- “Orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih hamba yang amatiran”
- “Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain, orang tidak tanya apa agamamu”
- “Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin tinggi toleransinya”
- “Agama mengajarkan pesan-pesan damai. Tapi ekstremis akan memutar balikkannya. Kita butuh Agama yang ramah, bukan Agama yang marah”
- “Perbedaan itu fitrah. Dan ia harus diletakkan dalam prinsip kemanusiaan yang universal”
- “Memuliakan manusia berarti memuliakan Penciptanya. Merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan Penciptanya”
- “Esensi Agama tidak terletak pada pakaian yang dikenakan, melainkan pada akhlak yang dilakukannya”
- “Jika kamu memusuhi orang yang berbeda agama dengan kamu, berarti yang kamu per-Tuhan-kan itu bukan Allah, tapi Agama. Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral, berarti yang kamu per-Tuhan-kan bukan Allah, tapi moral. Per-Tuhan-kanlah Allah, bukan yang lainnya. Dan pembuktian bahwa kamu memper-Tuhan-kan Allah, maka kamu harus menerima semua makhluk, karena begitulah Allah”
- “Sebenar apapun tingkahmu, sebaik apapun perilaku hidupmu, kebencian dari orang lain itu pasti ada. Jadi jangan terlalu diambil pusing. Terus saja jalan”
- “Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah”
- “Tuhan tidak perlu dibela, karena Dia sudah Maha segalanya. Belalah mereka yang diperlakukan tidak adil”
- “Menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan, Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga”
- “Kepemimpinan yang baik dapat membawa hasil yang baik tanpa perlu menumpahkan darah”
- “Tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian”
- “Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah.
Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali” - “Jangan hanya berhenti (pada) mencintai Agama, tapi Agama-kanlah Cinta”
- “Saya tidak peduli, mau popularitas saya hancur, difitnah, dicacimaki, atau dituduh apapun, tapi bangsa dan negara ini harus diselamatkan dari perpecahan”
(Sumber : KH Abdurrahman Wahid — dari berbagai sumber)



