Surabaya. Radar96.com. Pimpinan Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PD IPHI) Surabaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara mudah haji dan umroh. Ketua PD IPHI Surabaya Dr KH Syukron Djazilan Badri, MAg menuturkan, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (15/09/22) tadi malam, mulai pukul 19:30 hingga pukul 22:30.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Pegadaian Syariah Surabaya dan PC IPHI Wonocolo itu bertempat di Balai Desa Siwalankerto, Wonocolo. Hadir dalam kesempatan itu di antaranya Ketua PD IPHI Surabaya Dr KH Syukron Djazilan Badri, MAg, Sekretaris PD IPHI Surabaya HA Bustami, S.Sos, MM, Ketua PC IPHI Wonocolo Dr H R Panoyo, MPd, H Sutikno, pemateri dari Pegadaian Syariah Surabaya, Forkopimcam Wonocolo, serta 500 jamaah anggota IPHI Wonocolo.

Sutikno menuturkan, di antara perasaan tidak nyaman yang dialami oleh orang-orang yang sudah pernah naik haji adalah ingin kembali lagi ke Tanah Suci. Sangat wajar. Semua mengalami itu. Tidak apa-apa, itu kerinduan baik namanya. Perlu dituruti. Apa sulit? Ternyata tidak. Sebab Pegadaian Syariah Surabaya telah memfasilitasi mereka yang ingin kembali ke Tanah Suci, baik haji maupun umroh dengan cara yang mudah. Tinggal daftar di Pegadaian Syariah Surabaya, sudah dapat porsi haji atau umroh, untuk pembayarannya bisa dicicil.
Sedangkan R Panoyo menuturkan, di antara tanda orang yang hajinya mabrur adalah berperilaku saleh, baik saleh sosial maupun saleh ritual. Dan di antara tanda orang saleh sosial adalah loman (pemurah, suka memberi). Untuk itulah dalam setiap acara IPHI Wonocolo selalu disertai dengan santunan kepada dluafa’. Seperti acara tadi malam, disertai dengan pemberian santunan sekitar 50 bingkisan besar-besar, dibagikan kepada para dluafa’ di beberapa RW di Wonocolo.

Ketua PD IPHI Surabaya Dr KH Syukron Djazilan Badri, MAg selaku penceramah menyampaikan, hendaknya setiap orang dapat berbuat baik dan menaruh rasa cinta kepada siapapun, serta tidak boleh membenci siapapun. Sebab rasa cinta dan berbuat baik kepada sesama itu adalah buah dari rasa cinta seseorang kepada Allah SWT. Semakin tinggi cinta seseorang kepada Allah, semakin tinggi pula rasa cintanya kepada sesama akan muncul. Begitu pula sebaliknya.
Sebab pada dasarnya Allah SWT menciptakan segala sesuatu itu berpasangan, ada yang baik dan ada yang buruk. Ada sifat Al-Hadi (Maha Memberi Petunjuk), ada pula Al-Mudlil (Maha Menyesatkan). Ada malaikat ada iblis, ada Nabi Musa ada Fir’aun, ada Nabi Muhammad ada Abu Jahal, begitu seterusnya, disamping ada yang lurus selalu ada yang sesat.
“Kalau jaman sekarang, yang dapat petunjuk itu yang mengaji-mengaji di sini, yang belum dapat petunjuk ya yang suka mabuk-mabuk saja di sana,” kata Kiai Syukron yang disambut tawa hadirin. Untuk itulah, kata kiai yang juga Ketua MUI Surabaya itu, kita tidak perlu membenci mereka.

“Kita bersyukur kepada Allah karena kita ditempatkan di posisi yang mendapatkan hidayah. Kalau perlu berterima kasih juga kepada iblis. Matur suwun Kang Iblis, Sampean dapat bagian sing elek, aku sing apik (terima kasih iblis, Anda dapat bagian yang jelek, saya yang baik),” lanjut Kiai Syukron yang kembali disambut tawa hadirin.



