By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Yenny Wahid: Mendikbud siap libatkan NU dalam penyempurnaan buku Kamus Sejarah Indonesia
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Yenny Wahid: Mendikbud siap libatkan NU dalam penyempurnaan buku Kamus Sejarah Indonesia
Kontrahoax

Yenny Wahid: Mendikbud siap libatkan NU dalam penyempurnaan buku Kamus Sejarah Indonesia

22/04/2021 Kontrahoax
Puteri mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid (*/dokpri)
SHARE

Jakarta (Radar96.com) – Puteri mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yakni Yenny Wahid menegaskan bahwa Mendikbud Nadiem Makarim sudah mengambil langkah untuk menyelesaikan buku Kamus Sejarah Indonesia, meskipun draft buku kamus tersebut disusun Tahun 2017 atau sebelum dia menjabat.

“Mendikbud sudah memerintahkan Dirjen Kebudayaan untuk menyelesaikan buku yang terhenti itu dengan menerima masukan masyarakat serta melibatkan NU dalam penyempurnaannya,” kata Juru Bicara Yenny Wahid, yakni Imron Rosyadi Hamid.

Mengutip pernyataan Yenny Wahid di Jakarta (21/4/2021), ia menjelaskan pihak Kemendikbud sudah menegaskan bahwa Pemerintah tidak punya niat menghilangkan nama tokoh-tokoh pendiri bangsa, termasuk KH Hasyim Asy’ari yang merupakan kiai, guru, pejuang, dan panutan bangsa.

“Buktinya nama-nama pendiri NU itu ada, hanya saja penyusunan buku Kamus Sejarah Indonesia itu belum sempat dituntaskan secara teknis.
Pihak Kemendikbud siap memasukkan nama-nama pendiri NU dan generasi penerusnya, termasuk nama Gus Dur, akan dimasukkan,” katanya.

Pihak Kemendikbud mengakui memang pada buku kamus sejarah jilid II banyak nama yang belum masuk, karena memang penyusunannya belum tuntas. Sejarah modern Indonesia sangat panjang dari tahun 1900, karena itu membuat Kamus Sejarah bukanlah suatu hal yang mudah.

Terlepas dari belum sempurnanya kamus ini, pihak Kemendikbud sudah turut mendirikan Museum Islam Hasyim Asy’ari di Jombang dan menerbitkan buku KH. Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional.

“Pihak Kemendibud siap menyempurnakan Kamus Sejarah Indonesia. Siap melibatkan masyarakat dalam penyempurnaan, termasuk tokoh-tokoh NU, karena NU adalah pilar terpenting bangsa dan negara ini,” katanya, mengutip Yenny Wahid yang telah membahas soal itu.

Secara terpisah, pejabat Kemendikbud yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan program Kemendikbud, seperti penyusunan buku, memang perlu pengawalan yang detail dari pejabat terkait.

“Kalau tidak dikawal detail dari awal sampai akhir pasti akan ada bolong-nya dan pejabat itu sendiri yang rugi, karena itu pengawalan perlu dilakukan tanpa perlu menunggu pengawalan dari masyarakat,” katanya. (*/mz)

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pengurus AMSI Jatim 2020-2023 resmi dilantik di Grahadi
Next Article Gubernur Khofifah: Hari Bumi Sedunia, jaga Bumi dengan lestarikan Lingkungan

Advertisement



Berita Terbaru

MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?