Surabaya, radar96.com/MAS – Sebanyak 160 santri dari Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jatim dan Pondok Pesantren Mifathul Anwar Dampasan, Ciamis, Jabar, melakukan study tour untuk mempelajari manajemen masjid di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS).
“Kami memilih Masjid Al-Akbar sebagai tempat study tour untuk menambah wawasan dan pengalaman para santri yang akan lulus,” kata pembimbing santri Gontor, ustadz Ziyad Ahmad, disela study tour di MAS, Senin (4/3/2024).

Ia menjelaskan para santri akan lulus pada bulan Ramadhan, karena itu pengasuh membekali wawasan dan pengalaman dari luar agar ketika mereka keluar dari pondok sudah punya bekal untuk dipraktekkan di kampung halaman masing-masing.
“Kami melihat kemajuan yang dicapai Masjid Al-Akbar dari segi perawatan bangunan, pendidikan, kegiatan, dan fasilitas yang begitu luar biasa dapat dijadikan salah satu tempat untuk belajar tentang tatanan manajemen yang dimiliki Masjid Al-Akbar,” katanya.
Dari segi perawatan bangunan, kegiatan, dan fasilitas yang dimiliki, akan menjadi ilmu bagi para santri tentang bagaimana me-manaj masjid di tempat masing-masing atau bila santri akan membangun masjid.
Sebelumnya (26/2/2024), Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Pemprov Sulteng DR Andi Ruly Djanggola selaku kepala pembangunan Masjid Raya Pemprov Sulteng juga melakukan kunjungan ke MAS untuk mempelajari manajemen masjid, terutama tentang Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) MAS.
“Semula, kami memiliki masjid agung tapi rusak terdampak gempa dan tsunami pada 2018, sehingga kami berusaha membangun lagi, karena itu kami datang ke Surabaya untuk belajar manajemen masjid,” katanya dalam kunjungan diterima Ketua BPP MAS, DR KHM Sudjak MAg. (*/azka-mas)



