By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: KH Ali Maschan Ingatkan Dua Pesan Pendiri NU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > KH Ali Maschan Ingatkan Dua Pesan Pendiri NU
Nahdliyyin

KH Ali Maschan Ingatkan Dua Pesan Pendiri NU

11/03/2022 Nahdliyyin
Suasana FGD Pendidikan di PWNU Jawa Timur siang tadi.
SHARE

SURABAYA (Radar96.com) – Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur Prof KH Ali Maschan Moesa mengingatkan, umat Islam dan kaum santri hendaknya mewarisi pesan penting Pendiri NU, Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari untuk mencintai ilmu dan mengamalkannya untuk kepentingan kejayaan Islam.

Contents
Dua Pesan Penting Pendiri NUKekuatan Ajaran Aswaja dan Cinta NKRI

“Sayangnya, di Indonesia termasuk lemah dari hal literasi. Indonesia menempati ranking ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah,” tuturnya.

Berdasarkan survei terakhir Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). tingkat literasi Indonesia pada penelitian di 70 negara itu berada di nomor 62.

Padahal sebenarnya, dengan literasi kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan bisa dipahami. Rendahnya tingkat literasi bangsa Indonesia ditengarai karena selama berpuluh-puluh tahun bangsa Indonesia jauh dari tradisi membaca. Masyarakat terus dihakimi sebagai masyarakat yang rendah budaya bacanya.

Kiai Ali Maschan menegaskan hal itu, dalam Focus Discussion Grup (FGD) Pendidikan yang digelar PWNU Jawa Timur dalam rangkaian Peringatan Harlah ke-99 NU, Jumat (11/03/22).

Suasana FGD Pendidikan di PWNU Jawa Timur siang tadi.

FGD Pendidikan PWNU Jatim diikuti sejumlah akademisi, terkait penyelenggaraan beasiswa santri yang diinisiasi PWNU Jatim sejak tiga tahun lalu dan diteruskan di masa-masa ke depan. Sejumlah perwakilan perguruan tinggi hadir, yang sebelumnya telah menandatangani kerja sama dalam pelaksanaan beasiswa perguruan tinggi.

Lima perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Selain Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, FGD Pendidikan juga dihadiri Rais Syuriah PBNU Prof KH Abdul A’la Basyir, Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafruddein Syarif, dipandu Dr Hasan Ubaidillah (Sekretaris PWNU Jatim).

Dua Pesan Penting Pendiri NU

Prof KH Ali Maschan Moesa, yang juga Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya mengingatkan, dua pesan khusus Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi Nahdlatul Ulama.

Prof. Dr. KH Ali Maschan Moesa, M.Si

“Kiai Hasyim Asy’ari mendirikan NU agar para ulama Ahlussunnah Waljamaah bersatu dalam wadah organisasi. Jadi, menekankan agar ulama bersatu. Yang kedua, dengan organisasi NU agar umat Islam hubbul ‘Ilm (mencintai ilmu). Artinya, ya mengajarkan kita agar terus belajar, membaca dan mengkaji terus-menerus. Itulah literasi yang dimaksudkan NU,” tuturnya.

Sementara itu, Prof KH Abdul A’la Basyir menegaskan, pemberian beasiswa bagi putra-putri NU untuk masuk ke perguruan tinggi menjadi tekad NU dalam membangun masa depan.

“Karena ke depan, mereka yang berhasil kita dorong untuk belajar yang lebih tinggi, kelak bisa memanfaatkan dan mengamalkan ilmunya, baik di pesantren maupun di lingkungan pendidikan masing-masing. Dan tentu saja, akan menopang kekuatan NU di masyarakat,” tutur mantan Rektor UIN Sunan Ampel itu.

Kekuatan Ajaran Aswaja dan Cinta NKRI

Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif menyampaikan pesan, belakangan ada fakta di salah satu perguruan tinggi yang sekelompok orang berani mendeklarasikan diri mendukung ide khilafah, yang justru bertentangan dengan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diperjuangkan NU.

“Fakta itu cukup memprihatinkan kita. Tapi, kita tidak boleh berhenti dalam menyemaikan nilai ajaran Ahlussunnah Waljamaah di kampus-kampus dan perguruan tinggi, agar para mahasiswa dan kalangan akademisinya tetap komitmen mencintai NKRI,” tuturnya.

Menurut Kiai Syafrudin, dengan pemberian beasiswa yang diadakan PWNU Jatim kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dimaksud, akan memberikan penguatan terhadap nilai-nilai Islam yang diajarkan para pendiri NU, untuk mencintai tanah air, mencintai NKRI. (Sbh)

Iklan.

You Might Also Like

PWNU Jatim Tugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz jadi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031

Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”

Lengkapi Istighotsah Kubro dengan Aksi Sosial Santuni 84 Anak Yatim

Ketua PCNU Sidoarjo Ingatkan Amanah dan Niat Pengabdian di NU

KH Yusuf Hasyim Penuhi Syarat sebagai Pahlawan Nasional

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gus Yahya: warga NU bukan komoditas, tapi subjek pelayanan
Next Article Perjalanan Umroh lewat Bandara Juanda segera dibuka, Gubernur Khofifah: Ini Spirit Kebangkitan Ekonomi

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Luruskan Video Viral MBG, Kepala MTsN 4 Bondowoso: Kronologi Sebenarnya Berbeda
Sospol
PWNU Jatim Tugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz jadi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031
Nahdliyyin
Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS
Sospol
Universitas Bondowoso Tantang Mahasiswa KKN Jadi Agen Transformasi Desa Berbasis Digital
Uncategorized

You Might also Like

Nahdliyyin

Gus Afif Pimpin Silaturahmi PKB ke PCNU, Perkuat Hubungan dan Perjuangkan Aspirasi Umat

14/07/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar ke-35, Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Diskusikan NU Abad Kedua

12/07/2026
Nahdliyyin

Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian

11/07/2026
Nahdliyyin

Mengembalikan Muktamar NU ke-35 kepada Maslahat, Bukan Kontestasi

11/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?