Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Jatim fokus ekonomi pesantren/UMKM dan pasar/produk

Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Majelis Ulama Indoneisa (MUI) Jawa Timur mengadakan rapat pertama di kediaman KH A Hamid Wahid (Gus Hamid/kanan-atas) selaku Wakil Ketua PEU MUI Jatim di kawasan Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Rabu (10/3/2021).
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Majelis Ulama Indoneisa (MUI) Jawa Timur memulai langkah dengan menyatukan visi para anggota serta fokus bidang yang menjadi garapannya dengan rapat di kediaman KH A Hamid Wahid (Gus Hamid) selaku Wakil Ketua PEU MUI Jatim di kawasan Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Rabu (10/3/2021).

“Kita ini masih baru, saling menyamakan speed dan volume, sekaligus mencari formula yang tepat untuk mencapai target yang diinginkan,” kata Gus Hamid dalam pertemuan yang dihadiri oleh hampir seluruh pengurus PEU MUI yang mayoritas orang baru.

Menurut Fathin Fadhilah Hasib (Ning Fathin), pada sesi ini telah terbaca latar belakang pengurus dan keinginan-keinginan yang ingin dicapai melalui MUI Jawa Timur.

Mulai dari keinginan mendirikan perusahaan yang menampung produk-produk UMKM, pendampingan produk lanjutan dan sertifikasi, mendirikan ruang pamer bersama, mendirikan gedung yang menjadi pusat bisnis bersama, dan lain sebagainya. Bahkan bila perlu membantu usahawan UMKM untuk memperoleh label halal tingkat ASEAN.

“Ya, kami masih brainstorming, semua dipersilakan menyampaikan keinginan dan mengusulkan program,” kata Ning Fathin, Sekretaris PEU MUI Jatim.

Meski baru tahap awal, namun akhirnya mereka sudah dapat merumuskan program. Ketua PEU MUI Jatim H Noor Shodiq Askandar (Gus Shodiq), menuturkan, lembaganya akan fokus di tiga bidang garap, yakni peningkatan ekonomi pesantren, penciptaan para usahawan baru berbasis UMKM, dan pendampingan mereka dalam peningkatan kualitas produk dan memperkuat pasarnya.

“Bagaimanapun, riil ekonomi kita ya di UMKM ini. Merekalah yang bersinggungan langsung dengan masyarakat bawah. Ini yang harus diperkuat. Jadi, kita fokus pada pengembangan ekonomi pesantren dan UMKM, sekaligus potensi pasar dan kualitas produknya,” kata Gus Shodiq saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Masih menurut Gus Shodiq, bisa dipastikan, hampir seluruh pegiat UMKM di Jawa Timur adalah muslim, dengan begitu sangat cocok dengan tugas-tugas MUI. Memperkuat ekonomi mereka, sama artinya dengan memperkuat ekonomi nasional, sekaligus ekonomi umat Islam. Setali tiga uang. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui.

Dalam waktu dekat, menurut Wakil Rektor 2 Unisma Malang ini, pihaknya akan mempertajam lagi program ini, sekaligus mensinergikannya dengan program-program di komisi lain di MUI serta di pemerintahan, terutama program One Pesantren One Program (OPOP) dan UMKM yang juga menjadi prioritas Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

“Sudah barang tentu, kami akan berkoordinasi dengan MUI Jatim maupun pusat. Mohon doa restu, semoga lancar dan dapat memberikan manfaat pada umat,” tutur Gus Shodiq. (*/S/my)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *