By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: KIB dan KKIR Berpeluang Berubah Usai Pertemuan Golkar dan PKB
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Inforial > KIB dan KKIR Berpeluang Berubah Usai Pertemuan Golkar dan PKB
Inforial

KIB dan KKIR Berpeluang Berubah Usai Pertemuan Golkar dan PKB

17/02/2023 Inforial
Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar
SHARE

Jakarta, Radar96.com – Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani, mengatakan, akan terjadi perubahan di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Gerindra-PKB sebagai dampak dari pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Pertemuan itu dinilainya akan mengubah peta koalisi di Pemilu 2024.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menilai pertemuan tersebut bisa mengubah peta koalisi. Pasalnya, hingga saat ini peta politik Pemilu 2024 masih sangat cair. Belum ada koalisi yang menetapkan pasangan calon presiden (Capres) yang akan diusung.
“Karena itu, perubahan koalisi di KIB dan KKIR tetap terbuka,” terangnya.

Jamiluddin mengungkapkan setidaknya ada dua penyebab. Pertama, ada kemungkinan masing-masing koalisi, KIB dan KKIR, gagal dalam kesepakatan pasangan Capres-Cawapres.

“Pertama, KIB dan KKIR gagal menyepakati pasangan Capres yang akan diusung. Karena itu, ada peluang partai politik di dua koalisi itu saling pindah haluan,” sambungnya.

Menurutnya, terbuka peluang PKB pindah ke KIB ketika kepentingan Muhaimin Iskandar untuk menjadi Cawapres tidak diakomodir oleh Prabowo Subianto.
“Sebaliknya, ada kemungkinan PAN dan PPP pindah haluan ke Gerindra bila Capres atau Cawapres yang akan diusungnya tidak diakomodir Golkar,” lanjutnya.

Sedangkan kemungkinan kedua, KIB dan KKIR bergabung membentuk koalisi baru.
“Peluang ini bisa terjadi bila hal itu diinginkan Joko Widodo,” tandasnya.

Pilihan kedua, menurutnya, diambil untuk menandingi Koalisi Perubahan yang berpeluang besar mengusung Anies Baswedan. KIB dan KKIR akan sulit menandingi Anies Baswedan jika tidak bergabung. Pilihan itu juga diperkuat dengan kemungkinan bergabungnya PDIP yang lebih memilih Pemilu 2024 diikuti 2 poros.
“Bahkan tidak menutup kemungkinan PDIP juga melebur bersama KIB dan KKIR. Bila ini terjadi, maka kekuatan koalisi ini menjadi sangat gemuk,” tambahnya.

Jamiluddin mengungkapkan hal itu akan memunculkan dua poros dalam Pemilu 2024 yakni koalisi akan meneruskan arah pembangunan Jokowi dan koalisi yang menginginkan perubahan yang terdiri Nasdem, Demokrat, dan PKS yang akan mengusung Anies.

Kendati demikian, Jamiluddin mengungkapkan keidealan Pemilu 2024 diikuti oleh 4 poros.
“Dari sisi demokrasi, lebih ideal ada empat pasangan Capres yang maju. Kalau ini terjadi, rakyat disuguhkan lebih banyak pilihan,” pungkasnya.

Saling Sandera

Sementara itu, pengamat politik sekaligus CEO & Founder Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, otak-atik koalisi mungkin saja terjadi. Ini dikarenakan maraknya ‘angjangsana’ atau temu partai politik dari kubu pemerintah dan oposisi. Misalnya, saat Partai Nasdem dan PKB bertandang ke Partai Golkar.

“Itu tandanya koalisi masih cair. Secara koalisi mereka berbeda, Golkar pendukung pemerintahan dan Nasdem sebagai oposisi. Ini juga menunjukkan agar politik tidak tegang, ” ujar Pangi hari ini (17/02/23).

Dari pertemuan Golkar dengan PKB, mereka ditawarkan masuk ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Gerindra-PKB. Adapula pernyataan elit PDIP yang mengatakan, PDIP paling mungkin bergabung dengan KIB atau KKIR.

“Ini masih saling penjajakan, masih berproses, mencari cocoklogi, penyamaan, mencari titik persamaan pembentukan yang sama,” sebut Pangi.

Selain bersilaturahmi, beberapa sikap koalisi juga dia anggap sebagai bentuk ‘saling menyandera’. “Bukan tidak mungkin koalisi ini akan sandera-menyandera, saling adu strategi, termasuk misalnya hanya menyebutkan nama-nama, tidak mau buru-buru itu juga bagian dari strategi,” jelas Pangi.

Adapun posisi PDIP sebagai partai pemenang Pemilu dianggap krusial dalam peta perpolitikan jelang 2024. “Proses kontempelasi sudah banyak, Ibu Mega orang yang percaya data, terukur. setelah berproses, berkontempelasi, kalkulasi cermat, matematikan politik, sudah ada nama itu,” kata Pangi.(*)

Iklan.

You Might Also Like

Debat Capres Tanpa Dibarengi Strategi Komunikasi Berbasis Pemilih Akan Sia-sia

LBH Sebut Demokrasi Telah Dikooptasi

Perkuat Keamanan IT KPU, Waspadai Sabotase Rekapitulasi Suara

Integritas Gelaran Pemilu Dipertaruhkan

Jangan Salah Pilih, Agar Reformasi Tidak Kembali ke Titik Nol

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Emil Dardak Apresiasi Remaja Dilibatkan dalam Kegiatan Masjid
Next Article Mengharukan, Shalawat Asyghil di 1 Abad NU Terdengar Sampai Pakistan

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Founder Al Yasmin Meriahkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hongkong
Nahdliyyin
Unusa Jajaki Kolaborasi dengan KCG Jepang untuk Transformasi Pendidikan Tinggi
Sospol
Kaum Hawa IPHI Jatim Bergerak Ingin Wujudkan Program Haji Mabrur Sepanjang Hayat
Sospol
Saat turba, PWNU Jatim Apresiasi MWC Tambak-Bawean yang Miliki Poliklinik dan BMT potensial
Nahdliyyin

You Might also Like

Inforial

Capres Pro Desa akan Jadi Identitas Politik Ganjar

29/11/2023
Inforial

Kecurangan Masif, Kemunduran Demokrasi tidak Terhindarkan

29/11/2023
Inforial

Pemberdayaan Guru Ngaji Harus Diadopsi Jadi Kebijakan Nasional

28/11/2023
Inforial

Komitmen Ganjar Membangun Desa Tidak Perlu Diragukan

28/11/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?