Kasus harian COVID-19 dan keterisian rumah sakit di Jatim mulai menurun

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dok/radar96.com)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Pemprov Jatim melalui tim Satgas Covid-19 terus memonitor positivity rate di Jatim untuk me mengetahui apakah testing di Jatim sudah memenuhi standar dan kasus-kasus yang tersembunyi di masyarakat  bisa ditemukan dengan baik.

Per minggu ini, berdasarkan aplikasi Bersatu Lawan Covid-19, kasus yang diperiksa di Jatim dalam satu minggu sudah mencapai 45.045 tes PCR/minggu, angka ini sudah di atas standar WHO yakni 1 tes tiap 1.000 penduduk per minggu atau setara dengan 40.479 tes PCR/minggu.

“Dengan demikian, target testing PCR di Jatim sesuai sudah tercapai 111 persen dari standar WHO. Apalagi, dari 45 ribu kasus tersebut ditemukan kasus positif per minggu jumlahnya 2.694, artinya positivity rate sudah mencapai angka 6 persen. Dari WHO, positivity rate yang ideal adalah 5 persen. Sebelum PPKM, positivity rate di Jatim di angka 20 persen,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (14/3/2021).

Menurut dia, positivity rate di Jatim mencapai 6 persen itu merupakan prestasi dan kerja keras serta kerja sama dari semua elemen yang sangat baik. “Ini menunjukkan pemerintah terus konsisten meningkatkan testing dan hasilnya dengan jumlah testing yang sesuai standar WHO adalah kasus harian maupun keterisian rumah sakit mulai menurun,” ungkap Khofifah.

Khofifah menambahkan, penurunan kasus maupun positivity rate tersebut juga diikuti dengan penurunan BOR atau keterisian rumah sakit. Saat ini, BOR isolasi sudah turun dari 79 persen di awal PPKM menjadi 33 persen untuk isolasi biasa dan ICU dari 72 persen menjadi 52 persen.

“Prestasi ini juga merupakan berkat gotong royong dan peran semua pihak termasuk TNI/Polri, Tomas, tenaga medis, Pemkab/Kota, Toga, dan seluruh masyarakat di Jatim. Hal ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan PPKM Mikro telah cukup membantu dan berada di jalur yang benar,” urai orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Hal ini, kata Khofifah, tentunya merupakan salah satu hal yang patut dibanggakan, namun perlu diwaspadai. Apalagi, sebelumnya Jatim juga pernah mencapai positivity rate hanya 7 persen di bulan Oktober, namun setelah libur panjang positivity rate tersebut kembali naik menjadi 19 persen.

“Alhamdulillah sekarang 6 persen. Harapannya, ini menjadi catatan dan bisa menjadi motivasi untuk masyarakat, pemerintah provinsi maupun aparat untuk terus konsisten mengawal penurunan kasus di Jawa Timur, termasuk dengan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan. Terus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan hanya keluar rumah untuk urusan yang penting,” pungkas Gubernur Khofifah. (*/my)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *