By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah minta siapkan Lapangan dan Balai Desa untuk percepat penanganan Pasca Gempa
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gubernur Khofifah minta siapkan Lapangan dan Balai Desa untuk percepat penanganan Pasca Gempa
Sospol

Gubernur Khofifah minta siapkan Lapangan dan Balai Desa untuk percepat penanganan Pasca Gempa

11/04/2021
Minggu (11/4/2021) pagi, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Turen, Dampit dan Ampel Gading, Kabupaten Malang. Gubernur Khofifah memberi saran Balai Desa untuk dijadikan posko bantuan, lalu Lapangan untuk posko pengungsian. (*)
SHARE

Malang (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Lapangan dan Balai Desa disiapkan untuk mempercepat gerak penanganan korban gempa, seperti korban gempa bermagnitudo 6,1 di Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021).

Minggu (11/4/2021) pagi, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Turen, Dampit dan Ampel Gading, Kabupaten Malang.

Minggu (11/4/2021) pagi, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Turen, Dampit dan Ampel Gading, Kabupaten Malang. Gubernur Khofifah memberi saran Balai Desa untuk dijadikan posko bantuan, lalu Lapangan untuk posko pengungsian. (*)

Gubernur Khofifah meninjau Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Turen Malang. Ia melihat langsung sejumlah fasilitas sekolah yang ambruk. Nampak atap sekolah runtuh dan 16 ruang kelas tidak dapat digunakan termasuk didalamnya alat-alat elektronik penunjang sekolah tidak dapat digunakan.

Selanjutnya, Khofifah juga meninjau kantor Desa Majang Tengah kecamatan Dampit yang mengalami kerusakan cukup parah.

Setidaknya saat ini ada 22 KK yang mengungsi di tenda pengungsian yang terletak di halaman rumah warga yang cukup luas. Pada lokasi tenda pengungsian, terlihat sudah ada dapur umum namun tidak begitu luas.

Mantan Menteri Sosial itu memaksimalkan konsolidasi penanganan bencana langsung di lapangan. Ia menerjunkan Tim BPBD Prov Jatim serta Dinsos Jatim lewat Tagana untuk menyiapkan lokasi posko-posko bantuan berbasis desa.

Berbeda dengan posko bencana alam seperti banjir, posko untuk bencana gempa menurutnya membutuhkan area yang luas. Oleh sebab itu Gubernur Khofifah memberi saran Balai Desa untuk dijadikan posko bantuan, lalu
Lapangan untuk posko pengungsian.

“Dengan area luas dan di luar itu nantinya jika terjadi gempa susulan bisa memungkinkan untuk melakukan penyelamatan diri. Sedangkan pengungsian diharapkan di lapangan agar lebih aman dan nyaman,” katanya.

Ia ingin memastikan tempat pengungsian ini bisa dilakukan di area luas. Setelah berdiskusi dengan Bupati Malang, pemkab akan menyiapkan Balai Desa sebagai opsi atau pilihan yang strategis untuk dijadikan posko, sedangkan beberapa lapangan disiapkan untuk tempat pengungsian.

Gubernur Khofifah menyebutkan bahwa butuh banyak langkah evakuasi pasca bencana. Karenanya, dalam proses evakuasi ini, ia mengajak seluruh elemen bergandengan tangan dan gotong royong.

Ia berterima kasih juga pada TNI dan Polri dan semua relawan yang terus berdampingan dengan masyarakat dalam penanganan dan evakuasi pasca bencana.

“Kita bisa lihat proses evakuasi ini berjalan dengan baik dan seluruh element turun baik TNI-Polri maupun relawan di daerah. Dan kembali kita tegaskan bahwa penyelamatan tanggap darurat terhadap keselamatan warga harus diprioritaskan,” tegasnya.

Hingga kini inventarisasi, identifikasi dan pendataan terus dilakukan. Data yang terinventarisir saat ini juga masih dinamis mengingat banyak kerusakan kerusakan yang harus dihitung dengan detail. Apakah itu konstruksi bangunan atau nilai kerusakan yang ditimbulkan.

Namun, ia secara khusus berpesan agar seluruh sarana dan tempat ibadah yang terdampak bencana gempa bisa segera dibersihkan karena sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan.

“Alhamdulillah, jajaran TNI-Polri dan relawan di daerah terus bergerak untuk membantu melakukan perbaikan sarana tempat ibadah secepatnya,” tambahnya.

Terakhir, Gubernur Khofifah meminta warga untuk sabar dan tetap waspada, karena Jatim sudah mendapat warning dari BMKG bahwa dua hari ini diprediksi akan hujan lebat diwilayah Probolinggo, Malang, Lumajang dan Blitar.

Untuk itu ia mengimbau agar ada informasi dini pada masyarakat yang tinggal di pinggir atau daerah aliran sungai, pada wilayah tinggi dengan tingkat kemiringan tertentu untuk menghindari banjir bandang dan longsor.

“Info BMKG, akan ada banjir bandang ataupun gempa susulan karena tadi masih ada gempa 5.3 SR. Jadi kami harap masyarakat yang ada di ketinggian tertentu dan kemiringan wilayah tertentu serta pinggir sungai berkenan melakukan evakuasi dini ataupun di evakuasi bersama-sama agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan terjadi,” harapnya.

Selain meninjau lokasi terdampak bencana gempa, Gubernur Khofifah juga menyerahkan santunan kepada tiga orang ahli waris korban meninggal akibat gempa bumi .

Gubernur Khofifah didampingi Bupati Malang Sanusi menyerahkan secara langsung santunan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing ahli waris di Kantor Kecamatan Ampel Gading.

Ketiga korban meninggal akibat bencana gempa tersebut adalah, Munadi (85 tahun), Imam Santoso (30 tahun) dan Hariyeh (80 tahun).

Tak hanya santunan, bantuan kemanusiaan juga diserahkan oleh Pemprov Jatim kepada Pemkab Malang sebagai upaya penanggulangan bencana saat tanggap darurat.

Bantuan tersebut berupa paket sembako yang terdiri dari beras 500 kg, lauk pauk 60 paket, tambah gizi 240 paket, terpal 50 lembar, selimut 100 pcs, mie instan 50 dus, masker kain 10.000 pcs dan sembako 200 paket.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga terlihat membagikan ratusan paket buku dan peralatan sekolah bagi anak-anak yang terdampak bencana gempa bumi (*).

Iklan.

You Might Also Like

Kasus harian COVID-19 dan keterisian rumah sakit di Jatim mulai menurun
Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jatim Terus Menurun
Jaringan GUSDURian Tolak Revisi UU TNI: Tunda atau Batalkan
Gubernur Khofifah: Manfaatkan Aplikasi Telejemaah untuk Kontrol Kesehatan di Tanah Suci
Hargai Pengabdian, Yarsis Bagikan Emas Senilai Rp1,7 Miliar Lebih pada Karyawan
TAGGED:gempakhofifahpemulihan gempa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Panitia-Peserta MTQ XIV “Kapolda Jatim Cup” di Malang doakan Korban Gempa Malang
Next Article Gus Halim Iskandar: peran Perempuan Bangsa lebihi PKB

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Unesa dan Lakpesdam PWNU Jatim Berkolaborasi Riset dan Penguatan SDM
Nahdliyyin
Persiapkan Remaja Tangguh, LKK PWNU Jatim Gelar CKG dan BRUS di Ponpes
Nahdliyyin
Meneguhkan Supremasi Syuriyah: Menjaga Marwah Organisasi Ulama.
Nahdliyyin
Ketua KI Jatim Mantapkan Kolaborasi Keterbukaan Informasi ke PWI dan SMSI
Sospol

You Might also Like

Sospol

Belasan Siswa Akademi AU AS Kunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya

07/03/2024
Sospol

Wapres-Gubernur pastikan bangun 90,98 ha Huntara/Huntap dan dua titik lokasi relokasi korban APG Semeru

17/12/2021
Sospol

Jatim siap jadi “Pilot Project” aplikasi E-Perda

09/03/2022
Sospol

Pemprov Jatim antisipasi virus COVID-19 varian baru dari India terkait kepulangan ribuan PMI

06/05/2021
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?