Jakarta (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, mengatakan perhelatan Religion Forum (R20) International Summit of Religion Leaders telah mencapai persiapan yang matang.
“Persiapan untuk R20 sudah sangat baik, sekitar 30 persen lagi, soal teknis yang sudah bisa selesai kita lakukan,” ungkapnya di sela Introductory Meeting R20 di Jakarta, Senin (5/9/2022).
Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang itu mengatakan, sejauh ini komite telah mendapatkan komitmen tertulis dari 15 negara anggota G20 untuk berpartisipasi dalam inisiatif R20.
“Dari 20 negara, sudah 15 negara yang berpartisipasi dan menyatakan siap datang secara tertulis,” ujar kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu.
Sejumlah 60 partisipan juga telah menyatakan komitmennya untuk menghadiri forum pertemuan pemimpin agama yang dijadwalkan berlangsung pada 2-3 November 2022.
“Vatikan akan mengirim Cardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, dia adalah President of the Pontifical Council for Interreligious Dialogue yang akan menjadi wakil dari Vatikan nanti. Kita juga punya komitmen dari Imam Yahya Sergio Yahe Pallavicini dari Komunitas Islam di Italia. Insyaallah semua akan berjalan lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana (Organizing Committee) Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama, Hj Zannuba Arifah Chafshoh (Yenny Wahid) melihat tingginya antusiasme dari banyak negara di dunia untuk diselenggarakannya R20 ini.
“Karena memang banyak negara yang merasa kebingungan bagaimana mengatasi persoalan masyarakat terkait dengan meningkatnya identitas politik yang berbasis agama,” kata Yenny.
Hal ini karena forum R20 dinilai dapat memberikan solusi terkait fenomena agama yang disalahgunakan sebagai alat politik.
“Banyak negara yang pusing ketika ada konflik antaragama di negaranya,” tutur Direktur Wahid Foundation itu.
Menurut dia, respons baik tersebut harus disambut dengan kerja keras untuk mewujudkan platform R20 sebagai platform yang membawa dampak positif.
“Ini yang kita lihat bahwa banyak dukungan dari negara-negara yang terlibat, bukan cuma negara-negara G20 sendiri, tapi di luar itu juga,” tutur putri kedua Gus Dur ini.
Ia berharap, pertemuan tersebut bisa menjadi sarana bersama untuk merumuskan langkah masa depan yang harus dilakukan agar bisa menyatukan semangat menjadikan agama sebagai sebuah solusi, bukan menjadi bagian dari masalah.
“Bisa menyatukan banyak pemimpin agama untuk menjadikan agama sebagai energi positif, solusi bagi kebaikan di dunia,” pungkas Yenny Wahid.
Terima Kasih NU
Sementara itu, Perwakilan Rabithah ‘Alam Islami (Liga Muslim Dunia), Syeikh Abdurachman Al Khayyat menghadiri introductory meeting Forum Religion (R20) di Ritz Carlton Jakarta, Senin (5/9/2022). Liga Muslim Dunia, organisasi yang berbasis di Arab Saudi, bertindak sebagai co-chair pada Forum R20 yang diinisiasi PBNU.
Dalam sambutannya, Syeikh Al Khayat menyampaikan ucapan terima kasih atas inisiasi Nahdlatul Ulama dalam menggagas pertemuan pemimpin agama dunia yang akan digelar awal November 2022 di Bali.
“Saya sangat senang bisa menghadiri pertemuan ini. Terima kasih banyak untuk Nahdlatul Ulama yang telah bersedia untuk mengorganisasi agenda ini untuk semua orang,” ucap Syeikh Al Khayat.
Ia berharap, perhelatan yang mengusung tema Revealing and Nurturing Religion as a Source of Global Solutions: A Global Movement for Shared Moral and Spiritual Values itu dapat dihadiri representasi pemuka agama dunia dan berjalan dengan baik dan lancar.
“Semoga bisa sukses, insyaallah. Bisa dihadiri oleh seluruh pemuka agama di dunia dan kita doakan yang terbaik,” harapnya. Selaku perwakilan co-chair dalam R20, Syeikh Al Khayyat juga menilai kerja sama antara Liga Muslim Dunia dan PBNU dalam gelaran R20 sebagai kolaborasi strategis.
“Ini merupakan kerja sama terbaik yang dilakukan dengan NU. Dan akan kami melakukannya lebih banyak lagi di masa depan,” ungkapnya.
Pertemuan perdana R20 itu mengundang sejumlah perwakilan Kedutaan Besar dari negara anggota G20 serta organisasi masyarakat (Ormas) Indonesia. Tampak hadir pada acara itu Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi, Wakil Dubes Jepang Tamura Masami, Wakil Dubes Rusia Veronika Novoseltseva, Konselor Politik Kedubes China Qiu Xin Li, Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Manoj Kumar Bhakti, Perwakilan Kedubes Afrika Serikat Inayet Hassan, Perwakilan Kedubes Perancis Marie Salome, Perwakilan Kedubes Natalia Domene, dan Delegasi Uni Eropa.
Selain itu, sejumlah perwakilan lembaga dan organisasi masyarakat juga mengikuti pertemuan tersebut, di antaranya Muhammadiyah, Persis, Wahdah Islamiyah, PP Fatayat, Aisyiyah, PP Muslimat NU, Majelis Ulama Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia, Tzu Chi, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), dan Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI). (*/NUO
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/gus-yahya-persiapan-sudah-70-persen-pbnu-siap-gelar-r20-21Z2f
*) https://www.nu.or.id/nasional/liga-muslim-dunia-terima-kasih-nu-telah-menginisiasi-forum-r20-JRcE8



