Surabaya. Radar96.com. Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Surabaya kembali menggelar kegiatan. Kali ini berupa Halal Bihalal PD IPHI Kota Surabaya, pelantikan pengurus Majelis Ta’lim Perempuah (MTP) IPHI Cabang Tenggilis dan pelepasan jamaah calon haji. Kegiatan dilaksanakan pada Ahad pagi (05/06/22) kemarin, bertempat di Masjid Jami’ Al-Awwabin Tenggilis Mejoyo, Surabaya.
Hadir dalam kesempatan itu Ketua PD IPHI Kota Surabaya Dr KH Sukron Djazilan Badri, MAg; Hj Laila Mufidah, SAg, Wakil Ketua DPRD dan penasehat MTP Tenggilis Mejoyo; Hj Hani’ah, Ketua MTP Kota Surabaya; Dr H Rohman Ferdian, Ketua PC IPHI Tenggilis, Dr KH Sunarto, MSi, dosen UINSA; Hj Lucky Puspitorini, SH, penasehat MTP Surabaya; H Taripin, S.Ag, Kepala KUA Tenggilis Mejoyo, serta para pengurus PD dan DPC IPHI maupun MTP di seluruh Surabaya.
Selain halal bihalal dan pelantikan, kegiatan juga diisi dengan siraman rohani oleh Ketua PD IPHI Kota Surabaya Dr KH Sukron Djazilan Badri, MAg. Suasana ceramah terasa menyenangkan, karena Kiai Sukron didampingi pelawak Sarip Abioso. Para jamaah pun tampak antusias mendengarkan ceramah dosen Unusa itu.

Dalam kesempatan itu Kiai Sukron banyak mengulas tentang keutamaan ibadah haji. Orang yang menjalankan ibadah haji, kata kiai asal Kertosono itu, harus kuat dan ikhlas dalam niat. Kuat artinya tidak mudah terombang-ambing dan eman-emanen dengan harta yang dikeluarkan, ilkhas artinya semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk pamer atau menaikkan status sosial. “Kalau niatnya ikhlas karena Allah, maka pulang haji hidupnya akan bertambah berkah,” kata kiai yang juga Ketua LDNU Kota Surabaya itu.
Lebih lanjut Kiai Sukron mengulas tentang sejarah kehebatan kurma ajwa yang biasa dikenal dengan kurma Nabi. Konon suatu ketika ada orang kafir yang datang kepada Nabi Muhammad SAW sambil membawa biji kurma. Sesampai di depan Nabi orang itu meminta agar Nabi menanam biji yang telah diberikannya tersebut. Padahal sejatinya biji itu sudah direbus selama tiga hari tiga malam oleh orang kafir tersebut. Tentunya secara logika biji tersebut tidak akan bisa hidup.
Nabi pun menuruti keinginan orang kafir itu lalu menanam biji tersebut. Setelah ditunggu dan disiram beberapa kali ternyata bisa tumbuh. Sampai akhirnya berbuah. Banyak orang heran dibuatnya.
Menjadi lebih heran lagi karena kurma hasil tanaman tersebut berbeda dari biasanya. Bila biasanya kurma berwarna coklat dan berkulit harus, kurma ajwa berwana hitam dan berkulit keriput. Tapi memiliki khasiat yang luar biasa. Siapa yang memakannya tujuh butir, dia akan selamat dari sihir dan santet, begitu kata Nabi dalam Hadisnya.

Ketika orang kafir tadi menanyakan tentang kulit kurma yang keriput itu, Nabi menjawab, karena bijinya sudah direbus selama tiga hari. Karuan saja orang kafir itu langsung terperanjat kaget. Wajahnya pucat karena malu. “Wah, konangan,” kata Kiai Sukron menggambarkan suara batin orang kafir tersebut. Setelah mengetahui mukjizat Nabi Muhammad SAW, akhirnya orang kafir tersebut mengucap syahadat dan masuk Islam di hadapan Kanjeng Nabi.
Acara yang dihadiri ratusan jamaah itu diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Dr KH Sunarto, MSi, penasehat IPHI Kota Surabaya.
Agenda IPHI selanjutnya, menurut Kiai Sukron, adalah tasyakuran jamaah haji dari Tanah Suci yang akan dilaksanakan pada akhir Agustus mendatang di Masjid Al-Akbar atau UPN Veteran Surabaya. Selanjutnya pelantikan pengurus MTP Sambikerep yang diagendakan pada September mendatang.



