Jatim laksanakan Vaksin Ketiga bagi SDM Kesehatan pada Senin dan vaksinasi bagi pelajar 7-12 tahun mulai Rabu

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi, Krian, Kab. Sidoarjo, Jumat (16/7). (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Malang (Radar96.com) – Pemprov Jatim terus mempercepat perluasan cakupan penerima vaksinasi dari berbagai kalangan masyarakat. Hari Senin (2/8), pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga bagi SDM Kesehatan resmi dimulai. Rencananya, Rabu (4/8) dimulai bagi pelajar 7-12 tahun.

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi SDM Kesehatan dan kaum difabel di Gedung Bundar Al-Asy’ari Universitas Islam Malang (Unisma) dan Gedung Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (2/8).

Pelaksanaan vaksinasi di Unisma sendiri dilaksanakan tanggal 31 Juli-2 Agustus 2021 dan menyasar kepada 5.000 orang. Senin (2/8), jumlah SDM Kesehatan sebanyak 25 orang, dan kaum difabel penerima vaksin di Unisma sebanyak 25 orang.

Sementara pelaksanaan vaksinasi di UMM berlangsung dari tanggal 31 Juli-2 Agustus 2021 dengan jumlah target vaksinasi per harinya adalah 1.800 orang.
Senin (2/8), jumlah SDM Kesehatan sebanyak 15 orang, dan kaum difabel penerima vaksin di UMM sebanyak 10 orang.

Ia menambahkan, untuk mengkoordinasikan berbagai pelaksanaan program terutama vaksinasi di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah nantinya koordinasi intensif secara internal akan dikoordinatori oleh Kepala Dinas Pendidikan, yang akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan.

“Insya Allah, hari Rabu (4/8), kita juga akan melakukan secara virtual pelaksanaan vaksinasi serentak bagi pelajar usia 12 sampai 17 tahun,” terangnya.

Sementara itu, Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri M.Si mengatakan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi Unisma karena dipercaya menyelenggarakan vaksinasi tidak hanya bagi jajaran civitas akademika Unisma, tapi juga masyarakat umum dan kaum difabel.

“Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi selama tiga hari ini berjalan dengan baik. Kemarin baik jajaran civitas akademika, Yayasan Unisma, RSI Unisma, SMA Islam Nusantara, serta masyarakat sekitar Unisma seperti dari Dinoyo dan Tlogomas. Dan untuk hari ini ada dari tenaga kesehatan dan kaum difabel,” katanya.

Senada dengan Rektor Unisma, Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd mengatakan bahwa vaksinasi yang diselenggerakan selama tiga hari berturut-turut ini merupakan inisiatif Gubernur Jatim dan kerjasama juga dengan Pemkot Malang dan UMM. Vaksinasi ini merupakan upaya akselerasi untuk melakukan percepatan vaksinasi khususnya di Malang Raya.

“Kami atas nama pimpinan UMM berterimakasih kepada Ibu Gubernur yang berkenan rawuh dan maturnuwun empat hari lalu ibu juga memberi sumbangan bed bagi rumah sakit covid UMM,” ungkapnya.

Apresiasi RSU UMM Beri Layanan Inklusif

Dalam kunjungannya ke UMM kali ini, Gubernur Khofifah berkesempatan meninjau Rumah Sakit Umum (RSU) UMM. Dengan didampingi Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd, Direktur RSU UMM Prof. Dr. dr. Jhoni Junaidi, dan Walikota Malang, Gubernur Khofifah meninjau instalasi perawatan Covid-19 dan infeksi di ruang Nursestation Alamanda.

Di ruangan ini, Khofifah juga melihat CCTV yang menampilkan kondisi ruangan inkubator, kondisi pasien dan nakes, serta ruangan ICU dan ruangan operasi. Selanjutnya, Khofifah juga melakukan interaksi melalui CCTV dengan para pasien Covid-19 yang dirawat.

Usai melakukan peninjauan, Khofifah memberikan apresiasi yang luar biasa kepada RSU UMM yang merupakan rumah sakit inklusif. Dimana, RSU UMM ini memberikan pelayanan Covid-19 kepada ibu hamil yang terkonfirmasi Covid-19, kemudian memberikan pelayanan kelahiran C-Section (persalinan lewat operasi caesar) bagi pasien terkonfirmasi Covid-19, serta layanan hemodialisa bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.

“Tidak banyak rumah sakit yang menyiapkan layanan persalinan ibu hamil, persalinan C-Section maupun layanan hemodialisis bagi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dan RSU UMM memberikan layanan ini,” katanya.

Menurutnya, pelayanan bagi ibu hamil maupun hemodialisis bagi pasien positif Covid-19 ini bukanlah sesuatu yang sederhana. Apalagi, beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di RSU UMM tidak hanya dari Malang Raya, tapi juga daerah lain seperti Situbondo dan Kediri.

“Masyarakat harus punya harapan untuk mendapatkan layanan kesehatan dan salah satu yang memberikan harapan itu adalah RSU UMM. Sekali lagi terimakasih kepada RSU UMM,” pungkasnya. (*)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *