NU Jatim rajut “ukhuwah” dengan mantan warga Syiah Sampang

Silaturahmi pengurus NU Jatim dengan mantan warga Syiah Sampang di Jemundo, Sidoarjo, Ahad (28/2/2021)
Bagikan yuk..!

Sidoarjo (Radar96.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur merajut “ukhuwah”
(persaudaraan) dengan mengunjungi ratusan mantan warga Syiah dari Kabupaten Sampang yang mengungsi di Rumah Susun Jemundo Sidoarjo, Ahad (28/2/2021).

Pengurus NU Jatim yang hadir di antaranya Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa (wakil rais syuriah), KH. Abdus Salam Shohib (wakil ketua), KH. M Syamsudin (wakil katib), Ir. H. Mathorur Rozaq (bendahara) dan beberapa pengurus lainnya.

“Tujuan kami ke sini untuk menyambung tali silaturahmi dan persaudaraan atas dasar rasa kemanusiaan warga bangsa. Di sisi lain kami juga ingin membantu agar hak-hak dasar sebagai warga negara terpenuhi dengan baik,” kata Gus Salam, sapaan akrab KH Abdus Salam Shohib.

Gus Salam juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-98 NU dengan maksud meneladani para muassis atau pendiri NU, sebab NU memiliki tiga konsep ukhuwah atau persaudaraan yang harus dijalankan secara proporsional.

“Yakni ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga bangsa) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia),” jelas kiai yang juga Ketua Panitia Harlah ke-98 NU oleh PWNU Jawa Timur itu.

Dalam kesempatan ini, koordinator pengungsi Sampang Ustadz Ali Mustadlo alias Tajul Muluk menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dan kepedulian para kiai NU.

“Kami merasa sangat terhormat atas kehadiran para kiai. Mohon doanya semoga ke depan kami bisa menjalani kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Di depan para kiai, ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah berikrar meninggalkan keyakinan terdahulu. Ia pun berharap ke depan semuanya bisa kembali memperbaiki hubungan yang retak dan menjalin persaudaraan, terutama dengan saudara yang ada di Sampang.

“Kami berikrar dengan setulus hati bahwa kami sudah bergabung dengan panjenengan semua sebagai pengikut Ahlussunnah Waljamaah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nadhaltul Ulama (PCNU) Sampang KH. Itqon Busyiri mengapresiasi upaya PWNU Jawa Timur dalam merajut ukhuwah bersama mantan warga Syiah dari Sampang.

Pihaknya juga akan terus melakukan pendampingan agar kehidupan mereka bisa lebih baik.

Mewakili para pengungsi, ia juga berterima kasih NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Jawa Timur telah memberikan bantuan paket sembako dan perlengkapan alat shalat.

“Kami telah menyaksikan sendiri mereka berikrar kembali ke pangkuan Aswaja. Kami akan terus berusaha memberikan pendampingan dan bimbingan, karena itu kami juga mohon doa dan dukungan dari para kiai di PWNU Jawa Timur,” ungkapnya yang juga hadir bersama para Pengurus PCNU Sampang. (*/my)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *