By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya: warga NU bukan komoditas, tapi subjek pelayanan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Yahya: warga NU bukan komoditas, tapi subjek pelayanan
Nahdliyyin

Gus Yahya: warga NU bukan komoditas, tapi subjek pelayanan

11/03/2022 Nahdliyyin
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) (*/NUO)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengajak seluruh jajaran pengurus untuk mengubah karakter berpikir tentang warga NU. Ia menegaskan, Nahdliyin bukanlah komoditas, tetapi subjek pelayanan.

“Kita perlu mengubah mindset. Warga NU bukan komoditas (barang dagangan), tapi subjek pelayanan. Mereka (warga NU) adalah tuan-tuan yang harus kita layani,” tegas Gus Yahya dalam rapat gabungan syuriyah dan tanfidziyah PBNU, di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/3/2022).

Untuk itulah, PBNU saat ini sedang membangun sistem pencatatan warga berbasis partisipasi layanan. Warga NU yang berpartisipasi dalam layanan dan berkhidmah oleh NU akan tercatat dalam sistem tersebut. Hal ini akan terdapat dalam sistem Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) yang terdigitalisasi.

“Ini (pencatatan) keanggotaan berasaskan manfaat. Seseorang akan mendapatkan karena dia memberikan manfaat, sehingga orang punya kartu bisa mendapatkan insentif,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

Gus Yahya mencontohkan, kalau ada warga NU yang memiliki kartu atau terdaftar sebagai pelanggan pelayanan maka akan secara otomatis terjamin mendapat tempat tidur rawat inap di rumah sakit milik NU di mana pun.

“Nanti kita akan bilang ke RSNU sisakan bed untuk orang yang membawa Kartanu. Nanti kita integrasikan dengan digitalisasi. Kita mau nanti satu-satunya aplikasi adalah NU Online,” jelas Gus Yahya.

“Di AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga) memang disebut Kartanu, tetapi harus jelas Kartanu urusan apa? (Misalnya) Kartanu untuk RS, Kartanu untuk makan. Harus jelas. Itu nanti logikanya kira-kira begitu,” imbuhnya.

Soal pelayanan dan Kartanu, termaktub dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) NU Bab III tentang Kewajiban dan Hak Anggota, Pasal 7, ayat 1.
Di dalam ayat ini disebutkan enam poin soal hak anggota biasa.
Pertama, mendapatkan pelayanan keagamaan.
Kedua, mendapatkan pelayanan dasar dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, informasi yang sehat, perlindungan hukum dan keamanan.
Ketiga, berpartisipasi dalam musyawarah, memilih dan dipilih menjadi pengurus atau menduduki jabatan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keempat, menjalankan tradisi dan adat-istiadat selama tidak bertentangan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Kelima, mendapatkan perlindungan diri dan keluarganya dari pengaruh paham-paham yang bertentangan dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Keenam, mendapatkan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu).

PKB

Dalam silaturahmi dengan pengurus cabang NU Karesidenan Kediri di Kantor PCNU Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (6/3/2022) malam, Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU bukan alat politik bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“PKB memang dibentuk oleh pengurus NU, kita biarkan hubungannya dengan NU alami. Tapi tidak bisa menjadikan PBNU sebagai alat politiknya,” ujarnya.

Artinya tidak bisa PKB hanya main-main klaim NU untuk mendapatkan suara, jika PKB ingin mendapatkan suara, harus bekerja secara rasional yang memberikan maslahat yang nyata kepada rakyat.

Oleh karena itu, PBNU telah memberikan peringatan kepada sejumlah pengurus cabang yang membuat kegiatan politik PKB di Kantor PCNU dengan backdrop PCNU.

“Kita berikan peringatan lisan yang berlaku untuk semua cabang di seluruh Indonesia. Kalau ada yang bikin lagi akan langsung diterbitkan surat peringatan tertulis tahap satu. Kalau diulangi lagi, peringatan tahap kedua. Kalau masih diulangi lagi, akan dibekukan,” tandasnya.

Gus Yahya menegaskan bahwa hal itu karena 50 persen penduduk Indonesia adalah NU, sedangkan suara PKB dari NU hanya 10 persen, jadi suara warga NU itu menyebar ke PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, dan sebagainya.

“Jadi, bukan hanya PKB yang boleh berbuat untuk warga NU, tapi semuanya bukan hanya boleh tapi harus berbuat untuk NU, karena semuanya mendapatkan suara warga NU. Itu yang proporsional,” katanya. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/gus-yahya-tegaskan-warga-nu-bukan-komoditas-tapi-subjek-pelayanan-DGLGH
*) https://www.youtube.com/watch?v=f6ljmRUwA1o

Iklan.

You Might Also Like

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin

PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”

Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata

603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU

PWNU Jatim Distribusikan 1.439 Paket Daging Kurban

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah bagikan resep dalam Pelatihan Kepemimpinan LAN Makassar
Next Article KH Ali Maschan Ingatkan Dua Pesan Pendiri NU

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Sembelih 7 Ekor Sapi, Termasuk Hewan Kurban Gubernur Jatim

28/05/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim terima Sapi Kurban dari BPJS Ketenagakerjaan, Ketum Golkar, PAN, dan Nasdem

26/05/2026
Nahdliyyin

Asosiasi RSNU Terima “Yakes Partner Award 2026” dari Telkom Indonesia

25/05/2026
Nahdliyyin

OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi

24/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?