By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Disuntik Vaksin Babi?
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Disuntik Vaksin Babi?
Kolom

Disuntik Vaksin Babi?

24/03/2021 Kolom
KH Ma'ruf Khozin, Direktur "Aswaja Centre" PWNU Jatim, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, dan alumni Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jatim.
SHARE

Oleh KH Ma’ruf Khozin

Saya dulu berpikiran bahwa ketika divaksin dengan suntikan yang mengandung babi adalah diambilkan dari dagingnya, darahnya, kulitnya atau organ tubuh yang lain.

Ternyata, anggapan saya salah salah total, setelah mendengar pemaparan dari seorang ilmuwan yang saat ini menjadi peneliti virus dan vaksin merah putih, seorang doktor lulusan Jerman dan menjadi dosen di ITB. Maklum, andaikan masuk SMA mungkin saya diterima di jurusan IPS, untungnya saya mondok.

Makanya, maha benar Allah yang memerintahkan untuk merujuk kepada ahlinya:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

(An-Naĥl: 43) “…maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”

Dan, Allah juga memerintahkan untuk klarifikasi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

(Al-Ĥujurāt: 6) “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”

Penjelasan yang saya pahami dari uraian panjang tadi, bahwa yang dimaksud vaksin terbuat dari Tripsin Pangkreas Babi adalah dengan cara mengambil dari pangkreas babi, kemudian dihancurkan, dari bagian protein diambil yang namanya Tripsin. Bentuknya kecil tak kasat mata. Dari kaca mata Fikih, kita sudah maklum menghukumi sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata:

ﺧﺮﺝ ﺑﻪ ﻏﻴﺮ اﻟﻤﺮﺋﻲ ﺑﻪ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺆﺛﺮ.
ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺑﻤﻮاﺿﻊ ﻣﺘﻔﺮﻗﺔ، ﻭﻛﺎﻥ ﺑﺤﻴﺚ ﻟﻮ ﺟﻤﻊ ﻟﺮﺅﻱ، ﻭﻛﺎﻥ اﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻗﻠﻴﻼ ﻭﻟﻮ ﻣﻦ ﻣﻐﻠﻆ ﻭﺑﻔﻌﻠﻪ ﻋﻨﺪ ﻣ ﺭ.

Pengecualiannya, adalah najis yang tidak terlihat, maka tidak pengaruh, meskipun ada di beberapa tempat terpisah sekira bila dikumpulkan akan terlihat dan akumulasinya sedikit walaupun dari najis mughallazah (anjing dan babi) dan dengan perbuatan yang disengaja —juga tidak berpengaruh— (Ianah Ath-Thalibin 1/43).

Apakah Tripsin ini yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia? Bukan. Sekali lagi bukan.

Tripsin ini untuk melepaskan inangnya karena menempel di pelat padat. Setelah itu, dalam waktu kurang 5 menit, Tripsin harus dibersihkan dari inangnya agar inang ini tidak mati. Selanjutnya inang yang sudah terpisah dari Tripsin tadi diisi kode genetik atau resep membuat virus. Didalam inang tersebut tumbuh virus. Jumlahnya juga sedikit cuma 10 mililiter, atau beberapa tetes dari air gelas mineral yang berisi 240 mililiter itu. Inilah yang dibuat oleh Oxford.

Kemudian dibeli oleh banyak perusahaan —diantaranya AstraZeneca—. Lalu, dikembangkan dalam penampungan besar seukuran ribuat liter. Penghukuman secara Fikih juga sangat maklum.

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ اﻟﺨﺪﺭﻱ – ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﺇﻥ اﻟﻤﺎء ﻃﻬﻮﺭ ﻻ ﻳﻨﺠﺴﻪ ﺷﻲء». ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﺜﻼﺛﺔ

Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya air adalah suci. Tidak bisa dinajiskan oleh sesuatu”. (HR Abu Dawud An-Nasa’i dan Tirmidzi).

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺃﻣﺎﻣﺔ اﻟﺒﺎﻫﻠﻲ – ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﺇﻥ اﻟﻤﺎء ﻻ ﻳﻨﺠﺴﻪ ﺷﻲء, ﺇﻻ ﻣﺎ ﻏﻠﺐ ﻋﻠﻰ ﺭﻳﺤﻪ ﻭﻃﻌﻤﻪ, ﻭﻟﻮﻧﻪ». ﺃﺧﺮﺟﻪ اﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ

Dari Abu Umamah Al-Bahili bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya air tidak najis kecuali bila berubah baunya, rasanya dan warnanya”. (HR Ibnu Majah).

Kemudian, virus dipanen dan dimurnikan dan dicampur dengan air lagi dalam jumlah yang besar dan bahan untuk siap disuntikkan. Semua proses produksi di atas hanya menggunakan unsur non-hewani. Vaksin siap disuntikkan.

Seperti halnya vaksin AstraZeneca adalah vaksin Meningitis. Saat Anda mau umrah dan haji ke Arab Saudi perlu vaksin Meningitis itu. Kalau suntik vaksin Meningitis mau, tapi giliran AstraZeneca tiba-tiba tidak mau? Padahal, Arab Saudi juga mengharuskan vaksin virus Covid-19 bila ada yang mau ke Arab Saudi. (*)

*) Penulis adalah Direktur “Aswaja Centre” PWNU Jatim, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, dan alumni Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jatim.

Iklan.

You Might Also Like

DMI Jatim Percepat Digitalisasi Sistem Informasi Ribuan Masjid

Negara Wajib Melindungi Rakyatnya

Obituary John L. Esposito: Sang Pembela Wajah Moderat Islam di tengah Islamophobia

Dari Meme ke Krisis Kepecayaan Publik

Membangunkan “Wakaf Tertidur” untuk Kejayaan Peradaban Islam Indonesia

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article HPN adakan Mukernas di Bali dan LPNU adakan Rakornas di Bandung
Next Article 110.459 siswa lolos SNMPTN 2021, siswa Jawa Timur terbanyak

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Universitas Bondowoso Tantang Mahasiswa KKN Jadi Agen Transformasi Desa Berbasis Digital
Uncategorized
Kolaborasi Pemuda, DPRD, dan Mahasiswa Warnai Aksi Sosial PEMBERSATU Bondowoso di Desa Taman
Sospol
Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi
Ekraf
Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”
Nahdliyyin

You Might also Like

Kolom

Nahdlatul Ulama (NU) Menyongsong Era Digital: Merawat Jagat, Membangun Peradaban Siber

15/07/2026
Kolom

Muktamar NU : Harus Bisa Memilih Nakhoda yang Memahami Perubahan Global

15/07/2026
Kolom

Pemilihan Ketum PBNU Melalui Ahwa

15/07/2026
Kolom

Muktamar dan Amar Makruf Nahi Mungkar

14/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?