By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: MANIFESTO TAMBAKBERAS 2026
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > MANIFESTO TAMBAKBERAS 2026
Kolom

MANIFESTO TAMBAKBERAS 2026

10/07/2026 Kolom
Lambang Nahdlatul Ulama (*/NUO)
SHARE

(Meluruskan NU, Mengembalikan Marwah Jam’iyah)

Oleh Sudarsono Rahman *)

Atas nama amanah para Muassis, Kami menyerukan Kepada seluruh Muktamirin dalam Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 :

Jadikan Muktamar bukan sekadar pergantian Kepemimpinan, tetapi momentum mengembalikan NU kepada jalan perjuangan yang telah diwariskan oleh para Pendiri.

Kami percaya bahwa Nahdlatul Ulama akan tetap menjadi kekuatan moral bangsa apabila lima prinsip dasar ini dijaga.

1.Menegakkan Konstitusi Organisasi

Tidak ada seorang pun yang berada di atas Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, maupun Peraturan Perkumpulan. Semua kader memiliki kedudukan yang sama di hadapan aturan organisasi.

2.Mengembalikan Ulama sebagai Navigator.

Ulama harus menjadi penuntun arah perjuangan organisasi, Kepemimpinan NU harus bertumpu pada Ilmu, Akhlak, Keteladanan, dan Amanah, bukan pada kekuatan modal maupun kedekatan dengan kekuasaan.

3.Menjaga Independensi Nahdlatul Ulama.

NU harus mampu bekerja sama dengan siapa pun demi kemaslahatan bangsa, tetapi tidak boleh kehilangan kebebasan moral untuk mengingatkan, mengoreksi, dan menyampaikan kebenaran kepada siapa pun yang memegang kekuasaan.

4.Menolak Politik Transaksional.

Muktamar harus menjadi pesta Demokrasi Organisasi yang bersih, bermartabat, bebas dari politik uang, intimidasi, mobilisasi kekuasaan, serta segala bentuk praktik yang mencederai kehormatan Jam’iyah.

5.Membangun Kepemimpinan Peradaban.

NU tidak cukup hanya melahirkan Administrator Organisasi, NU harus melahirkan Pemimpin yang mampu membimbing Umat, memperkuat Persatuan Bangsa, mengembangkan Ilmu Pengetahuan, memajukan Pesantren, serta menghadirkan solusi atas persoalan Kemiskinan, Pendidikan, Lingkungan, dan Ketimpangan Sosial.

Kami meyakini bahwa kebesaran Nahdlatul Ulama tidak diukur dari seberapa dekat dengan penguasa, melainkan dari seberapa besar kepercayaan umat yang lahir karena kejujuran, keteladanan, dan keberanian menjaga kebenaran.

Sebagaimana pesan , amanah adalah fondasi perjuangan, Organisasi akan kehilangan keberkahannya apabila amanah dikalahkan oleh kepentingan sesaat.

Karena itu, kami mengajak seluruh Muktamirin untuk menjaga Muktamar sebagai forum yang suci dari transaksi kepentingan dan setia kepada cita-cita para Muassis.

Dari Tambakberas, mari kita teguhkan kembali bahwa Nahdlatul Ulama adalah rumah besar Umat; tempat Ulama memimpin dengan Ilmu, Organisasi berjalan dengan Konstitusi, dan Pengabdian kepada Bangsa dilandasi keikhlasan.

NU bukan milik Elite, NU adalah milik Umat.

NU bukan alat Kekuasaan, NU adalah penjaga moral Bangsa.

NU bukan organisasi yang mengikuti arah angin Politik, NU adalah Kompas Kebangsaan yang menuntun arah perjalanan Indonesia.

Meluruskan NU bukan berarti mengubah NU, Meluruskan NU berarti mengembalikan Nahdlatul Ulama kepada jalan yang telah dirintis para muassis : Jalan Ilmu, Jalan Akhlak, Jalan Amanah, dan Jalan Kemaslahatan. (*)

*) Penulis adalah
Wakil Ketua Umum DPP BariKade Gus Dur &
Koordinator Forum Aktivis NU (FASNU) Jawa Timur

Iklan.

You Might Also Like

Menegakkan Panji NU di Muktamar ke-35: Belajar dari Hajar Aswad Memasuki Abad Kedua NU

‘Haramkah’ NU Berpolitik?

Menakar Usulan Kiai Sepuh dalam Penyusunan AHWA

Harapan Muktamar NU ke-35 Jombang : Refleksi, Muhasabah, dan Dinamika NU Menyongsong Abad Kedua

NU dalam Akuarium: Menjaga Air Tetap Jernih Menjelang Muktamar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PMII Jatim: Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang Harus Diusut Tuntas
Next Article Resmi Diwisuda, Bupati Abdul Hamid Wahid Sandang Gelar Doktor di Tengah Kesibukan Pimpin Bondowoso

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso
Sospol
Menegakkan Panji NU di Muktamar ke-35: Belajar dari Hajar Aswad Memasuki Abad Kedua NU
Kolom
‘Haramkah’ NU Berpolitik?
Kolom
Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo
Nahdliyyin

You Might also Like

Kolom

Sejarah Bukan Sekadar untuk Menenangkan, tetapi untuk Belajar

20/08/2026
KolomOpini

Adab Berbeda Pendapat Menjelang Muktamar ke-35 NU

18/08/2026
KolomOpini

Qanun Asasi: Khazanah Keulamaan yang menjadi Fondasi Kebangsaan

17/08/2026
Kolom

NU adalah Amanah Umat, Bukan Milik Siapa-siapa

16/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?