Kader Muslimat dan ISNU jadi Profesor, dokter NU jadi Doktor

Prof Dr Elfi Muawanah SAg MPd, salah seorang pengurus PAC Muslimat NU Mlarak, Ponorogo, dikukuhkan menjadi profesor atau Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan Penyuluhan pada Rapat Senat Terbuka di IAIN Tulungagung pada 17 Maret 2021. (Foto: duta.co)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Kini, sumberdaya manusia (SDM) dari kalangan Nahdliyyin (NU) agaknya sudah banyak yang menyandang predikat atau gelar yang membanggakan.

Ada kader Muslimat NU dari Ponorogo yang menjadi profesor. Ada pula, dokter NU dari jajaran TNI AL yang menjadi Doktor. Tak ketinggalan, ada Dewan Ahli ISNU Jatim dan Wakil Ketua ISNU Surabaya dari ITS yang menjadi Guru Besar dalam usia muda.

Adalah Prof Dr Elfi Muawanah SAg MPd, salah seorang pengurus PAC Muslimat NU Mlarak, Ponorogo, yang dikukuhkan menjadi profesor atau Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan Penyuluhan pada Rapat Senat Terbuka di IAIN Tulungagung pada 17 Maret 2021. Sebelumnya ada Dewan Pakar Muslimat NU DIY, Prof Dr Marhumah, MPd, yang menjadi guru besar bidang ilmu hadis Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Selamat dan untuk sukses selalu untuk bunda Profesor Dr. Elfi Muawanah S.Ag, MPd, kader Muslimat NU Ponorogo, yang dikukuhkan dalam rapat senat terbuka di IAIN Tulungagung. Kita boleh ada dimana-mana dan boleh berkarya, berprestasi dan berproses demi kemaslahatan umat, agama, nusa, dan bangsa. Apa pun kita, kalian semua adalah kebanggaan kami kader-kader Muslimat NU,” kata Wakil Ketua PC Muslimat NU Ponorogo, Siti Djauharotul Wasillah, dalam pengukuhan Elfi.

Dari kalangan profesional NU, ada nama DR Kolonel Laut (K) dr. Hisnindarsyah SE M.Kes M.HC., yang menjadi doktor dalam Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) di Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya dengan ujian terbuka secara online/daring M.M., pada 27 Februari 2021.

Kolonel Laut (K) dr Hisnindarsyah sedang ujian terbuka doktor disertasi di STIESIA Surabaya, 27 Februari 2021 (foto: stiesia.ac.id)

Dengan promotor Prof. Dr. Budiyanto, M.S. dan ko-promotor Dr. Khuzaini, M.M., dalam ujian terbuka doktor itu, Kolonel Laut (K) dr Hisnindarsyah mempertahankan disertasi berjudul “Pengaruh strategi kemitraan untuk mencapai keunggulan bersaing melalui market area dan inovasi layanan kesehatan (Studi Kasus di Rumkital dr FX Suhardjo Lantamal IX Ambon)” melalui Grand Theory (teori besar) manajemen strategi.

Dengan penguji akhir adalah DR Suwitho MM, DR.Ir.Budhi Satriyo MM, DR Suhermin SE MM., dan Prof. drs. Abdul Rahman Lubis Ph.D. (penguji luar dari Unsyiah), Kolonel Laut (K) dr.Hisnindarsyah akhirnya dinyatakan lulus dalam Program Doktor Ilmu Manajemen yang ke-70 dengan predikat sangat memuaskan.

Satu lagi, ada Dewan Ahli ISNU Jatim dan Wakil Ketua ISNU Surabaya dari ITS yang menjadi Guru Besar dalam usia muda pada 17 Maret 2021. Namanya, Prof Setiyo Gunawan ST PhD. Ia merupakan dosen Jurusan Teknik Kimia (Tekkim) ITS Surabaya, yang bekerja di Laboratorium Teknik Biokimia Jurusan Tekkim ITS.

Prof Setiyo Gunawan ST PhD (Foto: ISNU Surabaya)

Debutnya dalam publikasi jurnal dimulai pada tahun 2006 dan telah menghasilkan sebanyak 45 publikasi ilmiah. Jurnal perdananya berjudul Pemisahan Squalene dan Fatty Acid Steryl Esters dari Soybean Oil Deodorizer Distillate: Penghilangan Free fatty acids dan Triacylglycerols.

Selain mempublikasikan 45 jurnal, alumnus program Doktor Jurusan Teknik Kimia National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) ini juga telah menulis satu judul buku, mengikuti 57 konferensi, dan melakukan sembilan penelitian. Ia merupakan salah satu dari enam dosen ITS dengan Publikasi Ilmiah terbanyak. (*/my)

Sumber:
*) https://duta.co/hebat-lagi-kader-muslimat-nu-dikukuhkan-jadi-profesor
*) https://stiesia.ac.id/ujian-terbuka-disertasi-kolonel-laut-k-dr-hisnindarsyah/
*) https://kabarkampus.com/2016/02/inilah-enam-dosen-dengan-publikasi-ilmiah-terbanyak-di-its/

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *