lebih baik dan sesuai zaman. “Diharapkan PP IPNU yang selanjutnya terpilih dapat mempertahankan serta mengembangkan inovasi tersebut menjadi lebih baik ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Bali Achmad Ardy Arifulloh berharap ada kegiatan nasional IPNU yang dapat diselenggarakan di tempatnya. Baginya, hal demikian ini dapat menjadi penarik minat pelajar Bali untuk bergabung dengan IPNU.
Ardy juga mendorong PP IPNU agar betul-betul dapat mengegolkan rekomendasi perihal masuk ke sekolah. Hal tersebut, baginya, akan sangat berarti untuk dapat melakukan kaderisasi di sekolah-sekolah umum.
Visi Misi
Saat penyampaian visi misi calon Ketua Umum IPNU dalam agenda Debat Kandidat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat (14/4/2022), Agil Nuruzzaman memiliki visi IPNU inklusif, produktif, dan prestatif. Hal ini sebagai sebuah manifestasi slogan IPNU yakni back to school dan back up to school.
Jika terpilih, Agil akan mengembangkan fokus kegiatan di akar rumput dan memperkuat komisariat yang menjadi suplai kaderisasi IPNU di masa depan.
Dalam mewujudkan visi tersebut, Agil telah menyiapkan enam misi.
Pertama, melakukan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah di semua tingkatan organisasi, khususnya di akar rumput. Ia menganggap ideologisasi komisariat itu sangat penting khususnya di sekolah-sekolah negeri.
Kedua, mengembangkan IPNU sebagai organisasi modern berbasis riset dan digital serta mendayagunakan potensi kader dan anggota.
Ketiga, melakukan kaderisasi menyeluruh, merata, sesuai jenjang masing-masing untuk meningkatkan kualitas kader.
Keempat, optimalisasi peran komisariat sebagai tahap kaderisasi awal anggota dengan menyiapkan skema kaderisasi berjenjang khusus komisariat. Agil menganggap hal ini penting karena IPNU harus hadir di sekolah-sekolah dan madrasah sebagai komisariat.
Kelima, penegasan kembali Corps Brigade Pembangunan (CBP) sebagai gerakan kepanduan.
Keenam, penguatan peran IPNU dalam upaya konseling dan advokasi pelajar. (*/NUO)
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/harapan-kader-ketua-umum-mampu-gerakkan-ipnu-menyeluruh-CBd1Y
*) https://www.nu.or.id/nasional/visi-misi-calon-ketum-ipnu-2022-2025-ideologisasi-hingga-pengembangan-teknologi-C9VfN



