Jatim siapkan Kampung Tangguh sebagai PPKM berbasis masyarakat

Caption Foto : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Kampung Tangguh Semeru di Ddesa Ngale kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun, Minggu (7/2/2021).
Bagikan yuk..!

Madiun (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan ada dampak yang signifikan dalam menekan penyebaran COVID-19 selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Timur, karena itu Pemprov Jatim berkomitmen untuk melaksanakan PPKM Mikro sesuai arahan bapak Presiden Joko Widodo.

“Sesuai arahan bapak Presiden Joko Widodo terkait PPKM Mikro, kami menyiapkan Kampung Tangguh sebagai PPKM Mikro berbasis partisipasi masyarakat. Kami telah memupuk modal sosial sejak delapan bulan yang lalu dengan adanya Satuan Kampung Tangguh,” kata Khofifah saat ditemui di Kampung Tangguh Semeru desa Ngale kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun, Minggu (7/2/2021).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Meski sebelumnya PPKM di Jatim sudah menunjukkan hasil yang relatif signifikan dengan penurunan zona merah hingga tinggal dua Kabupaten/Kota maupun BOR Isolasi biasa yang telah menurun saat PPKM dimulai tanggal 11 Januari tercatat 79 persen saat ini tercatat 55 persen. BOR ICU semula tercatat 73 persen saat ini menjadi 67 persen. Namun, PPKM memang berdampak yang signifikan dalam menekan penyebaran COVID-19 selama PPKM di Jawa Timur.

“Jadi kami berkomitmen melaksanakan PPKM Mikro melalui salah satu embrio yang dimiliki sejak delapan bulan lalu yaitu Kampung Tangguh. Kampung Tangguh ini sendiri adalah inovasi yang telah diciptakan oleh Polda Jatim bersama dengan dukungan Pemprov Jatim, Kodam V Brawijaya, dan Pemerintah Kota/Kabupaten, Perguruan Tinggi, untuk menciptakan Satuan terkecil berbasis partisipasi masyarakat yang mampu bergotong-royong dalam penanganan COVID-19. Inovasi ini juga sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa penanganan COVID-19 harus dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” katanya.

Menurut dia, Kampung Tangguh dapat berbasis RT, RW, kelurahan maupun desa. “Kampung Tangguh yang sudah ada di Jatim ini tentunya adalah suatu bentuk kearifan lokal yang akan membantu masyarakat melaksanakan edukasi protokol kesehatan Covid-19,” kata Khofifah.

Untuk diketahui, per tanggal 07 Februari 2021, jumlah Kampung Tangguh yang ada di Jawa Timur telah mencapai 3.160 dan terus akan bertambah. “Kebersamaan dalam pelaksanaan kampung tangguh juga akan menciptakan “empathy building” dan “social bonding” dalam pelaksanaan PPKM Mikro serta untuk memutus mata rantai penularan COVID-19,” katanya.

Berdasarkan Inmendagri Nomor 3 Tahun 2021, Jawa Timur termasuk dalam daerah yang mendapatkan instruksi untuk pelakanan PPKM Mikro dengan daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya dan Madiun Raya. Pemberlakuan PPKM Mikro akan dilaksanakan tanggal 9-22 Februari 2021.

“Kami harapkan pelaksanaan PPKM Mikro ini nantinya bisa berjalan lancar di Jatim. Tentunya dengan dukungan seluruh elemen baik TNI, POLRI, serta masyarakat. Utamanya, dengan terus memperkuat dan memberdayakan keberadaan Kampung Tangguh yang memang sudah kita terapkan di Jatim,” pungkas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini. (*/MY)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *