By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Presiden: KH Abd Wahab Chasbullah ajarkan cinta Tanah Air
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kultural > Presiden: KH Abd Wahab Chasbullah ajarkan cinta Tanah Air
Kultural

Presiden: KH Abd Wahab Chasbullah ajarkan cinta Tanah Air

23/06/2021 Kultural
Sambutan Presiden Joko Widodo pada acara Haul ke-50 KH Abd Wahab Chasbullah, Selasa, 22 Juni 2021.
SHARE

Jombang (Radar96.com) – Presiden Joko Widodo menilai inisiator, pendiri, dan penggerak Jam’iyah NU KH Abd Wahab Chasbullah merupakan ulama besar yang memiliki wawasan luas, pandangan yang jauh kedepan, dan cita-cita mulia yang mengajarkan cinta Tanah Air.

“Pahlawan nasional Almaghfurllah KH Abd Wahab Chasbullah adalah ulama pejuang yang mengajarkan cinta Tanah Air, hubbul wathon minal iman, yang menggelorakan semangat kebangsaan, dan selalu berjuang untuk tegaknya NKRI,” katanya dalam sambutan virtual pada Haul Emas Virtual KH Abd Wahab Chasbullah yang disiarkan dari Jombang, Selasa malam.

Presiden Jokowi mengatakan teladan akhlak dari KH Abd Wahab Chasbullah akan terus abadi dan menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia, terutama saat menghadapi kondisi bangsa seperti saat ini. “Saya yakin dengan berbekal doa para kiai dan ikhtiar seluruh masyarakat, kita akan mampu melewati ujian dan cobaan yang sulit ini dengan kemenangan,” katanya.

Dalam Haul ke-50 KH Abd Wahab Chasbullah yang juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj (daring) dan Gubernur Jatim Khofifah (luring) itu, pendakwah asal Yogyakarta H Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) mengajak warga NU untuk meneladani pendiri NU dan pejuang NKRI KH Abd Wahab Chasbullah.

“Untuk meneladani hikmah beliau yang luar biasa pada NU, kita jangan meninggalkan tradisi lama yang masih baik di lingkungan NU, diantaranya madrasah diniyah (madin), ngaji Qur’an dengan Turutan, ziarah kubur, tahlil, dan sebagainya, kita harus malu kepada beliau, karena kita bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya,” katanya.

Dalam refleksi pada Haul Virtual yang juga ditandai dengan peluncuran Asosiasi YouTuber Santri Indonesia (AYSI) itu, Gus Miftah yang juga pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta menilai warga NU sekarang sudah “mengubah” tradisi para ulama, semisal madin jadi TPQ/TPA, mengganti Turutan dengan Iqro, ziarah kubur diganti dengan wisata religi, tahlil diganti kalimah thoyyibah.

“Saya datang haul untuk ngalap barokah, kalau kita mau ngalap barokah ya jaga tradisi yang baik, seperti Imam Maliki yang ngalap barokah pada Imam Syafii, padahal itu muridnya. Untuk itu, kita pakai madin, kalau TPQ atau TPA milik orang lain. Juga Iqro. Ziarah atau tahlil itu khas, kalau wisata atau kalimah thoyyibah bisa macam-macam, bukan khas,” katanya.

Hal itu juga diceritakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj. “Mbah Wahab Chasbullah itu merupakan tokoh yang dihormati semasa hidup hingga wafatnya, karena memiliki visi dan misi untuk kebangsaan yang diemban dengan amanah, bukan sekadar hidup, namun ada tujuan insaniah yang dipertanggungjawabkan kepada-Nya,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar menyatakan KH Abd Wahab Chasbullah itu merupakan tokoh yang “pasang badan” untuk kemerdekaan dan kejayaan NKRI. “Beliau rela di-bully dan bahkan dikafir-kafirkan, asalkan NKRI tetap harga mati, tidak diganti negara radikal, sekuler, liberal, negara agama, atau negara atheis,” katanya.

Menurut dia, kegigihan KH Abd Wahab Chasbullah membela NKRI itu karena sistem NKRI untuk negara majemuk itu sudah sesuai dengan sunnah Rasulullah, sebab Kota Madinah juga menaungi semua suku dan agama, bahkan Nabi sempat menyatakan siapa yang mengganggu non-Muslim “dzimmi” itu berarti menyakiti dirinya.

“Ibarat buka toko atau warung yang diberi nama toko artomoro, warung lumintu, dan nama macam-macam, namun hal penting bukan nama, melainkan pemiliknya amanah, timbangan jujur, harga berkualitas, janji tepat, zakat, shalat ya itu warung Islam, meski tanpa nama warung Islam. Itu sama dengan NKRI yang bukan dengan menyebut Islam,” katanya.

Haul Emas Virtual 50 Tahun KH Abd Wahab Chasbullah yang disiarkan langsung dari Masjid Jami’ Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur itu disiarkan juga oleh 250 channel YouTube dengan total subcribe mencapai 4 juta dan MAXstream Telkomsel, yang menyebar di berbagai provinsi dan luar negeri. (*)

Iklan.

You Might Also Like

JKSN Kalsel Dilantik, Kiai Asep Dorong Kemajuan Pesantren seluruh Indonesia

Tim Digitalisasi Turats Ma’had Aly Lirboyo Belajar Pengelolaan Manuskrip pada Lajnah Turats Tebuireng

30 Santri Tebuireng Tembus Universitas Al-Azhar Mesir

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Ungkap 3 Alasan “Lailatulqadar” Dirahasiakan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pemprov Jatim-TNI-Polri dukung pengetatan Posko PPKM Mikro di delapan Desa Prioritas di Bangkalan
Next Article PBNU apresiasi “Asosiasi YouTuber Santri Indonesia”

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

YTI Walisongo Probolinggo Perluas Pendidikan Qur’ani dengan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun
Sospol
MANIFESTASI INTEGRITAS DAN AKHLAQUL KARIMAH SEBAGAI PERSYARATAN UTAMA KETUA UMUM PBNU DI ERA MODERN
Nahdliyyin
Dari Kaset, Abah Hasyim Muzadi, hingga Pesantren Digipreneur
Kolom
Dari Kampus, Pesantren, hingga Kamera yang Merekam Zaman
Kolom

You Might also Like

Kultural

KH A Muzakky Al Hafidz: Jika Diuji Allah Berarti Disayangi

26/02/2026
Kultural

Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

13/02/2026
Kultural

KHA Muzakky Al-Hafidz: Hidup/Umur Itu Yang Penting Bukan Panjang/Pendek, tapi Berkah dan Manfaat

29/01/2026
Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: QS Ad-Dhuha Ajarkan Tiga Pilar Optimisme

22/01/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?