Surabaya, radar96.com – Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga (LPT UNAIR) Surabaya resmi memasuki era baru penguatan riset setelah pelantikan Ketua dan Sekretaris lembaga yang digelar di Gedung Rektorat Kampus C UNAIR, Surabaya (12/12/2025). Ketua LPT UNAIR yang baru, Priyo Budi Purwono, dr., M.Si., M.Ked.Klin., Sp.MK., Ph.D.
Priyo menegaskan bahwa lembaga riset unggulan UNAIR itu kini dipacu untuk menghasilkan inovasi yang memberi dampak nasional hingga global. “Lembaga ini memiliki peran strategis dalam pengembangan riset dan inovasi penyakit tropis. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas dan kuantitas luaran ilmiah, memperluas manfaat hasil riset bagi masyarakat, serta memperkuat kredibilitas lembaga di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh langkah strategis LPT UNAIR akan diorientasikan untuk mendukung visi dan misi Universitas Airlangga sebagai perguruan tinggi riset kelas dunia. “Kami ingin LPT memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan kesehatan di Indonesia,” kata Priyo.
Dalam arah kebijakan terbarunya, LPT UNAIR mengusung visi menjadi pusat riset inovasi penyakit tropis bertaraf nasional dan internasional yang berbasis teknologi maju. Visi tersebut diturunkan ke dalam sejumlah misi strategis, seperti mendorong riset multidisiplin, penerapan teknologi mutakhir untuk diagnostik dan pengendalian penyakit, peningkatan kapasitas peneliti, perluasan jejaring kemitraan, serta penyediaan layanan ilmiah berbasis bukti.
Pendekatan ini diproyeksikan menghasilkan pengetahuan unggul serta inovasi yang relevan bagi kesehatan masyarakat.
Priyo memaparkan beberapa langkah taktis yang akan menjadi fokus LPT UNAIR dalam waktu dekat. Pertama, mempercepat riset-riset prioritas nasional melalui pemanfaatan teknologi maju untuk menghasilkan publikasi internasional berkualitas dan potensi paten yang dapat dihilirisasi.
Kedua, mengoptimalkan kolaborasi riset melalui joint grant, jejaring internasional, serta kerja sama dengan industri kesehatan dan lembaga mitra. Ketiga, memperluas penerapan teknologi dalam riset, seminar, workshop, dan program kemitraan agar hasil penelitian memiliki dampak lebih luas dan berkelanjutan.
“Target kami jelas yakni menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada publikasi, tetapi mampu memberi solusi konkret bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris LPT UNAIR Laura Navika Yamani, menegaskan bahwa LPT UNAIR memiliki fasilitas riset yang lengkap dan telah dimanfaatkan optimal oleh peneliti dan mahasiswa UNAIR. “Banyak publikasi telah lahir dari laboratorium LPT, dan kami terus memfasilitasi mahasiswa dalam penelitian tugas akhir,” ujarnya.
Laura menambahkan bahwa LPT UNAIR akan memperkuat dukungan terhadap riset berorientasi hilirisasi, terutama bioproduk kesehatan. “Ke depan, kami ingin LPT menjadi rumah inovasi yang memberi manfaat luas bagi peneliti, universitas, masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.
Dengan struktur kepemimpinan baru, visi yang lebih futuristik, serta strategi riset yang semakin terarah, LPT UNAIR menegaskan posisinya sebagai pusat inovasi penyakit tropis yang siap berkontribusi lebih besar di panggung nasional maupun global. (*/sanjal)



