By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Isu Money Politik Setipis Tisu
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Uncategorized > Isu Money Politik Setipis Tisu
Uncategorized

Isu Money Politik Setipis Tisu

17/08/2026 Uncategorized
SHARE

Oleh: Ahmad Fahrur Rozi *)

Kita selalu mendengar kabar burung dalam setiap pemilihan.

Mulai dari pilkades, pileg, hingga pilpres. Isunya hampir selalu sama: money politics, serangan fajar, jual-beli dukungan, dan berbagai istilah lainnya.

Isunya begitu keras.
Begitu ramai diperbincangkan.
Bahkan terkadang seolah-olah sudah menjadi kebenaran.

Namun anehnya, kita tidak pernah mendengar berita bahwa sebuah pilkades atau pilpres dibatalkan karena terbukti money politics. Tidak pula terdengar seorang calon legislatif tidak dilantik karena terbukti membagikan uang untuk membeli suara politik.

Karena itu, saya menyebut isu money politics yang hanya beredar sebagai kabar burung sebagai “setipis tisu”—mudah dibicarakan, tetapi belum tentu kuat ketika dibuktikan.

Begitu pula dalam setiap Muktamar NU.

Sejak Muktamar Makassar, saya datang dan mengikuti langsung dinamika Muktamar. Saya mendengar berbagai isu tentang operasi tim sukses untuk memenangkan seseorang. Ada cerita tentang pembagian uang yang ditukar dengan dukungan.

Bahkan pernah saya melihat sendiri di sebuah rumah di Makassar; orang-orang yang melakukan kampanye, saya mendengar apa yang mereka sampaikan, dan mengetahui apa yang mereka bagikan untuk mengembangkan satu nama menjadi Rais Aam.

Tetapi apa yang kemudian terjadi?

Muktamar tetap berjalan.

Ada yang menang.
Ada yang kalah.
Ada yang terpilih.
Ada yang harus menerima hasilnya.

Dan isu-isu yang sebelumnya begitu ramai, perlahan menghilang bersama berakhirnya Muktamar.

Dari Muktamar ke Muktamar, pola semacam ini terus berulang.

Karena itu, kiranya sudah cukup kita meributkan isu yang tidak pernah selesai.

Kalau memang ada bukti pelanggaran, silakan bawa bukti tersebut kepada forum dan mekanisme yang tersedia. Jangan hanya membangun opini, menyebarkan kecurigaan, lalu membuat suasana semakin gaduh.

Muktamar NU bukan sekadar arena perebutan jabatan.

Muktamar adalah forum para muktamirin untuk menentukan arah organisasi dan memilih pemimpin terbaik bagi NU.

Maka saatnya kita kembali kepada hati nurani.

Pilihlah yang menurut kita paling baik.
Pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan NU.
Pilih berdasarkan integritas, kapasitas, keteladanan, dan komitmennya.

Tidak perlu sungkan.
Tidak perlu basa-basi.
Tidak perlu takut pada tekanan siapa pun.

Jangan memilih karena uang.
Jangan memilih karena tekanan.
Jangan memilih karena ketakutan.

Pilihlah karena keyakinan bahwa pilihan itu adalah yang terbaik untuk NU.

Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukan siapa yang paling ramai didukung, tetapi siapa yang paling layak diberi amanah.

Dan untuk itu, kita tidak membutuhkan kegaduhan.

Kita membutuhkan kejernihan hati dan keberanian mengikuti hati nurani.

Iklan.

You Might Also Like

Porsadin VII Dibuka, Santri Mambaul Huda, Probolinggo Bidik Tiket ke Tingkat Provinsi

LPBI PWNU Jatim dan FK UPN Veteran Jatim Luncurkan Program “Keluarga Siaga”

Damai Lewat Dialog, Polemik BNN dan LSM di Cimahi Berakhir: Pemkot Tegaskan Sinergi untuk Kepentingan Masyarakat

Dalam Sambut Moment HUT RI 81 Anggota DPR RI Komisi X Bang Pur Ajak Warga Senam Dan Jalan Sehat

Podcast “Masjid Inspiratif” DMI Jatim Gali Potensi Dakwah untuk Gen Z-Lokalisasi-UMKM

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 270 Warga Binaan Lapas Bondowoso Terima Remisi Kemerdekaan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

270 Warga Binaan Lapas Bondowoso Terima Remisi Kemerdekaan
Sospol
Qanun Asasi: Khazanah Keulamaan yang menjadi Fondasi Kebangsaan
Kolom Opini
Guru Besar UIJ Prof. Hamdanah Utsman: Pendidikan Islam Tak Boleh Kalah oleh AI
Sospol
KETUA UMUM DPP LPKAN INDONESIA TERIMA BUKU “EKONOMI PANCASILA” ABAH DJONI: KEMERDEKAAN HARUS HADIR DI MEJA RAKYAT
Sospol

You Might also Like

Uncategorized

Universitas Bondowoso Tantang Mahasiswa KKN Jadi Agen Transformasi Desa Berbasis Digital

21/07/2026
Uncategorized

Bupati Fawait Dukung Penuh Merdeka Ride, HDCI Jember Siap Sambut Ribuan Rider

11/07/2026
Uncategorized

Resmi Diwisuda, Bupati Abdul Hamid Wahid Sandang Gelar Doktor di Tengah Kesibukan Pimpin Bondowoso

10/07/2026
Uncategorized

Pengamanan Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung Berjalan Aman dan Lancar

08/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?