By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pengaderan MKNU dan PKPNU dilebur “satu sistem” oleh Lakpesdam
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Pengaderan MKNU dan PKPNU dilebur “satu sistem” oleh Lakpesdam
Nahdliyyin

Pengaderan MKNU dan PKPNU dilebur “satu sistem” oleh Lakpesdam

08/03/2022 Nahdliyyin
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (*/NUO)
SHARE

Palembang (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan kembali bahwa pengaderan dalam Nahdlatul Ulama akan menggunakan satu pintu atau satu sistem. Dua pengaderan yang ada selama yakni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) akan dilebur menjadi satu.

“Hanya akan ada satu sistem kaderisasi,” tegasnya saat acara Silaturahmi dengan pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama se-Sumatera dalam rangka Harlah Ke-99 NU wilayah barat di Komplek Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (3/3/2022).

Kaderisasi ini tidak akan lagi dikelola oleh tim adhoc atau panitia yang dibentuk oleh PBNU. Namun kaderisasi yang namanya nanti akan diputuskan dalam waktu dekat akan dikelola atau berada di bawah Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam), meski NU juga memiliki “organisasi kader” yang berangkat dari pelajar/santri/remaja hingga dewasa/mahasiswa yakni IPNU-IPPNU.

“Kaderisasi akan berada dalam pengelolaan Lakpesdam karena kaderisasi masuk dalam pengembangan sumberdaya manusia,” jelasnya. Peleburan MKNU dan PKPNU ini juga akan dibarengi dengan penataan materi kaderisasi agar lebih terarah.

“Jangan cuma melatih kader agar memiliki semangat tinggi meluap-luap saja, tapi tidak tahu apa yang harus dikerjakan,” ungkapnya. Kaderisasi ini harus dikonsolidasikan dengan baik dan memiliki kurikulum yang fokus sehingga mampu mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh Nahdlatul Ulama. Kaderisasi yang terintegrasi dan solid ini juga diharapkannya mampu mewujudkan transformasi yang membangun gerakan ke arah yang lebih baik.

Sementara Wakil Ketua PBNU H Nusron Wahid yang menjadi moderator pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa di akhir Maret ini, ditargetkan kepengurusan Lakpesdam sudah terbentuk. Dalam waktu dua minggu diprogramkan akan menyempurnakan dan menyolidkan kurikulum, sehingga dalam dua bulan ke depan atau setelah Idul Fitri tahun ini kaderisasi format baru sudah bisa dilaksanakan dan tidak ada lagi dualisme kaderisasi.

Dalam rapat gabungan pada tanggal 9 Maret 2022, PBNU akan membentuk kepengurusan lembaga. Ada 18 lembaga dengan bidangnya masing-masing yang akan dibentuk PBNU untuk menjalankan program dari kebijakan organisasi. Lembaga ini sampai sekarang belum dibentuk karena PBNU sedang menyusun program dan grand design yang nantinya akan dijalankan oleh pengurus lembaga.

Saat rapat perdana dengan seluruh jajaran pengurus usai pengukuhan PBNU, di Kota Balikpapan, Senin (31/1/2022) malam, Gus Yahya mengatakan pembenahan dan penertiban sistem kaderisasi formal di lingkungan NU akan menjadi salah satu prioritas program, karena saat ini telah terjadi dualisme antara MKNU dan PKPNU.

Pendidikan kaderisasi telah diatur sejak Muktamar Ke-33 NU di Jombang tahun 2015 yang menjadi salah satu syarat untuk menjadi pengurus NU. Syarat ini tertuang dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) NU Bab XIII tentang Syarat Menjadi Pengurus Pasal 39 hasil muktamar Jombang.

Dalam pasal 39 ayat 4,5, dan 6 disebutkan bahwa untuk menjadi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Pengurus Wilayah NU, Pengurus Cabang NU harus sudah pernah mengikuti pendidikan kaderisasi. Sementara ayat 7 disebutkan bahwa persyaratan kaderisasi diberlakukan secara efektif tiga tahun setelah muktamar.

Kemudian, kepengurusan PBNU 2015-2020 membuat model pelatihan kader formal yakni MKNU yang telah efektif sejak tiga tahun setelah Muktamar Ke-33 NU Jombang. Padahal sebelumnya, sudah ada model kaderisasi yaitu PKPNU. Hal tersebut menjadi sorotan PBNU di masa kepemimpinan Gus Yahya saat ini.

PKPNU tidak terintegrasikan ke dalam struktur kepengurusan NU sehingga hanya menjadi pelatihan yang berada di luar struktur kepengurusan NU. Sementara PKPNU terus berjalan hingga saat ini, sehingga ada semacam dualisme di dalam pelatihan kader formal di lingkungan NU ini.

“Ini harus segera kita benahi dan kita tertibkan karena eksesnya sangat negatif. Di Jawa Timur sendiri, PKPNU sudah menjadi geng (kelompok) berhadapan dengan geng MKNU. Lalu bersaing untuk memperebutkan kepemimpinan NU dalam konferensi-konferensi. Ini sangat tidak sehat, maka harus (segera) dibenahi. Nanti kita akan jalankan strategi pembenahan supaya sungguh-sungguh berjalan sistem pelatihan kader formal yang solid di lingkungan NU,” imbuhnya. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/mknu-dan-pkpnu-dilebur-jadi-satu-dikelola-lakpesdam-sftJD
*) https://www.nu.or.id/nasional/pbnu-segera-tertibkan-kaderisasi-mknu-dan-pkpnu-GV58p

Iklan.

You Might Also Like

KH Yusuf Hasyim Penuhi Syarat sebagai Pahlawan Nasional

Gus Afif Pimpin Silaturahmi PKB ke PCNU, Perkuat Hubungan dan Perjuangkan Aspirasi Umat

Jelang Muktamar ke-35, Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Diskusikan NU Abad Kedua

Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian

Mengembalikan Muktamar NU ke-35 kepada Maslahat, Bukan Kontestasi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Cegah Penyalahgunaan Kotak Amal dan Imbau Selektif Salurkan Donasi, KOMAR Gelar Aksi Damai di Yogya
Next Article BPRS NU, Langkah Konkret Optimalkan Potensi Keuangan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PDUF dan LPP MUI Jatim Matangkan Kolaborasi Pengembangan Dana Abadi Pesantren
Sospol
PDUF dan LPEU MUI Jatim Jajaki Kolaborasi Program Pemberdayaan Ekonomi Umat
Sospol
Keunikan MPLS Al Azhaar Kedungwaru
Sospol
Dari Meme ke Krisis Kepecayaan Publik
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya

08/07/2026
Nahdliyyin

Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35

06/07/2026
Nahdliyyin

PCNU Surabaya turba ke MWCNU Mulyorejo yang rantingnya miliki Mobil Ambulans

06/07/2026
Nahdliyyin

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

29/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?