Surabaya (Radar96.com) – Di tengah wabah PMK, jumlah hewan kurban Idul Adha Tahun 2022/1443 H di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya justru naik tajam dari 20 ekor sapi dan 26 ekor kambing pada tahun lalu menjadi 26 ekor sapi dan 52 ekor kambing pada tahun ini.
“Mengantisipasi PMK, proses kedatangan, perawatan dan pemotongan qurban akan disupervisi oleh Tim dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya,” kata Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor, dalam keterangan tertulis, Minggu.
Ia menjelaskan panitia juga menerima sapi kurban dari Presiden Jokowi, Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil E Dardak.
Untuk jenis Sapi Qurban Presiden Jokowi adalah Simental dengan berat mencapai 1,2 Ton, tinggi pundak 151 cm, panjang badan 187 cm, dan lebar dada 256 cm. Sapi Qurban Presiden Jokowi diperoleh dari peternak Dandy Narindra asal Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Sementara jenis Sapi Qurban Gubernur Khofifah adalah Simental dengan warna merah dan umur 5 tahun, serta berat badan 1.050 Kg, Tinggi Gumba 160 Cm, Panjang Badan 195 Cm, dan Lingkar dada 231 Cm. Sapi Qurban Gubernur Khofifah berasal dari peternak H. Budiono asal Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro
Hampir sama, jenis Sapi Qurban Wakil Gubernur Emil E Dardak adalah Simental, warna Merah, umur 2,5 tahun, berat badan 950 Kg, Tinggi Gumba 147 Cm, Panjang Badan 180 Cm, dan Lingkar dada 217 Cm. Sapi Qurban Wakil Gubermur diperoleh dari peternak H. Budiono asal Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro
Terkait pelaksanaan Sholat Idul Adha 1443 H di masjid berkapasitas 45.000 orang di lantai 1, lantai 2 dan halaman itu, Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabayamenjelaskan Sholat Idul Adha yang diikuti oleh Plt Gubernur Jatim H Emil Elestianto Dardak.
Untuk Imam Sholat Idul Adha adalah KH. Abdul Hamid Abdullah, S.H., M.SI (Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya) dan Khotib adalah Prof. Dr. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad Dip, SEA, MPhil, Ph.D (Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya).
Dalam khutbah bertema “Meraih Sukses Hidup Lewat Cermin Nabi Ibrahim” itu, Prof Muzakki menyampaikan, belajar dari kisah Ibraham dan keluarganya, maka bangsa Indonesia diingatkan oleh al-Quran agar menjaga betul perilaku kerja keras agar mencapai al-muflihun, sukses hidup.
“Momentum Hari Raya Idul Adha dan penyelenggaraan ibadah kurban, kita jadikan sebagai momentum untuk mewujudkan nilai, ajaran, semangat kerja keras dengan penuh ikhlas dan tawakkal. Kerja keras penuh ikhlas dan tawakkal itu akan lebih sempurna jika kita barengi dengan nilai dan jiwa pengorbanan karena Allah, solidaritas yang tinggi kepada sesama, serta semangat untuk menempatkan kepentingan bersama sebagai sebagai bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan,” kata Prof Muzakki.
Sementara itu, pemotongan hewan qurban berlangsung pada Senin (11/7/2022) mulai pukuk 06.00 di area lantai dasar Masjid Al Akbar seluas 1.300 m2. Pemotongan akan melibatkan juru sembelih dari Juleha dan pekerja rumah potong hewan.
“Tahapan penyembelihan terdiri atas transit hewan qurban, pemotongan, pencacahan, pengemasan dan distribusi. Agar hewan tidak stres, maka lokasi transit hewan, pemotongan dan pencacahan terpisah alias hewan tidak mengetahui saat temannya disembelih,” kata Helmy M Noor.
Jeroan hewan qurban dibersihkan/dimasak dilokasi yang berbeda (bukan di sungai agar tidak menimbulkan pencemaran). Selain itu, kotoran dan limbah hewan qurban juga di proses menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman di sekitar Masjid Al Akbar.
Distribusi daging qurban mendasari data pengajuan dari kelurahan sekitar Masjid Al Akbar serta pengajuan lembaga sosial yang sudah diverifikasi. Panitia tidak membagikan daging qurban di masjid, melainkan langsung dikirim ke penerima. (*/my)

