Gubernur Khofifah resmikan Ruang Isolasi Khusus dan Ruang VIP Pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo Surabaya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan empat unit pelayanan, yaitu Ruang Isolasi Khusus (RIK) 7, Ruang Wijaya Kusuma yang merupakan ruang VIP bagi pasien Covid-19, optimalisasi Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) melalui aplikasi, dan Obgyn Clinic Graha Amerta, di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jumat (20/8) sore. (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan empat unit pelayanan, yaitu Ruang Isolasi Khusus (RIK) 7, Ruang Wijaya Kusuma yang merupakan ruang VIP bagi pasien covid-19, optimalisasi Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) melalui aplikasi, dan Obgyn Clinic Graha Amerta.

“Dengan adanya inovasi empat pelayanan ini menunjukkan bahwa RSUD Dr Soetomo tetap tangguh dan tumbuh di tengah Pandemi Covid-19. Ini sesuai dengan spirit Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI bahwa RSUD Dr. Soetomo terus memberikan ketangguhan dan terus tumbuh di tengah kondisi yang tidak mudah saat pandemi,” ungkap Gubernur Khofifah di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jumat (20/8) sore.

Sesaat setelah menandai peresmian dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan rangkaian melati itu, Gubernur Khofifah juga meninjau langsung dan berbincang dengan tenaga kesehatan yang berada di RIK 7 RSUD Dr. Soetomo, lalu memecahkan kendi di depan mobil ambulans layanan PPJT sebagai tanda telah dioperasikannya layanan tersebut.

Gedung RIK 7 memberikan layanan perawatan intensive care sebanyak 29 bed, dan ruang isolasi bertekanan negatif sekitar 200 bed. Dengan adanya penambahan bed di RIK 7, sehingga total bed layanan Covid-19 di RSUD Dr. Soetomo saat ini sebanyak 745 bed. Ruang Wijaya Kusuma digunakan Perawatan VIP-VVIP Covid-19 dengan kapasitas 6 ruang perawatan.

Untuk mobil layanan PPJT digunakan optimalisasi PPJT disebut juga Chest Pain Unit Soetomo yang diperuntukkan pasien jantung. Jadi, jika seseorang mengalami nyeri dada mendadak, bisa menghubungi RSUD Dr. Soetomo melalui aplikasi. Selanjutnya, pasien akan dijemput menggunakan ambulans yang alkesnya lengkap untuk menangani pasien jantung.

Sementara pelayanan keempat yang diresmikan Gubernur Khofifah dengan didampingi Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, serta Dirut RSUD Dr. Soetomo Surabaya Joni Wahyuhadi itu adalah Obgyn Clinic Graha Amerta, yang merupakan poliklinik kandungan ini bisa melayani ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Seusai meresmikan, Khofifah mengapresiasi empat pelayanan kesehatan yang diinisiasi RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Menurutnya, dengan adanya inovasi pelayanan-pelayanan ini menunjukan bahwa RSUD Dr. Soetomo tetap tangguh dan tumbuh di tengah Pandemi Covid-19.

“Hari ini kita meresmikan empat pelayanan di RSUD Dr. Soetomo. Ini sesuai dengan spirit Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI bahwa RSUD Dr. Soetomo terus memberikan ketangguhan dan terus tumbuh di tengah kondisi yang tidak mudah saat pandemi,” ungkapnya.

Menurut Gubernur Khofifah, pelayanan ini juga diinisiasi sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemprov Jatim. Meskipun BOR ICU Covid-19, Isolasi Covid-19, RS Darurat Covid-19, dan Rumah Observasi semuanya dalam kondisi menurun, tetapi hal ini sebagai kesiapsiagaan.

“Kita berdo’a dan berihtiar semoga pengendalian covid-19 dapat dimaksimalkan dan kasusnya terus menurun. Kita tentu tidak ingin Covid-19 ini melonjak lagi kasusnya. Kita berusaha mengendalikan kasus Covid-19 di Jatim terus turun dan melandai. Namun demikian, kita harus tetap melakukan kesiapsiagaan,” tandas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan data per 19 Agustus 2021, dibandingkan data per 3 Juli 2021 BOR RS Rujukan COVID-19 di Jatim menunjukkan penurunan signifikan dan sudah dibawah standar WHO 60 persen. Dimana untuk BOR ICU dari 78 persen turun menjadi 56 persen, BOR Isolasi biasa dari 81 persen turun menjadi 37 persen, BOR RS Lapangan dari 69 persen turun menjadi 28 persen, dan BOR Rumah Karantina dari 50 persen turun menjadi 23 persen.

Di sisi lain, Khofifah juga mengapresiasi para donatur yang ikut bergotong royong  memberikan support untuk peningkatan layanan medis di RSUD Dr. Soetomo. “Terima kasih kepada para filantropi yang tetap memberikan support, bahwa kita di saat yang sulit Insyaallah kita tangguh dan tumbuh,” jelas Khofifah.

Sementara itu, Dirut RSUD Dr. Soetomo Surabaya Joni Wahyuhadi mengatakan, empat layanan yang diresmikan ini sudah siap digunakan untuk masyarakat. Salah satunya, yaitu Mobil Layanan PPJT yang bisa digunakan pasien jantung.

“Sesuai dengan arahan Bu Gubernur, RSUD dr. Soetomo harus tetap melayani pasien jantung. Orang sakit jantung ini banyak, di masa pandemi serangan jantung banyak yang tidak tertangani dengan baik. Nanti kita jemput dengan mobil layanan jantung atau Chest Pain Unit Soetomo,” jelas Joni.

Terkait Obgyn Clinic, Joni menjelaskan, RSUD Soetomo Surabaya tetap melayani ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sifatnya mulai dari kelas biasa hingga VIP. “Kondisi apapun RSUD Dr. Soetomo Surabaya harus tetap melayani,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga berksempatan memberikan penghargaan kepada para donatur yang telah memberikan kontribusi dalam penanganan Covid-19 di Pemprov Jatim untuk pelayanan darurat di RSUD Dr. Soetomo berupa koin dan sertifikat penghargaan.

Adapun penerima penghargaan yaitu Kementerian PUPR berupa koin dan sertifikat penghargaan, Dinas PU Cipta Karya Jatim berupa koin dan sertifikat penghargaan, Nany Wijaya (Tabloid Nyata dan Lions Group shining) berupa koin dan sertifikat penghargaan, Merry Tanhart (Persos Hwa Ind dan keluarga alm. Tam wei tong) berupa sertifikat penghargaan, dan Onny (Keluarga Nizar Ali dan perkumpulan ibu-ibu lockdwon) berupa sertifikat penghargaan.

Selain itu, Teddy Nyono (Direktur PT Matahari Sakti) berupa sertifikat penghargaan, Eka Sulistiawati (Presiden Rotary Club Surabaya) berupa sertifikat penghargaan, David Wkdodi yang mewakili Yay Sby Peduli Bangsa berupa sertifikat penghargaan, Yayasan sumber pengayoman sejati – dr. Tommy Nusalim  berupa sertifikat penghargaan, Dan Yayasan Generasi Peduli Kabar Baik –  Bp. Raymond Maxwell Njotorahardjo berupa sertifikat. (*/hmn)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *