Surabaya (Radar96.com) – Satu bulan menjelang Hari Raya Idul Adha pada Juli 2022, berbagai persiapan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Selain fokus pada Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, kesiapan Rumah Potong Hewan dan Juru Sembelih Halal (Juleha) juga menjadi perhatian Gubernur Khofifah Indar Parawansa beserta jajarannya.
Tercatat, Pemprov Jatim menyiapkan 1.276 orang Juru Sembelih Halal (Juleha) guna menyambut Hari Raya Kurban tahun 1443/2022.
Jumlah juleha tersebut tersebar di berbagai Pondok Pesantren (Ponpes), Masjid, Musholla dan lembaga di seluruh Jawa Timur. Mereka telah mendapatkan pelatihan, pengarahan dan juga sertifikasi.
“Hingga hari ini, yang tercatat dalam Management Qurban, total di Jatim yang sudah memiliki pengetahuan Juru Sembelih Halal (Juleha) ada 1.276 orang,” ungkap Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (5/6).
Gubernur Khofifah menyatakan kesiapan sarana dan prasarana seperti RPH dan Juleha-nya, tidak kalah penting dibandingkan dengan kesiapan hewan ternaknya.
Masyarakat jangan sampai resah dengan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Oleh sebab itu, higienitas dan kehalalan daging kurban menjadi keharusan sebagai bentuk langkah perlindungan kepada masyarakat.
“Bukan hanya hewan ternaknya yang harus disiapkan, tapi RPH-RPH dan Juleha-nya juga harus disiapkan dengan baik,” ujarnya.
Terkait jumlah Juleha di Jatim, Gubernur Khofifah juga menuturkan bahwa masih dan akan terus bertambah seiring dengan berbagai pelatihan-pelatihan yang disiapkan oleh lembaga Juleha Indonesia Jatim.
Khusus untuk tahun ini seiring dengan adanya wabah PMK, maka para Juleha juga mendapatkan materi khusus tambahan. Yaitu pemberian materi terkait zoonosis dan kewaspadaan PMK.
“Tanggal 18 Juni akan ada pelatihan untuk seluruh masjid di Surabaya, lalu tanggal 19 Juni akan ada pelatihan di Masjid Al Akbar untuk 150 masjid se-Jatim,” jelasnya.
“Intinya kita terus berikhtiar. Di sisi medis kita berikhtiar, di sisi operasionalnya kita juga berikhtiar,” imbuh Gubernur Khofifah.
Sementara itu, dari data yang dihimpun oleh Lembaga Juleha Indonesia Jatim, 1.276 orang Juleha yang tercatat berasal diantaranya dari, Pesantren Al Amanah Sidoarjo sebanyak 50 orang santri, Pesantren Nurul Huda Sencaki Surabaya 50 orang santri, Pesantren El Kadi Mojokerto 50 orang santri, PCNU Kab. Gresik 160 orang dan Vokasi Juleha tahun 2018-2022 sebanyak 100 orang dan lainnya.
Selain itu juga terdapat 66 orang Juleha yang bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada tahun 2022. Serta ada 800 orang Juleha lainnya yang merupakan hasil Pelatihan Juru Sembelih Halal Management Qurban di Masjid dan Mushola se Jatim mulai tahun 2018 – 2022.
“Penyiapan Juleha penting untuk memberikan kepastian halal atas hewan kurban pada masyarakat. Bahwa daging kurban yang dibagikan dan dikonsumsi telah memenuhi syariat halal dalam penyembelihan,” pungkasnya. (*/hmn)



