NU Jatim miliki 30 relawan Pemulasaraan jenazah Covid-19

Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Anwar Iskandar saat membuka Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 secara virtual di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (15/7/2021). (*/pna)
Bagikan yuk..!

Sidoarjo (Radar96.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memiliki 30 relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang sudah terlatih secara medis, fiqih, dan praktik, karena mereka sudah mengikuti Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (15/7/2021).

“PWNU Jatim sudah menemukan titik temu antara aspek medis dan fiqih terkait pemulasaraan jenazah karena PWNU sudah pernah mengadakan Bahtsul Masail tentang soal itu di RSI ini pada 14-15 Maret 2020,” kata
Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Anwar Iskandar, didampingi Ketua dan Sekretaris PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar dan Prof Akh Muzakki, PhD.

Saat membuka pelatihan secara virtual itu, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amien, Kediri, Jawa Timur itu mengatakan PWNU sudah tidak bingung soal pemalasaraan seperti pihak lain, karena PWNU sudah menemukan ttitik temu secara medik dan fiqih.

“Misalnya, cara mensholati jenazah Covid-19, yaitu sebelumnya dimakamkan, jenazah tetap disholati dalam peti jenazah di dalam mobil ambulans, sehingga bisa disholati di depan musholla atau masjid, atau bisa juga di depan rumah, tapi caranya dengan mensholati di depan mobil ambulans,” katanya.

Tata cara pemulasaraan yang diputuskan NU Jatim untuk menghormati jenazah itu kini sudah ditiru jajaran pemerintahan dan rumah sakit lainnya. “PWNU Jatim sendiri merasa berkewajiban menemukan tata cara yang dibenarkan secara medis dan fiqih itu karena mayoritas jenazah Covid-19 di Jatim adalah warga NU,” katanya.

Namun, karena peningkatan pasien Covid-19 yang memasuki “gelombang kedua” itu, maka PWNU Jatim tidak hanya menemukan solusi secara medis dan fiqih, melainkan juga membentuk tim relawan pemulasaraan jenazah Covid-19 yang terlatih di tingkat Jatim dan nantinya dikembangkan ke tim di tingkat kabupaten/kota yang ada.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kesehatan PWNU Jawa Timur dr H Hidayatullah, Sp.S mengatakan, tim ini nantinya akan memberikan layanan kepada masyarakat yang ada di Surabaya dan Sidoarjo, sebab di dua daerah inilah kasus Covid-19 mengalami kenaikan yang tinggi.

“Kami fokus dulu di Surabaya dan Sidoarjo sebagai pilot project. Nantinya kami upayakan bisa berkembang ke seluruh Jawa Timur dengan menggandeng PCNU di setiap kabupaten/kota,” kata Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo ini.

Tim relawan itu terbentuk berkat kolaborasi antar lembaga dan badan otonom di PWNU Jawa Timur. Selain LKNU, ada Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor-Banser, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadawah Nahdlatul Ulama (Lazisnu), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) dan unsur yang lain.

Sementara para pemateri yang hadir dalam kegiatan ini adalah KH Ma’ruf Khozin (Ketua Aswaja NU Centre PWNU Jawa Timur) bersama para tim dokter dari RSI Siti Hajar seperti dr. Atik Yuniani, Sp.PD, dr. M Rizalul Rosyiadi,Sp.OG dan dr. Silvy Rahmah Yanthy.

Pasca pelatihan, kata Dokter Hidayat, PWNU Jawa Timur akan segera memberikan informasi kepada masyarakat tentang prosedur bagaimana mendapatkan layanan ini. Masyarakat juga bisa mendukung dengan menyalurkan donasi melalui NU Care-Lazisnu Jawa Timur di nomer rekening Bank Jatim Syariah 610-1999-984 atau BCA 429-8624-999 kemudian melakukan konfirmasi melalui WhatsApp ke 0896-3009-2626. (*/pna)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *