Tulungagung, radar96.com – Dua hari pasca pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Kabupaten Tulungagung bergerak cepat membentuk struktur kepengurusan dan merumuskan program serta memetakan lokasi rawan bencana.
Dalam pembahasan Minggu (15/12) di kantor PCNU Tulungagung, Ketua LPBI NU Tulungagung, Eko Utomo menjelaskan tujuan perlunya segera dibentuknya kepengurusan LPBI. Hal tersebut di dasarkan pada keberadaan LPBI yang menjadi garda terdepan nahdlatul ulama dalam pelaksanaan penanggulangan bencana serta bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dirinya juga menyampaikan, personil yang menjadi pengurus LPBI telah melalui pertimbangan matang sehingga diharapkan ke depan keberadaan LPBI NU Tulungagung dapat melaksanakan amanah organisasi dengan sebaik – baiknya.
“Kami telah memilih dan melakukan pertimbangan matang terhadap seluruh anggota yang menjadi pengurus LPBI”, jelas Eko Utomo.
Ditambahkan Eko, meskipun seluruh anggota yang tergabung dalam LPBI memiliki latar belakang berbeda, tetapi dalam hal pelaksanaan kesiapsiagaan bencana telah memiliki pengalaman yang merata.
Selain itu, dirinya juga menjelaskan terkait adanya personil perempuan dalam struktur yang menjadi tanggung jawabnya tersebut
“Dengan pertimbangan tertentu, juga kita memasukkan beberapa personil perempuan, karena dalam penangangan kebencanaan, kita juga membutuhkan tenaga perempuan”, tambah Eko.
Anang Pratistianto yang ditunjuk menjadi salah satu Wakil Ketua LPBI menyampaikan perlunya segera menjalin komunikasi serta kerja sama dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah maupun stake holder lainnya yang sama – sama membidangi kebencanaan.
Disampaikan pula oleh Anang, sebagai organisasi yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka LPBI perlu menunjukkan identitasnya sebagaimana organisasi lainnya. Sehingga perlu adanya uniform (seragam), sebagai identitas resmi LPBI.
“Mengingat kondisi saat ini yang bisa dibilang mendesak dikarenakan hampir tiap hari turun hujan, maka perlu secepatnya LPBI menjalin komunikasi serta MoU dengan beberapa perangkat daerah yang membidangi kebencanaan, baik BPBD, Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Basarnas maupun Baznas”, terang Anang.
Dalam kesempatan tersebut, Eko Utomo juga menyampikan keinginannya dalam waktu dekat, bersama pengurus yang yang telah terbentuk untuk berkomunikasi serta ber silaturahmi dengan Pengurus NU di tingkat kecamatan khusudnya yang memiliki area rawan bencana guna menyampaikan serta mensinergikan program yang akan dilaksanakan. (*/mlq)


