By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: 1.300 peserta ikuti Perkemahan Moderasi Beragama di Mojokerto
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > 1.300 peserta ikuti Perkemahan Moderasi Beragama di Mojokerto
Sospol

1.300 peserta ikuti Perkemahan Moderasi Beragama di Mojokerto

30/08/2022 Sospol
Kurang lebih 1.300 orang peserta se-Jawa Bali mengikuti Perkemahan Moderasi Beragama yang digelar Kementerian Agama RI di kawasan Ubaya Training Centre (UTC), Trawas, Mojokerto, 28-31 Agustus 2022. Acara yang dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (29/8) sore. (*/hmn)
SHARE

Mojokerto (Radar96.com) – Kurang lebih 1.300 orang peserta se-Jawa Bali mengikuti Perkemahan Moderasi Beragama yang digelar Kementerian Agama RI di kawasan Ubaya Training Centre (UTC), Trawas, Mojokerto, 28-31 Agustus 2022.

Acara yang dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (29/8) sore itu diikuti peserta yang merupakan para penyuluh agama dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindhu dan Budha. Selain itu juga terdapat perwakilan berbagai ormas agama serta Perguruan Tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan tiga pesan khusus kepada seluruh peserta perkemahan lintas agama tersebut.

Pertama, pentingnya upaya untuk mewujudkan Mutual understanding (Saling membangun kesepahaman) dari setiap elemen strategis. Karenanya, masing-masing perlu saling menemukenali dan memahami satu entitas dengan entitas lainnya.

“Di tengah suasana yang penuh harmoni ini. Kita harapkan bisa saling membangun kesepahaman antara satu sama lain. Sebab, kesepahaman inilah yang mendasari semua hal agar tidak mudah salah faham,” tukasnya.

Kedua, yaitu perwujudan mutual trust (saling percaya) satu dengan yang lain. Tujuannya adalah agar seluruh elemen bisa saling membangun kepercayaan.

Ketiga adalah perwujudan mutual respect yang mendorong rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

“Tidak bisa orang saling percaya, saling menghormati dan menghargai kalau tidak disandari oleh kesepahaman yang komprehensif,” pesan Gubernur Khofifah.

Khofifah menuturkan bahwa Indonesia sebagai negara majemuk dengan 714 suku bangsa, tentu memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga persatuan dan kesatuannya.

Namun, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dirinya yakin bahwa kebersamaan itu bisa terus terjaga. Dan melalui proses kemah untuk membangun moderasi beragama menurutnya sebagai pertemuan yang sangat strategis.

“Melalui Perkemahan Moderasi Beragama ini memungkinkan tumbuhnya persaudaran, kesatuan dan persatuan,” tegas Khofifah.

Untuk itu, orang nomor satu di Jatim ini mengucapkan terima kasih atas inisiasi dari Kementerian Agama RI yang telah mengundang lintas sektor, lintas generasi dan menghadirkan forum yang luar biasa ini di Jawa Timur.

“Ada pemuda, penyuluh agama, pimpinan ormas serta perguruan tinggi . Hal ini akan mempersambungkan bagaimana lintas agama di Indonesia ini menjadi kekuatan yang bisa merajut bagaimana persatuan, persaudaraan dan kesatuan itu dibangun sepenuh hati,” jelasnya.

“Kemah ini dilaksanakan di bumi Majapahit. Bawalah ruh Majapahit ini dalam upaya untuk menyemai kasih dan damai dalam menjaga persaudaraan, kesatuan dan persatuan Indonesia. Merdeka!,” pungkasnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Apatis atau Peduli? Diskusi UKSW Menguji Masa Depan Gerakan Mahasiswa

BAZNAS Bondowoso Perkuat Akses Pendidikan

PDUF MUI Jatim Gelar Doa untuk Negeri, Kobarkan Optimisme Menuju Indonesia Emas

Umaha dan YPM Gaungkan Revolusi Hijau Nusantara Melalui Karnaval Akbar 1 Muharram

Tahun Baru Islam 2026, Gubernur Khofifah Resmikan “FishTech” di Masjid Al-Akbar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Dua putra Habib Umar bin Hafidz kunjungi Rais ‘Aam PBNU di Surabaya
Next Article KPK-Pemprov Jatim adakan Bimtek Keluarga Berintegritas bagi ASN

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Apatis atau Peduli? Diskusi UKSW Menguji Masa Depan Gerakan Mahasiswa
Sospol
BAZNAS Bondowoso Perkuat Akses Pendidikan
Sospol
SIKLUS, Inovasi Pasta Gigi Herbal Karya Pesantren Hidayatullah Surabaya
Ekraf
Dibalik angka 6 + 10 = 17 di Ranah Geopolitik
Kolom

You Might also Like

Sospol

Ciptakan Ekosistem Ilmiah, MUI Kota Probolinggo Buat Program Terobosan Kolaborasi dengan Unuja Terbitkan Jurnal Ilmiah Bereputasi

14/06/2026
Sospol

Gus Lilur Desak Dirjen Bea Cukai Dicopot

14/06/2026
Sospol

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Kupas Empat Level Manusia (Muslim, Mukmin, Arif, Ulul Albab)

12/06/2026
Sospol

Pengelola Masjid Islamic Center Pemprov Kaltim Lakukan “Studi Banding” ke Masjid Al-Akbar

10/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?