By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Dur, Kiai As‘ad, dan Nabi Khidir
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kultural > Gus Dur, Kiai As‘ad, dan Nabi Khidir
Kultural

Gus Dur, Kiai As‘ad, dan Nabi Khidir

22/12/2021 Kultural
KH As'ad Syamsul Arifin (www.laduni.id)
SHARE

Pada Muktamar NU 1984 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, saat itu Gus Dur duduk bersama KHR As’ad Syamsul Arifin, sedangkan forum Muktamar NU telah memutuskan bahwa untuk menentukan Rais ‘Am dan Ketua Umum PBNU dengan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tunggal yaitu KHR As’ad Syamsul Arifin.

Dengan keputusan itu tentu banyak Kiai yang mengusulkan pada Kiai As’ad. Terkait dengan penentuan itu kata Gus Dur, saya saat itu sedang bicara dengan Kiai As’ad, tiba tiba datang Kiai dari Malang dan langsung matur kepada Kiai As’ad, agar Ketua Umum PBNU diberikan pada Kiai Tholhah. Spontan Kiai As’ad dawuh

“Tidak, Nabi Khidir baru saja meninggalkan tempat ini dan tetap menunjuk Gus Dur jadi Ketua Umum PBNU”.

“Kami yang mendengar cerita ini berpikir, berarti Nabi Khidir, Kiai As’ad dan Gus Dur sebelum Kiai dari Malang itu datang sedang bincang-bincang terkait siapa yang akan menahkodai atau memimpin NU” (Pengasuh Yayasan Raudlah Darus Salam Sukorejo Bangsalsari Jember, KH. M Misbahus Salam).

Bila kita ambil filosofi sufi dari cerita ini berarti Nahdlatul Ulama ini organisasi yang dijaga oleh para kekasih Allah SWT.

Dulu, Alm. KH A Hasyim Muzadi dawuh: NU ini punya komisaris, dan pengurus yang ada ini hanya direktur direktur yang sewaktu-waktu bisa ganti. Tapi sang pemilik NU akan selalu menjaga NU.

Dari itu Alm. KH Khatib Umar Sumberwringin Jember dawuh pada saya, “Misbah, kamu jadi pengurus NU pegang kalimat ini; Sirrul wali bil wali wa sirrul Ulama’ bil Ulama” (Rahasia wali itu yang tahu hanya orang wali dan rahasia Ulama itu juga yang tahu hanya Ulama).

Cerita ini sebenarnya mengandung makna kita harus hati-hati menjadi pengurus NU. Karena pengurus NU akan menjalankan amanah perjuangan Ulama yang notabene pewaris para Nabi. Bila sikap dan smaliah tidak sesuai dengan keinginan komisaris NU, khawatir ada keadilan Allah yang akan menimpa pada dirinya.

Semoga para pejuang dan pengurus NU dari PB hingga Kelompok Anak Ranting NU senantiasa dalam hidayah Allah dan diberi kemampuan dan keistiqamahan menjalankan amanah perjuangan NU sesuai dengan rel Khittah NU, dan tidak membawa NU ke ranah kepentingan yang tidak sesuai dengan cita-cita perjuangan NU. (*)

(Tulisan : KH. M Misbahus Salam, Pengasuh Yayasan Raudlah Darus Salam Sukorejo Bangsalsari Jember)

Iklan.

You Might Also Like

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab Ungkap 3 Alasan “Lailatulqadar” Dirahasiakan

KH A Muzakky Al Hafidz: Jika Diuji Allah Berarti Disayangi

Gus Mujab Jelaskan Lima Indikator “Kebahagiaan Sejati”

KHA Muzakky Al-Hafidz: Hidup/Umur Itu Yang Penting Bukan Panjang/Pendek, tapi Berkah dan Manfaat

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: QS Ad-Dhuha Ajarkan Tiga Pilar Optimisme

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Selasa (21/12), Simposium Nasional “Membumikan Turots Ulama Nusantara” semarakkan Muktamar NU
Next Article Gubernur Khofifah ajak kader NU percepat transformasi digital

Advertisement



Berita Terbaru

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol

You Might also Like

Kultural

Kajian Senja Al-Yasmin, Prof Ali Aziz: “Al ‘Ashr” Ajarkan 4 Spirit Terbaik Isi Waktu

08/01/2026
Kultural

KH Muhammad Imam Aziz: Penerus Api Perjuangan HAM Dan Keadilan, Meskipun Sudah Tiada

16/12/2025
Kultural

Kembangkan 190 Varian Anggur, Ponpes Jatinom Blitar Calon Penerima Eco Pesantren Jatim

17/11/2025
Kultural

Pesantren Ribath Futuhatunnur Toro Gelar Maulid Nabi

21/09/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?