By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kiai Anwar Iskandar: Identitas NU jangan dimanfaatkan Mengais Suara
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Kiai Anwar Iskandar: Identitas NU jangan dimanfaatkan Mengais Suara
Nahdliyyin

Kiai Anwar Iskandar: Identitas NU jangan dimanfaatkan Mengais Suara

07/08/2022 Nahdliyyin
Wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar IskandarWakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Iskandar dalam Pengajian Umum pada Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat. (*/istimewa/NUO)
SHARE

Cirebon (Radar96.com/NUO) – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum, mulai dari pemilihan presiden dan wakil presiden, anggota legislatif di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota hingga pemilihan kepala daerah, yang akan dilaksanakan pada tahun 2024.

Menjelang Pemilu 2024 itu, Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Anwar Iskandar mengingatkan semua pihak yang akan terlibat dalam pemilu nanti agar tidak membawa-bawa NU dalam politik praktis. Ia meminta agar identitas NU tidak dipakai demi mengais suara untuk memenangkan kontestasi.
“Kita tidak ingin identitas-identitas NU nanti dibawa-bawa dalam cari suara, untuk mencari suara pilpres, pileg, atau apa saja lah. Nggak usah dibawa-bawa. Karena kita ingin menjadi pengayom dari seluruh warga bangsa kita ini,” tegas Kiai Anwar.

Ia menjelaskan bahwa NU saat ini tidak menjalankan politik praktis. Namun, politik NU adalah politik kenegaraan untuk menyelamatkan negeri ini.

“Politik NU adalah politik menyelamatkan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Itulah kepentingan besar NU,” tegasnya, Sabtu (6/8/2022).

Kiai Anwar juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mampu menjaga persatuan Indonesia. Sebagai wujud menjaga persatuan Indonesia, lanjut Kiai Anwar, PBNU saat ini telah memiliki tekad untuk menjadi rumah bagi semua kalangan.

“PBNU sudah mencanangkan tekad besar bahwa NU harus menjadi rumah yang mengayomi seluruh warganya dari latar belakang politik atau kepentingan apa pun,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien, Ngasinan, Kediri, Jawa Timur itu dalam Pengajian Umum pada Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat.

Terkait dengan dinamika Pemilu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf pada acara Forum Pemred, Jumat (5/8/2022) di Jakarta juga meminta para kontestan Pemilu 2024 untuk tidak menggunakan politik identitas. Termasuk tidak membawa identitas NU pada pesta politik lima tahunan yang akan datang.

“Dalam kompetisi nanti jangan sampai ada cara-cara yang memperalat identitas sebagai senjata. Sebuntu apa pun para kontestan ini di dalam menonjolkan atau di dalam menghadapi kompetisi yang ada, kita mohon betul supaya jangan menggunakan identitas sebagai senjata. Apakah itu identitas etnik, identitas agama, termasuk identitas NU,” tegas Gus Yahya. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/kiai-anwar-iskandar-tak-ingin-identitas-nu-dimanfaatkan-mengais-suara-3CArO

Iklan.

You Might Also Like

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah

12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan

NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader

Ketua SC Halaqah Kebangsaan Qanun Asasi: “Tudingan Politisasi Adalah Fitnah Besar, Sangat Tidak Etis Mencatut Nama IKAPETE!”

Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Tinggi, Animo Masyarakat ikuti Upacara HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di Grahadi
Next Article PEN Berakhir, Pemerintah Diyakini Siapkan Paket Kebijakan Baru

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah
Nahdliyyin
12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan
Nahdliyyin
IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital
Milenial
NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis

08/10/2026
Nahdliyyin

Oktober-November, PWNU Jatim Adakan 14 Kegiatan Hari Santri Nasional 2026

07/10/2026
Nahdliyyin

Ansor Bondowoso Dorong Kemandirian Petani Muda Lewat Pelatihan Pupuk Organik Cair

06/10/2026
Nahdliyyin

IPPNU Jatim Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Pelajar dengan BAZNAS Jatim

06/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?