Surabaya (Radar96.com) – Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur akan menggelar Festival Seni Santri tahun 2022. Acara itu akan dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 18 Maret nanti.
Ketua PW Lesbumi Jawa Timur, Nonot Sukrasmono menuturkan, rencana semula kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kantor PWNU Jatim. Namun untuk saat ini belum memungkinkan karena sedang ada renovasi dan parkir di lapangan sisi utara juga tidak bisa dipakai karena sedang ada pembangunan Menara 17. Lalu setelah dilakukan banyak pertimbangan, pilihan itu jatuh pada Kabupaten Sidoarjo.” kata Ketua PW Lesbumi Jatim Nonot Sukrasmono saat dihubungi NU Online Jatim, Sabtu (05/02/2022).
Terkait dengan kesiapan, menurut Nonot, keinginan Lesbumi Jawa Timur untuk meminjam Alun-alun Sidoarjo tersebut disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo serta diberi ijin selama 10 hari. Rencana pembukaan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Maret pukul 19.00 WIB dengan dihadiri PWNU Jatim, PCNU Sidoarjo, Pemkab Sidoarjo, serta masyarakat.
“Kami mengharapkan masyarakat seniman dan budayawan nahdliyin bisa hadir dalam acara ini,” kata Nonot yang disampaikan pada Radar96.com pada Senin (07/03/22) siang tadi.
Sementara itu Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo Dodi Dyauddin mengaku berterima kasih kepada PW Lebumi yang telah memberikan kepercayaan dengan menjadikan Sidoarjo sebagai tempat acara yang digagas oleh para seniman dan budayawan NU.
Di antara acara yang disajikan dalam festival untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU dan Harlah ke-60 Lesbumi tersebut, antara lain: Gelaran UMKM, festival kuliner, tembang macapat, wayang Jumali, kentrung milenial, pencak dor, gebyar shalawat, istighosah, dan doa Harlah NU dan Lesbumi.
Selain itu, di Pendopo Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo juga akan disuguhkan pemeran lukisan. Peserta pameran lukisan dari Sidoarjo adalah Andiek Eko, Beni Dewo, Fathur Rojib, Rizki Maulana, Mac Gaayon, Maria Nofita Sechan, Nasar Al Batati, Novita Mardina, Rajendra Dewi, Wahayu Sigit Crueng, Woro Indah Lestari.
Sedangkan dari Surabaya ada Joko Pramono, Nabila Dewi Gayatri, Khusnul Bahri, Syamduro. Dari Pasuruan yaitu Achmad Rosidi Afresha Wenny, Yoes Wibowo. Dari Gresik M Riyanto, Sugi Hartono. Dari Kota Batu ada Slamet dan Sulthon Akbar dari Lomongan.

