By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Bersama Kemenkes, Unusa Siap Jadi Pelopor Pertolongan Pertama Luka Psikologis
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Bersama Kemenkes, Unusa Siap Jadi Pelopor Pertolongan Pertama Luka Psikologis
Sospol

Bersama Kemenkes, Unusa Siap Jadi Pelopor Pertolongan Pertama Luka Psikologis

02/12/2024 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kesehatan nasional dengan berpartisipasi aktif dalam Kampanye Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di kampus. Bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Unusa siap menjadi pelopor pertolongan pertama luka psikologis.
Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, dr Imran Pambudi, dalam menyoroti peran strategis Unusa sebagai institusi pendidikan yang berbasis pondok pesantren. Menurutnya, lingkungan pesantren menjadi salah satu area prioritas dalam upaya penguatan kesehatan jiwa di Indonesia.
“Sempat berbincang dengan perwakilan PWNU, saya teringat Unusa yang memprioritaskan perhatian pada lingkungan pondok pesantren. Sumbangsih usia produktif muda di Indonesia sebagian besar berasal dari pondok pesantren. Oleh karena itu, penguatan kesehatan jiwa juga perlu dimulai dari sana, termasuk melalui deteksi dini skrining kesehatan jiwa,” ujarnya pada acara P3LP yang bertajuk “Ayo Lakukan Deteksi Dini Skrining Kesehatan Jiwa Sekarang Juga”, Ahad (1/12) siang.
Kegiatan itu merupakan inisiasi dari Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes RI yang bekerjasama dengan institusi pendidikan di Indonesia.
Imran berharap, apabila ditemukan luka-luka psikologis, diharapkan Unusa dapat menjadi First Aider untuk menolong individu-individu yang memang membutuhkan pertolongan kesehatan jiwa, utamanya di lingkungan pondok pesantren.
Dalam acara tersebut, Unusa menerima penghargaan berupa Pin First Aider yang diberikan secara simbolis. Penghargaan ini menegaskan peran Unusa sebagai mitra strategis dalam mendukung implementasi program kesehatan jiwa di lingkungan pesantren. Unusa, yang memiliki keilmuan di bidang kedokteran pencegahan dan kesehatan pencegahan, diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis.
Sebanyak 45 orang dari Unusa hadir, terdiri dari dosen dan mahasiswa yang berasal dari gabungan Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, serta Fakultas Kesehatan.
Wakil Rektor I Unusa, Prof Kacung Maridjan, PhD, menyatakan bahwa sejalan dengan visi dan misi, Unusa akan terus berkomitmen untuk berkontribusi secara nyata dalam pengembangan pendidikan dan kesehatan, utamanya pada program yang menyusur komunitas pesantren.
“Unusa sendiri memiliki fokus pendampingan di pondok pesantren, di antaranya kegiatan Pos Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren), Program Pesantren Bersahaja (Bersih, Sehat dan Harmonis di Jawa Timur), Program Community Based Learning (CBL) bagi Pondok Pesantren, Program Pelatihan Pembuatan Media Sjar Berorientasi Aswaja di Pondok Pesantren, Program One Pesantren One Produc (OPOP) Training Center Unusa, serta di tahun 2021 KKN Unusa terfokus pada pembangunan di beberapa pondok pesantren. Dengan itu, kami akan terus mendukung program-program pada pemberdayaan pesantren, apalagi yang berkaitan dengan kesehatan,” ungkapnya.
Pada acara ini juga disoroti angka bunuh diri di Indonesia yang meningkat hingga 800% dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mempertegas urgensi deteksi dini dan pendampingan kesehatan jiwa, terutama di kalangan usia produktif. Kemenkes RI berharap dengan keterlibatan institusi pendidikan seperti Unusa, kampanye kesehatan jiwa dapat menjangkau lebih banyak individu dan komunitas.
Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara mental dan fisik, sesuai dengan definisi kesehatan yang diusung oleh WHO. Unusa optimis dapat menjadi pelopor perubahan, tidak hanya di Surabaya tetapi juga di komunitas pesantren dan masyarakat luas.
Dengan keterlibatan aktif ini, Unusa membuktikan diri sebagai mitra penting pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia sehat, dimulai dari kesehatan jiwa sebagai dasar kehidupan yang berkualitas.

Iklan.

You Might Also Like

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS

Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gus Kafa-Ning Sheila Bagikan Resep “Pede” pada GenZI Masjid Al-Akbar
Next Article Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Jatim Masih Jadi Tantangan Besar

Advertisement



Berita Terbaru

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol

You Might also Like

Sospol

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

27/04/2026
Sospol

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

25/04/2026
Sospol

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

22/04/2026
Sospol

Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?