By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Baha: Logika Berpikir Benar Cegah Ekstremisme Dini
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Gus Baha: Logika Berpikir Benar Cegah Ekstremisme Dini
Kontrahoax

Gus Baha: Logika Berpikir Benar Cegah Ekstremisme Dini

08/02/2022 Kontrahoax
Rais Syuriyah PBNU KH Baha’uddin Nur Salim (Gus Baha). (Foto: Tangkapan layar YouTube TVNU)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Diskusi Kitab Ushulul Wasathiyyah (konsep dasar moderat) karya Prof Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun (Rektor Universitas Al-Ahgaff Tarim) diulas dengan sederhana oleh Rais Syuriyah PBNU KH Baha’uddin Nur Salim (Gus Baha).

Saat didapuk menjadi narasumber webinar dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IX Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman, Gus Baha mencontohkan beberapa logika berpikir yang benar yang dapat mencegah ekstremisme secara dini.

“Ada banyak literatur yang memperlihatkan sikap moderat kanjeng Nabi. Seperti dalam kitab Bukhori yang menceritakan seorang lelaki peminum khamr. Bukan sembarang minum karena dia melakukannya di masjid,” terang Gus Baha dalam tayangan YouTube TVNU dilihat NU Online, Sabtu (5/2/2022).

Alasannya, lanjut Gus Baha, ia ingin tetap dekat dengan orang saleh walaupun dalam keadaan mabuk. Walau bagaimanapun para sahabat tidak setuju dengan perbuatan laki-laki tersebut, lantas Nabi bersabda kepada para sahabat.

“La tal’anuhu fainnahu yuhibullah wa rasuuluh. (Jangan melaknatnya, karena dalam dirinya masih ada rasa cinta kepada Allah dan rasul-Nya),” kata Gus Baha mengutip hadis Nabi.

Setelah kejadian tersebut, Rasulullah tidak lantas mengeluarkan lelaki tersebut dari masjid. Nabi memberikan penjelasan kepada para sahabat bahwa maksiat merupakan dorongan hawa nafsu, sedangkan mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah status yang melekat dalam jiwanya.

“Jadi, harus dibedakan mana status mana kesalahan. Contoh lainnya, kita sebagai warga Indonesia tentu loyal terhadap negara. Tapi, ketika ada warga yang bersalah bukan berarti dia tidak berstatus WNI lagi, dia tetap warga negara dan harus tetap diberi sanksi. Pun demikian dengan seorang mukmin yang bersalah,” tegas Gus Baha.

Ajaran Nabi Muhammad, lanjut Gus Baha, sejak dahulu tidak pernah menghakimi kesalahan. “Di mana-mana yang namanya Nabi itu ketika ada yang kafir ya dijadikan muslim. Ketika ada orang fasiq ya dijadikan saleh, bukan malah dibalik logikanya. Yang sudah mau masuk Islam malah dikeluarkan. Jadi takfiri itu ga butuh dalil karena sudah jelas salahnya,” imbuh Gus Baha.

Kiai asal Rembang ini menuturkan bahwa sikap moderat itu ialah sikap yang mau mendengarkan pendapat orang lain walaupun berbeda.

“Dulu perempuan itu dilarang untuk belajar karena khawatir mereka menjadi pintar. Tapi lama-lama diketahui bahwa terlalu lugu, tidak tahu apa-apa malah menjadi korban kekerasan, mudah diakali, difitnah,” ujarnya. Begitu pula dengan polisi perempuan, dahulu dilarang. Tapi karena ada beberapa kasus pengedar narkoba yang menyelundupkan barang tersebut di bagian-bagian terlarang, otomatis menuntut adanya kebijakan baru dan perempuan harus berperan di dalamnya.

“Inilah yang dinamakan berkahnya mau mendengar. Karena awal risalah Nabi juga dahulu diperdengarkan. Beliau memaklumatkan diri bahwa beliau adalah seorang Nabi. Dan barokahnya memperdengarkan itu ada logika nubuwwah yang didengar orang kafir, sehingga mereka masuk Islam,” tutur Gus Baha.

Di akhir diskusi, Gus Baha menyampaikan bahwa setelah membaca seluruh isi kitab Ushulul Wasathiyyah itu, tidak ada satu pun argumen dari Prof Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun yang bertentangan.

Acara yang mengusung tema Meneguhkan Karakteristik Nahdliyyin Yaman dalam Mewujudkan Persatuan Satu Abad NU itu diselenggarakan di Kota Tarim yang menjadi tuan rumah sejak 28 Januari 2022 hingga 10 Februari 2022. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/gus-baha-logika-berpikir-benar-dapat-cegah-ekstremisme-dini-ZlUS1
(A Rachmi Fauziah)

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article BMT NU Harus Penuhi Kaidah Standar Perbankan
Next Article Gubernur Khofifah telusuri penyebab kelangkaan Minyak Goreng

Advertisement



Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu
Kultural
Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama
Sospol
PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis
Nahdliyyin
Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 
Kolom

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?