By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: KARTANU raih Best Application of 2020
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > KARTANU raih Best Application of 2020
Nahdliyyin

KARTANU raih Best Application of 2020

18/02/2021
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini (Foto: www.nu.or.id)
SHARE

Jakarta (Radar96.com) – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini mengungkapkan, aplikasi Kartanu yang dikembangkan saat ini sudah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna melalui apps store dan playstore.

“Saya ingin mempertegas soal keorganisasian. Ini (aplikasi Kartanu) sebuah transformasi besar-besaran yang luar biasa,” tegas Helmy yang alumni IPNU itu di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (17/2) sore.

Aplikasi Kartanu didesain untuk menunjang aktivitas keseharian dan juga sebagai identitas resmi warga NU. Sebab di dalamnya terdapat berbagai fitur menarik yang berfungsi memudahkan warga NU dalam berkegiatan, termasuk bermuamalah karena disediakan pasar digital (marketplace).
Selain itu, terdapat petunjuk untuk membuat kartu tanda anggota NU.
“Selama ini, warga NU kalau ingin membuat Kartanu harus datang ke kantor wilayah, cabang, dan ranting. Kondisi pandemi seperti ini, pasti ada banyak kesulitan. Kemudian sekarang era media sosial atau digital. Tentu sudah sangat berubah,” ungkap Helmy.

Oleh karena itu, saat ini disiapkan dua pola. Pertama, warga NU masih bisa datang langsung ke kantor NU di daerah masing-masing. Kedua, bisa juga melalui platform digital atau aplikasi Kartanu.

“Jadi mereka (warga NU) karena sudah 70 persen orang Indonesia sekarang sudah berurusan dengan internet, maka mereka cukup di rumah menggunakan handphone saja, bisa mendaftar untuk membuat Kartanu. Karena hanya cukup dengan menggunakan nomor induk kependudukan saja,” jelasnya.

Fungsi Kartanu yang pertama, lanjut Helmy, tentu saja sebagai kartu identitas warga NU. Di sana ada single identity number (nomor identitas tunggal) keanggotaan. Sebab setiap warga NU yang memiliki Kartanu akan mendapatkan nomor yang teregistrasi dan terverifikasi melalui sistem keanggotaan secara nasional dan internasional.

“Nah ketika kita bikin satu platform aplikasi Kartanu, seluruh warga NU di seluruh Indonesia dan bahkan di beberapa negara lain, terhubung melalui satu sistem. Di setiap PCNU atau PCINU ada adminnya untuk melakukan approval (persetujuan) ketika ada yang mengajukan permintaan pembuatan Kartanu,” ungkapnya.

“Jadi, Kartanu itu jadinya berapa lama tergantung cabang yang sudah dijadikan admin. Karena yang mengeluarkan juga cabang. Kalau ada yang kartunya belum jadi, tanya cabang saja,” lanjut Sekjen PBNU kelahiran Cirebon, 48 tahun lalu ini.

Fungsi Kartanu kedua adalah menjadi basis data. Melalui aplikasi ini, seluruh data demografis warga NU yang mencakup jenis kelamin, latar pendidikan, pekerjaan, dan kiprah keorganisasian bisa terdata atau diketahui.

“Ini semakin memudahkan dan sekaligus mengakselerasi program-program NU. Dengan database yang akurat, seluruh program yang dirumuskan oleh lembaga, badan otonom, dan PBNU diharapkan lebih terukur, tepat sasaran, dan terlaksana dengan baik,” harap Helmy.

Fungsi Kartanu ketiga yakni sebagai alat pembayaran. Pengguna Kartanu melalui IOS dan Android dapat melakukan berbagai transaksi yang sangat memudahkan aktivitas sehari-hari. Bahkan, sejalan dengan tren kehidupan yang kini bersifat cashless (nontunai).

Fungsi keempat Kartanu adalah sebagai sarana bisnis antarwarga. Tak ubahnya seperti aplikasi jual-beli online atau e-commerce pada umumnya, aplikasi Kartanu menjadi wadah untuk bertransaksi yang memungkinkan terbangunnya aktivitas perniagaan yang saling menguntungkan.

“Kita sediakan marketplace (pasar digital). Tinggal unggah produk saja tanpa biaya. Kita nggak kena biaya tambahan. Karena itu semacam CSR untuk warga NU yang mau menjual atau membeli berbagai produk ke-NU-an, seperti kopiah atau bahkan kitab, buku, dan lainnya,” jelas Helmy.

Berkaitan dengan itu, fungsi Kartanu kelima yakni warga NU bisa mendapatkan diskon di beberapa gerai belanja. Diskon yang sama bisa pula diperoleh saat berhubungan dengan Perguruan Tinggi NU, lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif NU, dan Rumah Sakit NU di semua daerah.

“Fungsi keenam, Kartanu bisa dijadikan sebagai wahana untuk menyalurkan sedekah, infak, dan zakat melalui NU-Care LAZISNU yang telah terintegrasi di dalam aplikasi Kartanu,” terang Helmy.

Terakhir, aplikasi ini menjadi penunjang amaliah warga NU. Sebab di dalamnya telah tersedia berbagai fitur seperti Al-Quran, tahlil, shalawat, dan arah kiblat. “Kartanu juga terhubung nih dengan berita-berita yang ada di NU Online sebagai sumber informasi ke-NU-an,” ucap Helmy.

Pengguna Kartanu dalam data Aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna. Sekitar 80 ribu di antaranya telah melakukan pengajuan Kartanu. Terdapat 67.643 (87 persen) pengguna telah disetujui dan 9.207 (43,2 persen) masih menunggu persetujuan.

Jumlah pengguna laki-laki sampai saat ini berjumlah 37.762 (56,8 persen) dan perempuan sebanyak 28.669 (43,2 persen) pengguna. Lalu pengguna yang pernah mengenyam pendidikan pesantren sejumlah 40.640 (61 persen) dan pengguna yang tidak berpendidikan pesantren sebanyak 26.029 (39 persen).

Pengguna aplikasi Kartanu terbanyak adalah berasal dari PWNU Jawa Timur (54.649). Lalu disusul Jawa Barat (8.403), Jawa Tengah (2.711), Banten (1.485), Sumatera Selatan (1.412), Riau (1.194), Nusa Tenggara Barat (1.091), Kalimantan Timur (956), DKI Jakarta (890), dan Lampung (808).

“Aplikasi Kartanu ini juga sudah mendapatkan penghargaan dari google yaitu Best Application of 2020 (aplikasi terbaik di tahun 2020),” pungkas Helmy.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/126743

Iklan.

You Might Also Like

Sekjen Liga Muslim Dunia: Perbedaan Jangan Halangi Bangun Rasa Kemanusiaan dan Persatuan
Sembilan PCNU di Jatim Terima 3.705 Sertifikat Wakaf Tercepat
Terima Lisensi LSP P2 dari BNSP RI sebagai Miqat pelayanan LP Maarif NU Jatim
NU Kota Kediri Peringati Hari Santri dengan 100 Tumpeng,
Gus Salam ziarahi makam Kader IPNU yang Meninggal Saat Puncak Satu Abad NU
TAGGED:kartanu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MUI Jatim “ditantang” Gubernur Khofifah jadi “Frontliner” Industri Halal Food
Next Article Gubernur Khofifah terima bantuan 10.000 Alat Rapid Test Antigen dari Alumni ITB

Advertisement



Berita Terbaru

Kader Muda NU Didapuk Sebagai Ketua DPW Perindo Jatim
Sospol
Gubernur Khofifah Bagikan Apem saat Megengan “Healing Ramadhan” di Masjid Al-Akbar
Sospol
“Tebuireng Institute” Serukan NU Kembali ke Qanun Asasi
Nahdliyyin
Tumbuh Pesat di Tahun Ketiga, Aset Dikelola BMTNU Sidoarjo Capai Rp 15 Miliar
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Ulama Perempuan Indonesia Raih Doktor Ushul Fikih di Al Azhar Kairo dengan Summa Cumlaude

27/02/2024
Nahdliyyin

Setelah Habib Luthfi, Kini Gus Salam dan Gus Kautsar Juga Mundur dari PBNU.
Ini Alasan Keduanya

27/01/2022
Nahdliyyin

PC Ansor Tulungagung Gelar Seleksi Nasional Ansor Magang Ke Jepang

08/10/2024
Nahdliyyin

Prof Afif: ISNU Tandai Gerakan Intelektual NU dari pesantren ke profesional

19/11/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?