By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PBNU Terapkan Strategi Komprehensif dan Tim Khusus untuk Tekan Kekerasan di Pesantren
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > PBNU Terapkan Strategi Komprehensif dan Tim Khusus untuk Tekan Kekerasan di Pesantren
Nahdliyyin

PBNU Terapkan Strategi Komprehensif dan Tim Khusus untuk Tekan Kekerasan di Pesantren

02/03/2024
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: NU Online)
SHARE

Jakarta, radar96.com/NUO – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerapkan strategi komprehensif untuk menekan kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren, kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di Jakarta, Jumat (1/3/2024).

Gus Yahya menjelaskan bahwa pembentukan strategi komprehensif itu merupakan komitmen PBNU dalam memberantas kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren.

Dalam kasus ini PBNU juga melakukan pendekatan-pendekatan sistemik yang ditargetkan dapat menyentuh pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia.

“Saya sudah minta kepada PBNU dan sudah membentuk tim khusus untuk masalah ini dengan pendekatan sistemik dan strategi yang komprehensif, saya kira itu ujung tombaknya adalah RMI,” jelasnya.

Tim khusus yang dimaksud Gus Yahya hampir serupa dengan satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (Satgas PPKS) yang dibentuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) sebagai garda depan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Jadi, kita tinggal sosialisasikan seperti di Kemendikbud dan itu rencananya kita sosialisasikan dan terapkan di tiap-tiap pondok, untuk meningkatkan kesadaran di lingkungan pesantren,” ucapnya.

Ia menilai tim khusus pencegahan kekerasan di pondok pesantren mempunyai peran penting di pondok pesantren, mengingat sistem dan aturan pondok banyak bertumpu pada tradisi yang berkembang secara alami, sehingga nyaris tak ada pesantren yang dijalankan dengan satu skema tertentu sejak awal.

“Soal kasus perundungan di pesantren potensinya memang laten karena di dalam lingkungan pesantren berkumpul anak-anak remaja sehingga selalu ada potensi kerawanan dengan masalah perundungan,” ungkapnya.

Di sisi lain pesantren punya kompleksitas masalah yang cukup rumit terkait kasus seperti ini. Karenanya, PBNU merasa penting dibentuknya tim khusus yang memiliki strategi komprehensif dalam mengatasi kasus ini.

“Kita bukan memaklumi itu, tapi kita butuh waktu untuk menyelesaikan secara tuntas persoalan ini,” terangnya.

Pada kesempatan lain, Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Sarmidi Husna menuntut Kementerian Agama (Kemenag) segera melakukan perbaikan dalam tata kelola pesantren. Caranya dengan mewajibkan setiap pesantren memiliki izin operasional dari Kemenag.

“Kalau diistilahkan pesantren tidak punya izin itu seperti nikah sirih, nikah tidak terdaftar. Pemerintah tidak bisa masuk memberikan pengawasan, dan kalau ada apa-apa [pesantren] tidak bisa diminta pertanggungjawaban,” kata Sarmidi.

Sebelumnya, seorang santri bernama Bintang Balqis Maulana (14 tahun) meninggal diduga akibat penganiayaan di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al Hanifiyyah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
PPTQ Al Hanifiyyah, menurut Kemenag Jawa Timur, tidak memiliki izin operasional sebagai tempat pondok pesantren. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/pbnu-terapkan-strategi-komprehensif-dan-tim-khusus-untuk-tekan-kekerasan-di-pesantren-04wdv

Iklan.

You Might Also Like

PWNU Jatim Berangkatkan 15 armada bus Mudik Gratis

PWNU Jatim Tekankan pentingnya Ukhuwah Jam’iyah dalam Bukber Ramadhan 1447 H

ISNU Jatim: Modernisasi dan Profesi Digital jadi Solusi SDM 2045

LAZISNU Bekali Siswa SMPN 3 Sidoarjo Keterampilan Pemulasaran Jenazah

Pondok Ramadhan Jadi Ajang Belajar Zakat dan Menumbuhkan Kepedulian

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article IPNU-IPPNU Diharapkan Jadi Pilar Terdepan Generasi Digital
Next Article Stop Kekerasan Santri, RMI-PWNU Jatim Lakukan Pendampingan Kasus Kediri

Advertisement



Berita Terbaru

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik” di Jombang
Sospol
PWNU Jatim Berangkatkan 15 armada bus Mudik Gratis
Nahdliyyin
DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik- balik”
Sospol
166 Personel Amankan Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

LAZISNU Gelar Tadris Zakat, Perkuat Peran untuk Kesejahteraan Warga Dhuafa

12/03/2026
Nahdliyyin

Pertama Kali, LPTNU Award 2026 Apresiasi Ilmuwan dan Akademisi PTNU

11/03/2026
Nahdliyyin

PW Muslimat NU Jatim: Fenomena Hilangnya Cinta Butuhkan “Karakter Pecinta”

09/03/2026
Nahdliyyin

UPZIS LAZISNU Bringinbendo Gelar Santunan Anak Yatim Rutin Tahunan

08/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?