Surabaya (Radar96.com) – Saat memimpin Apel Gelar Pasukan “Pamor Keris” (Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat) di Lapangan Makodam V Brawijaya, Surabaya, Senin (24/1), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penegakan prokes, guna mencegah meluasnya Virus Covid-19 Varian Omicron di Jatim.
Dalam Apel Gabungan yang melibatkan Pemprov Jatim, Polda Jatim , Kodam V Brawijaya serta Koarmada II ini, Gubenur Khofifah juga berpesan kepada Satgas Pangan untuk memastikan kelancaran rantai pasok Minyak Goreng dengan stok yang aman.
Usai pelaksanaan Apel, Khofifah mengharapkan keberadaan Pamor Keris bisa mengefektifkan penegakan pelaksanaan prokes di tengah masyarakat. Apalagi, saat ini tidak sedikit masyarakat yang mulai melonggarkan dengan penerapan protokol kesehatan.
“Kita harap bersama, adanya Pamor Keris ini bisa efektif menegakkan pelaksanaan prokes di masyarakat sambil juga menggencarkan testing dan tracing. Begitu pula percepatan vaksinasi sehingga masyarakat juga bisa selalu tertib melaksanakan Prokes dimanapun berada,” terangnya.
Khofifah menambahkan, cara ini dilakukan guna mencegah meluasnya Virus Covid-19 Varian Omicron di Jatim menyusul mulai berdatangannya PMI (Pekerja Migran Indonesia) dari berbagai negara melalui Juanda.
“Dengan masuknya Omicron ini, kita harus kembali mengingatkan masyarakat atas pentingnya Prokes di semua lini yang lebih masif dan seksama. Deteksi dan intervensi dini, pemetaan kerawanan di masing-masing lokasi harus dilaksanakan dengan baik agar patroli ini bisa tepat sasaran,” tambahnya,
Khusus untuk antisipasi kedatangan PMI, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa jajaran Forkopimda Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya mitigasi yang komprehensif. Tercatat 129 orang PMI telah masuk melalui Bandara Juanda pada Sabtu (22/1) lalu dan secara reguler masih akan bertambah sesuai jadwal kedatangan.
“Khusus PMI dan PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri) , ada perlakuan Entry dan Exit Test. Dan keduanya harus sama-sama clear. Jika ditemukan kasus positif maka harus dilakukan Tracing menyeluruh, minimal 1 kasus 15 orang yang terdeteksi kontak erat,” pesannya.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga telah mengaktifkan kembali Isoter-Isoter. Oleh sebab itu, dirinya meminta kerjasama dari seluruh Tenaga Kesehatan (nakes) dan relawan untuk bisa kembali bersiap-siaga dan membangun sinergitas yang baik.
“Keberadaan Isoter harus segera dilakukan Reaktivasi, Nakes dan Relawan juga harus turut disiapkan,” tandasnya dalam apel yang dihadiri Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangkoarmada II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Pj Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi dan beberapa Kepala OPD Pemprov Jatim.
Polres Bondowoso

Operasi Pamor Keris (Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat wilayah Timur) juga dilakukan di Polres Bondowoso. Mereka mengawali kegiatan tersebut dengan Apel Pamor Keris di Mapolres setempat, Senin (24/1/2022).
Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto didampingi Bupati KH Salwa Arifin, dan Komandan Kodim 0822 Letkol Kav Widi Widayat memastikan kesiapan para personel dan segala perlengkapannya dalam apel tersebut.
Bupati KH Salwa Arifin dalam sambutannya, mengatakan, penularan virus Corona varian Omicron di berbagai negara mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hal ini membuat kewalahan para tenaga medis di negara tersebut.
Di Indonesia sendiri sudah ada 800-an kasus Omicron. Sementara di Jawa Timur, sudah ada delapan kasus varian Omicron. “Karena itulah selain upaya melalui inovasi lainnya. Polda dan Kodam Brawijaya V melakukan inovasi lagi melalui Pamor Keris,” ujarnya.
Ia berharap jajaran TNI-Polri dan instansi terkait lainnya benar-benar melakukan Pamor Keris ini secara rutin dengan sasaran penegakan protokol kesehatan. Sekaligus dalam rangka cipta kondisi Harkamtibmas.
Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto, menambahkan, nanti personel gabungan akan berpatroli secara rutin ke titik-titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Seperti, Pasar Induk Bondowoso, Alun-alun Ki Bagus Asra dan tempat lainnya. Tentu, untuk melakukan preemtif dan preventif penegakan protokol kesehatan. “Selama ini sudah kita lakukan agar masyarakat tidak lengah. Tapi dengan adanya program ini akan semakin diintensifkan,” ujarnya. (*/hmn/sh)



