Gubernur Khofifah: Literasi Keuangan harus ditingkatkan karena ekonomi kedepan bertumpu pada UMKM serba digital

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri pencanangan pembangunan gedung Kantor OJK Regional 4 Jatim di Surabaya, Sabtu (9/10/2021). (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Provinsi Jawa Timur menjadi nomor satu terkait literasi dan inklusi keuangan. Optimisme tersebut seiring dengan target literasi dan inklusi keuangan Indonesia yang ditetapkan pemerintah sebesar 50 persen dan 90 persen pada tahun 2024.

“Saya optimistis Jatim bisa nomor 1. Sebelumnya indeks literasi keuangan Jatim naik dari 35,6 persen menjadi 48,95 persen, seiring dengan meningkatnya indeks inklusi keuangan wilayah setempat dari 73,2 persen menjadi 87,96 persen. Ini peningkatan yang luar biasa karena masyarakat semakin sadar dan melek teknologi,” kata Khofifah saat Groundbreaking Pembangunan Gedung Kantor OJK Regional IV di Surabaya, Sabtu (9/10).

Untuk diketahui, Indeks literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta pengelolaan keuangan dalam mencapai kesejahteraan. Sedangkan, indeks inklusi keuangan merupakan ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dari kemampuan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.

“Literasi keuangan di masyarakat harus ditingkatkan untuk mewujudkan sistem keuangan yang inklusif yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui distribusi pendapatan yang lebih merata, penurunan kemiskinan, dan stabilitas sektor keuangan,” katanya.

Menurut Khofifah, upaya meningkatkan literasi keuangan menjadi tugas semua otoritas dan harus melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Khusus generasi muda, kata Khofifah, memiliki peran yang besar dalam mengedukasi keluarga, teman dan lingkungan sekitar terkait produk-produk keuangan digital.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah mengingatkan, bahwa 80 persen ekonomi global pada 2030 akan banyak bertumpu pada sektor UMKM. Selain itu 99 persen layanan UMKM akan dilakukan melalui daring, serta 85 persen UMKM di Indonesia masuk ke e-commerce. Oleh karena itu, gubernur perempuan pertama di Jatim itu memastikan bahwa digitalisasi sektor keuangan merupakan infrastruktur pendukung yang penting bagi koneksitas UMKM secara daring dalam tataran global.

“Generasi sekarang perlu memahami dan menyiapkan diri, bahwa upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar pada hari ini sangat penting, karena menjadi bagian dari upaya menyiapkan ekosistem menghadapi tantangan ekonomi digital ke depan,” tegasnya.

Sejauh ini, kata Gubernur Khofifah, Provinsi Jatim menjadi kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Sedangkan pada Triwulan II, Investasi di Jatim sebesar Rp34,8 Triliun dan 30,2 persen ada di Kota Surabaya. Artinya, kontribusi PDRB Kota Surabaya terhadap Provinsi Jawa Timur tumbuh luar biasa, hampir 25 persen.

“Ketika lembaga yang memiliki otoritas di bidang industri keuangan memiliki ruang untuk mengkoordinasikan secara lebih efektif dan produktif bagi Jatim dan itu menjadi penting karena masih banyak ekonomi masyarakat yang lesu pasca PPKM Darurat di Juli dan PPKM berlevel di Agustus,” urainya.

Khofifah mengungkapkan bahwa pada September 2021 Jawa Timur mengalami deflasi 0,11 persen. Kondisi ini disebabkan oleh turunnya harga-harga bahan pokok makanan yang diperkirakan akibat adanya pembatasan kegiatan masyarakat yang menyebabkan turunnya daya beli atau konsumsi terutama seperti telur. Karenanya, ketika Jawa Timur saat ini berada di level 1, Khofifah berharap kondisi ekonomi masyarakat dapat berangsur pulih.

Sementara itu, Khofifah menyebut, kehadiran kantor baru OJK itu turut menjadi hadiah spesial HUT Provinsi Jatim 12 Oktober 2021. Menurut Gubernur Khofifah, di tengah pandemi Covid-19, ada semangat baru yang terus dibangkitkan di Bumi Majapahit Jatim. Terlebih, ketika ada dorongan kuat dari OJK yang memiliki komitmen untuk bisa membangkitkan ekonomi Indonesia melalui Bumi Majapahit.

“Terima kasih, OJK luar biasa membangun komitmen untuk bisa mendorong kebangkitan ekonomi yang ditunjukkan melalui Bumi Majapahit Jatim. Hal ini akan menjadi kekuatan dan semangat bagi kami untuk membangkitkan kembali roda perekonomian di Bumi Majapahit dan kebetulan tanggal 12 Oktober HUT Pemprov Jatim ke-76. Kami merasa mendapat hadiah yang luar biasa dari OJK,” ungkapnya.

Setelah mengikuti serangkaian acara, Gubernur Khofifah bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso melakukan penandatangan prasasti. Dilanjutkan dengan penyekopan pasir bersama Kepala Kantor Regional IV OJK Jatim Bambang Mukti Riyadi, Anggota Komisi XI DPR Indah Kurnia dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Turut hadir dalam acara Pencanangan Pembangunan Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo, Deputi Komisioner Sumber Daya Manusia dan Manajemen Strategis Sarwono, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Budi Hanoto, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ibarbo Djajadi, Dirut PT Adhikarya Persero Entus Asnawi Mukhson, Direktur I PT Hutama Karya Persero Novias Nurendra, serta jajaran Kepala OPD Pemprov Jatim.(*/hmn)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *