Pasca Alami kecelakaan di Salatiga, Gubernur Jatim pantau perkembangan perawatan KH Miftachul Akhyar

Rais Aam Syuriah PBNU sekaligus Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam acara istighotsah menyikapi Pandemi Covid-19. (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Rais Aam Syuriah PBNU sekaligus Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar mengalami kecelakaan di jalan tol Salatiga, Solo, tepatnya di kilometer 463-800, Kamis (12/8/2021), karena mobil yang ditumpangi menabrak mobil boks, namun kondisinya stabil dan hanya mengeluhkan rasa nyeri di bahu bagian kanan.

Mendengar hal itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa minta masyarakat Jawa Timur untuk mendoakan agar KH Miftachul Akhyar terus dalam kondisi baik. Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga mempersilakan dengan hormat jika Kiai Miftahchul Akhyar berkenan untuk pemeriksaan di RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit Pemprov Jawa Timur.

Ketua PP LP Ma’arif NU HM Z. Arifin Junaidi mengaku sudah menelepon Kiai Miftah. “Alhamdulillah, saya sudah berhasil bicara via telepon dengan Kiai Miftah, beliau baik-baik saja. Menurut Kiai Mif, beliau dari Jakarta jam 23 dan kecelakaan terjadi setelah beliau shalat shubuh di rest area Salatiga,” katanya.

Menurut keterangan sementara, ada truk boks di depannya yang mengerem mendadak dan sopir tak bisa mengendalikan mobilnya. “Menurut Kiai Mif, sekeluar dari rest area, beliau tertidur, bangun-bangun sudah di ambulans. Beliau hanya lecet. Semoga semua baik-baik saja,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, rombongan hendak menuju ke Surabaya. Kiai Miftah berangkat bersama sopir, ajudan dan putranya. Sampai di lokasi, mobil rombongan disalip sebuah truk boks. Tidak berapa lama kemudian, truk yang berada di depannya mengerem.

Sementara itu, Gubernur Jatim yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini menyampaikan bahwa begitu ia mendengar kabar bahwa tokoh ulama besar NU tersebut mengalami kecelakaan, maka dirinya segera meng-kroscek dan meng-update kondisi KH Miftachul Akhyar.

“Alhamdulillah menurut putera beliau Gus Mughits, Kyai Miftah dalam keadaan baik, sehat dan saat ini mendapatkan pemeriksaan awal di RS Salatiga dan saat ini perjalanan ke Surabaya, Insya Allah sore ini sampai Surabaya. Saya mohon warga Jawa Timur turut mendoakan agar beliau sehat dan panjang umur, sehingga tetap mengawal kehidupan keagamaan dan kebangsaan di negeri ini,” katanya saat berada di Gresik.

Berdasarkan informasi yang ia terima, Kiai Miftah juga akan segera melakukan check up kesehatan ke RS Jemursari Surabaya. Rujukan itu dimaksudkan agar Kiai Miftah melakukan medical check up lebih lanjut.

Secara khusus Gubernur Khofifah bersyukur bahwa kondisi Kiai Miftah cukup baik dan tidak mengalami cedera yang serius. Ia juga mengajak masyarakat Jawa Timur untuk mendoakan agar kondisi Kiai Miftah terus membaik dan selalu dalam lindungan Allah.

“Kami sangat berterima kasih jika Kiai Miftah berkenan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ataupun perawatan di RSUD Dr Soetomo, tentu kami pun akan memberikan layanan terbaik bagi beliau. Tapi yang terpenting kita doakan beliau sehat-sehat dan kondisinya terus membaik,” pungkas Khofifah.

KH Miftachul Akhyar adalah seorang ulama yang kini menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025. Ia ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI dalam Musyawarah Nasional (Munas) X MUI di Jakarta, Jumat 27 November 2020 dini hari.

KH Miftachul Akhyar juga menjabat Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2018-2020, yang ditetapkan pada Rapat Pleno PBNU pada Sabtu, 22 September 2018 M, bertepatan dengan 12 Muharram 1440 H.

Kyai Miftah menggantikan KH Ma’ruf Amin yang resmi mengundurkan diri dari posisi Rais Aam PBNU karena maju sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019. Kyai Miftah saat ini merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.

Kyai Miftahul Akhyar tercatat pernah ‘nyantri’ di beberapa pesantren ternama, di antaranya Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang; Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan; Pondok Pesantren Al-Anwar Lasem, Sarang, Jawa Tengah; juga mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia. (*/hmn)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *